MEDIASULUT.ID – Pembangunan jembatan Ratahan Timur mulai bergerak. Rabu, 2 April 2026 pukul 10.00 WITA, tim turun langsung ke Desa Wioi Dua untuk memulai proyek tersebut.
Proyek ini menggunakan nama Jembatan Perintis Garuda. Infrastruktur ini membuka akses ekonomi baru dan mempercepat mobilitas warga di wilayah Ratahan Timur.
Warga selama ini menghadapi keterbatasan akses saat melintasi area tersebut. Mereka harus menggunakan jalur sederhana yang berisiko, terutama saat kondisi cuaca memburuk.
Tim Memulai Pengukuran Pembangunan Jembatan Ratahan Timur
Tim memulai pekerjaan dengan mengukur lokasi proyek secara detail. Mereka memastikan seluruh data teknis sesuai rencana sebelum memulai konstruksi fisik.
Manager Pelaksana Edwin Tumbelaka memimpin langsung kegiatan di lapangan. Ia bekerja bersama Kalvin Siar yang mengawasi seluruh proses teknis dan memastikan akurasi pekerjaan.
Tim teknis dan para pekerja menjaga setiap titik pengukuran tetap presisi. Mereka menggunakan pendekatan teknis yang disiplin agar pembangunan berjalan sesuai standar.
Pengukuran ini menjadi fondasi utama dalam pembangunan jembatan Ratahan Timur. Kesalahan kecil pada tahap ini dapat berdampak besar pada struktur akhir.
“Kami memastikan setiap tahapan berjalan sesuai perencanaan agar hasilnya kuat, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Edwin Tumbelaka.
Edwin Tumbelaka
Kodim 1302 Memperkuat Pembangunan Infrastruktur Desa
Kodim 1302/Minahasa berperan aktif dalam proyek ini. Mereka hadir langsung di lapangan dan memberikan dukungan sejak tahap awal pelaksanaan.
Peran tersebut memperkuat pembangunan wilayah sekaligus mendukung pendampingan keamanan desa yang terus berjalan di berbagai wilayah.
Keterlibatan TNI memperlihatkan komitmen dalam mendorong percepatan pembangunan. Mereka juga memastikan situasi tetap aman dan kondusif selama proyek berlangsung.
Sinergi antara TNI, tim teknis, dan masyarakat menciptakan pola kerja yang efektif. Semua pihak bergerak dalam satu tujuan yang sama.
Pembangunan Jembatan Ratahan Timur Mendorong Akses Ekonomi Warga
Pembangunan jembatan Ratahan Timur meningkatkan mobilitas warga secara signifikan. Infrastruktur ini mempermudah aktivitas harian dan mempercepat konektivitas antarwilayah.
Warga mempercepat distribusi hasil pertanian ke pasar. Mereka juga mengurangi biaya logistik yang selama ini menjadi kendala utama.
Peningkatan akses ini membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa. Aktivitas perdagangan dan distribusi menjadi lebih efisien dan terjangkau.
Langkah ini selaras dengan penguatan program ketahanan pangan di wilayah Minahasa.
“Kalau jembatan ini selesai, kami bisa bawa hasil kebun lebih cepat ke pasar. Ini sangat membantu ekonomi keluarga,” kata salah satu warga Desa Wioi Dua.
Warga Desa Wioi Dua
Tim Menargetkan Penyelesaian Tepat Waktu Pembangunan Jembatan
Tim melanjutkan pekerjaan ke tahap konstruksi fisik setelah menyelesaikan pengukuran. Mereka menjalankan seluruh tahapan sesuai rencana kerja yang telah disusun.
Kodim 1302/Minahasa mengajak masyarakat mendukung proses pembangunan. Dukungan ini mempercepat penyelesaian proyek dan menjaga kualitas pekerjaan.
Pola kerja sama ini juga memperkuat penguatan ruang publik di berbagai wilayah.
Warga Desa Wioi Dua menunggu hasil pembangunan tersebut dengan harapan besar. Mereka ingin jembatan ini segera digunakan dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari.
Jika seluruh proses berjalan lancar, jembatan ini akan menjadi penghubung penting yang mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.
