MEDIASULUT.ID – Peresmian Gereja Katolik Santa Perawan Maria Stella Maris di Pulau Bunaken menjadi momen bersejarah bagi umat Katolik di wilayah kepulauan Kota Manado. Setelah puluhan tahun beribadah di alam terbuka dan lokasi sederhana, umat akhirnya memiliki gedung gereja permanen sebagai pusat ibadah dan pembinaan iman.
Peresmian gereja katolik bunaken itu berlangsung pada Kamis, 14 Mei 2026, bertepatan dengan Hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus. Ribuan umat hadir mengikuti rangkaian misa pemberkatan yang berlangsung penuh sukacita di Kelurahan Tanjung Parigi, Pulau Bunaken, Kota Manado.
Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benedictus Rolly Untu, MSC, memimpin langsung misa pemberkatan dan peresmian gereja tersebut. Pastor Paroki Ratu Rosari Suci Tuminting, Joseph Pontoan, MSC, juga ikut mendampingi seluruh rangkaian acara bersama umat dan panitia pembangunan.
Lebih dari 1.000 umat menyeberang laut menuju Bunaken untuk mengikuti ziarah paroki sekaligus misa pertama di gedung gereja baru. Cuaca yang bersahabat membuat seluruh prosesi berlangsung lancar sejak pagi hingga selesai.
Gereja Katolik Bunaken Jadi Jawaban Penantian Puluhan Tahun

Keberadaan gereja katolik bunaken menjadi jawaban atas kerinduan umat yang selama 29 tahun belum memiliki tempat ibadah permanen. Sebelum pembangunan dimulai, umat Katolik di Bunaken sering melaksanakan ibadah di ruang terbuka dan lokasi sederhana di sekitar permukiman.
Pembangunan gereja dimulai melalui peletakan batu pertama pada 11 Mei 2025. Pater Joseph Pontoan, MSC, memimpin prosesi awal pembangunan yang bertepatan dengan Hari Minggu Panggilan se-Dunia. Semangat pembangunan rumah ibadah di Sulawesi Utara juga terlihat dalam peletakan batu pertama gereja Katolik di Parepei yang mendapat dukungan luas dari umat dan tokoh daerah.
Panitia pembangunan bersama umat terus menggalang dukungan dan donasi dari berbagai pihak. Total terdapat 817 donatur yang ikut mendukung pembangunan gereja tersebut.
Dukungan itu datang dari tujuh negara dan melibatkan 37 keuskupan dalam proses penggalangan dana. Sebanyak 29 keuskupan berasal dari Indonesia, sedangkan tujuh keuskupan lainnya berasal dari luar negeri.
Partisipasi luas itu menunjukkan kuatnya solidaritas umat Katolik terhadap pembangunan gereja pertama di Pulau Bunaken.
Dukungan umat dari berbagai daerah dan negara ikut mempercepat proses pembangunan hingga gereja akhirnya rampung dan resmi menerima pemberkatan.
Panitia memilih nama Stella Maris sebagai bentuk penghormatan kepada Bunda Maria yang dikenal sebagai pelindung nelayan dan pelaut.
Nama itu sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Bunaken yang hidup di wilayah pesisir dan kawasan wisata bahari terkenal dunia.
Momen kebersamaan umat dalam kegiatan keagamaan di Manado juga terlihat dalam berbagai agenda besar lainnya seperti Paskah Nasional 2026 di Manado yang memperkuat semangat persatuan lintas komunitas.
Misa Pertama Berlangsung Penuh Sukacita dan Haru
Peresmian gereja ditandai dengan penandatanganan prasasti dan gunting pita sebelum misa berlangsung. Umat menyambut prosesi tersebut dengan penuh haru karena impian memiliki gereja permanen akhirnya terwujud.
Suasana misa berlangsung khidmat sejak awal hingga akhir. Banyak umat terlihat mengikuti doa dan nyanyian liturgi dengan penuh penghayatan di dalam gedung gereja baru.
Mgr. Benedictus Rolly Untu, MSC, mengajak umat menjaga semangat persaudaraan dan terus memperkuat kehidupan iman melalui keberadaan gereja baru tersebut.
“Gereja ini bukan hanya bangunan fisik. Gereja ini harus menjadi rumah persaudaraan, tempat umat bertumbuh dalam iman dan kasih,” ujar Mgr. Benedictus Rolly Untu, MSC.
Pater Joseph Pontoan, MSC, juga menyampaikan rasa syukur atas dukungan seluruh umat dan pihak yang terlibat sejak awal pembangunan hingga peresmian.
“Puji Tuhan, penantian panjang umat akhirnya terjawab. Semoga gereja ini menjadi berkat bagi masyarakat Bunaken,” kata Pater Joseph Pontoan, MSC.
Simbol Harapan Baru bagi Umat di Pulau Bunaken

Peresmian gereja katolik bunaken tidak hanya menghadirkan tempat ibadah baru, tetapi juga menjadi simbol harapan dan penguatan spiritual bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
Keberadaan gereja baru akan memperkuat pelayanan pastoral, pendidikan iman, dan kegiatan sosial umat Katolik di Bunaken. Pengurus dan umat juga akan menjadikan gereja tersebut sebagai pusat pembinaan generasi muda Katolik di wilayah pulau.
Banyak umat menyampaikan rasa syukur karena kini mereka dapat mengikuti misa dan kegiatan gereja dengan lebih nyaman. Kehadiran gedung permanen juga mempermudah pelaksanaan sakramen dan agenda keagamaan lainnya.
Dengan berdirinya Gereja Katolik Santa Perawan Maria Stella Maris, umat Katolik Bunaken kini memiliki simbol iman baru yang akan terus menjadi pusat persaudaraan dan pelayanan bagi masyarakat Pulau Bunaken.
