MEDIASULUT.ID – Banyak masyarakat mulai mencari tahu apa itu PESPARANI setelah Sulawesi Utara ditetapkan sebagai tuan rumah PESPARANI Katolik Nasional IV tahun 2027.
PESPARANI merupakan singkatan dari Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik. Kegiatan ini menjadi ajang nasional umat Katolik di Indonesia yang menggabungkan unsur seni liturgi, pembinaan iman, budaya, dan persaudaraan antar-daerah.
Berbeda dengan lomba musik biasa, PESPARANI tidak hanya menilai kemampuan bernyanyi atau musikalitas peserta. Kegiatan ini juga membawa semangat pewartaan, pelayanan, dan penguatan nilai-nilai religius dalam kehidupan umat Katolik.
Apa Itu PESPARANI Katolik?
PESPARANI Katolik adalah festival seni gerejani yang mempertemukan umat Katolik dari berbagai provinsi di Indonesia melalui lomba paduan suara, musik liturgi, dan kegiatan rohani lainnya.
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama bersama Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional atau LP3KN menyelenggarakan kegiatan tersebut secara berkala.
Selain menjadi ajang perlombaan, PESPARANI juga menjadi ruang pembinaan karakter, penguatan spiritualitas, dan perjumpaan antarumat Katolik dari berbagai budaya di Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, kegiatan ini terus berkembang dan menarik perhatian masyarakat luas, terutama setelah Sulawesi Utara ditetapkan sebagai tuan rumah pesta paduan suara gerejani Katolik Nasional IV tahun 2027.
Sejarah Singkat PESPARANI di Indonesia
PESPARANI lahir sebagai wadah pembinaan seni liturgi Katolik di Indonesia. Pemerintah dan gereja kemudian mengembangkan kegiatan tersebut menjadi ajang nasional yang melibatkan peserta dari seluruh provinsi.
Pelaksanaan pesta paduan suara gerejani tingkat nasional pertama berlangsung di Ambon, Maluku, pada 2018. Setelah itu, kegiatan berlanjut di Kupang, Nusa Tenggara Timur, dan kemudian di Jakarta.
Setiap penyelenggaraan menghadirkan ribuan peserta yang mengikuti berbagai lomba seni gerejani dan kegiatan pembinaan iman.
PESPARANI juga terus berkembang menjadi ruang perjumpaan budaya Katolik Indonesia. Setiap daerah biasanya menampilkan kekhasan musik, bahasa, hingga budaya lokal dalam berbagai penampilan liturgi.
PESPARANI Tidak Hanya Soal Lomba
Banyak orang mengenal PESPARANI sebagai festival paduan suara gerejani. Namun kegiatan ini sebenarnya memiliki tujuan yang jauh lebih luas.
Penyelenggara ingin memperkuat iman umat Katolik melalui seni liturgi dan pelayanan gereja. Selain itu, PESPARANI juga mendorong semangat persaudaraan, toleransi, dan persatuan antar-daerah.
Nilai kerukunan itu juga sejalan dengan kehidupan masyarakat Sulawesi Utara yang selama ini dikenal aktif menjaga harmoni antarumat beragama.
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya bertanding. Mereka juga saling mengenal budaya, tradisi, dan kehidupan umat Katolik dari berbagai wilayah di Indonesia.
Hadirkan Berbagai Kategori Lomba
PESPARANI menghadirkan berbagai kategori lomba yang berkaitan dengan seni liturgi dan pelayanan gereja.
Lomba yang paling dikenal ialah paduan suara gerejani kategori anak, remaja, dewasa, dan campuran. Selain itu, peserta juga mengikuti lomba mazmur, musik liturgi, cerdas cermat rohani, hingga bertutur Kitab Suci.
Beberapa penyelenggaraan juga menghadirkan lomba musik tradisional bernuansa liturgi, termasuk kolintang dan musik inkulturasi daerah.
Kegiatan pendukung seperti seminar, workshop, festival budaya, dan wisata rohani juga menjadi bagian penting dalam PESPARANI.
PESPARANI Dorong Pariwisata dan Ekonomi Daerah
Pesta paduan suara gerejani tidak hanya memberi dampak bagi kehidupan rohani umat Katolik. Event nasional ini juga ikut menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
Ribuan peserta dan tamu yang datang dari berbagai provinsi biasanya meningkatkan aktivitas hotel, restoran, transportasi, dan pelaku UMKM.
Dampak tersebut diperkirakan juga akan terasa di Sulawesi Utara ketika ribuan peserta datang mengikuti PESPARANI Nasional IV tahun 2027. Momentum itu muncul saat kunjungan wisatawan asing ke Manado terus menunjukkan tren peningkatan.
Selain itu, daerah tuan rumah juga mendapat kesempatan memperkenalkan budaya lokal dan destinasi wisata kepada peserta dari seluruh Indonesia.
Ruang Persaudaraan Nasional
PESPARANI kini tidak hanya menjadi agenda gereja atau perlombaan seni liturgi semata. Kegiatan ini berkembang menjadi ruang persaudaraan nasional yang mempertemukan umat Katolik dari berbagai latar belakang budaya.
Melalui musik, doa, dan budaya, peserta membangun semangat kebersamaan sekaligus memperkuat identitas gereja Katolik Indonesia yang beragam.
Karena itu, PESPARANI selalu menarik perhatian masyarakat setiap kali penyelenggara mengumumkan lokasi tuan rumah baru. Selain menghadirkan nuansa religius, kegiatan ini juga membawa dampak sosial, budaya, dan ekonomi bagi daerah penyelenggara.
