MEDIASULUT.ID – Data terbaru wisata Sulut 2026 pada periode Januari menunjukkan tren yang sangat positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lonjakan signifikan jumlah wisatawan yang datang ke Sulawesi Utara sepanjang Januari 2026.
Setelah tumbuh 39,35 persen pada akhir 2025, data wisata Sulut 2026 kembali menunjukkan tren positif dengan kenaikan 34,61 persen pada Januari. Kenaikan ini memperkuat posisi Sulawesi Utara sebagai destinasi unggulan di kawasan timur Indonesia.
Data Wisata Sulut 2026 Didominasi Jalur Udara
BPS mencatat hampir seluruh wisatawan mancanegara masuk melalui Bandara Sam Ratulangi. Sebanyak 7.549 wisatawan tiba melalui jalur udara yang memperkuat peran konektivitas internasional.
Selain itu, Sulawesi Utara juga mulai menerima kunjungan melalui jalur laut seperti Pelabuhan Bitung. Kehadiran kapal pesiar internasional memperluas akses wisatawan ke daerah ini.
Pemerintah daerah terus membuka akses penerbangan langsung dari berbagai negara. Langkah ini mendorong pertumbuhan kunjungan secara konsisten.
Dengan demikian, data BPS wisata Sulut 2026 menunjukkan sektor transportasi menjadi tulang punggung pariwisata daerah.
Dominasi Wisatawan Asia dalam Statistik Data Wisata Sulut 2026

Statistik wisata Sulawesi Utara 2026 menunjukkan dominasi kuat dari pasar Asia Timur. Wisatawan asal Tiongkok mencatat 3.977 kunjungan sepanjang Januari 2026.
Selanjutnya, wisatawan Korea Selatan menyumbang 2.990 kunjungan. Jumlah ini memperlihatkan minat tinggi terhadap destinasi wisata Sulawesi Utara.
Sementara itu, wisatawan asal Singapura mencapai 89 kunjungan. Di sisi lain, pasar dari Amerika dan Eropa mulai menunjukkan peningkatan.
Jumlah Wisatawan Nusantara Ikut Meningkat
Data wisata Sulut 2026 juga mencatat kenaikan wisatawan nusantara. Sepanjang Januari 2026, tercatat 1.232.868 perjalanan domestik menuju Sulawesi Utara.
Angka ini meningkat 15,04 persen dibanding periode sebelumnya. Kenaikan ini menandakan daya tarik wisata lokal semakin kuat di tingkat nasional.
Kota Manado tetap menjadi pusat kunjungan utama. Namun, wisatawan mulai menjelajah wilayah lain seperti wisata alam Minahasa yang menawarkan pengalaman berbeda.
Peningkatan Akomodasi Perkuat Tren Wisata Sulut
Pertumbuhan wisatawan diikuti peningkatan kualitas layanan akomodasi. Tingkat Penghunian Kamar hotel berbintang mencapai 40,32 persen.
Angka tersebut naik 2,78 poin dibanding tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan kepercayaan wisatawan terhadap fasilitas yang tersedia.
Selain itu, rata-rata lama menginap wisatawan asing mencapai 2,40 hari. Durasi ini mencerminkan pengalaman wisata yang semakin nyaman.
Destinasi Ikonik Sulut Kian Menarik Wisatawan
Seiring meningkatnya data wisata Sulut 2026, destinasi ikonik semakin menarik perhatian wisatawan. Taman Laut Bunaken tetap menjadi primadona dengan kekayaan terumbu karang dan biodiversitas laut kelas dunia.
Selain itu, Selat Lembeh menghadirkan pengalaman unik melalui wisata fotografi bawah laut yang jarang ditemukan di tempat lain. Banyak penyelam mancanegara datang khusus untuk menikmati keunikan biota laut di kawasan ini.
Di sisi lain, Taman Nasional Tangkoko menawarkan daya tarik wisata alam berbasis konservasi. Wisatawan dapat menyaksikan langsung satwa endemik seperti tarsius dan burung maleo dalam habitat aslinya.
Pengalaman Wisata Baru Dorong Tren Kunjungan
Selain destinasi ikonik, wisata Sulawesi Utara juga berkembang melalui pengalaman baru yang lebih variatif. Aktivitas seperti wisata air Danau Tondano mulai diminati wisatawan karena menawarkan kombinasi olahraga dan panorama alam.
Selanjutnya, wisata pesisir terus berkembang dengan daya tarik seperti pantai pasir putih Bitung yang menghadirkan pengalaman santai dengan pemandangan matahari terbenam.

Kawasan Likupang juga menunjukkan perkembangan pesat sebagai destinasi prioritas nasional. Infrastruktur yang terus dibangun dan promosi yang masif mendorong peningkatan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Perkembangan ini memperlihatkan bahwa data wisata Sulut 2026 tidak hanya tumbuh dari sisi jumlah, tetapi juga dari kualitas pengalaman wisata yang semakin beragam.
Ke depan, pemerintah daerah menargetkan tren positif ini terus berlanjut sepanjang 2026. Dinas Pariwisata Sulawesi Utara mendorong penguatan promosi dan peningkatan kualitas destinasi agar kunjungan wisatawan terus meningkat.
“Kami optimistis tren ini akan terus meningkat dengan dukungan konektivitas dan promosi yang lebih kuat,” ujar perwakilan Dinas Pariwisata Sulawesi Utara.
Dengan strategi yang terarah, data wisata Sulut 2026 tidak hanya menunjukkan pertumbuhan angka, tetapi juga memperkuat peran pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah.
