MEDIASULUT.ID – Mickeyla Rumpesak, siswi SD GMIM Malola asal Kabupaten Minahasa Selatan, terpilih mewakili Provinsi Sulawesi Utara dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional Tahun 2026. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan memberikan apresiasi penuh atas capaian tersebut. Pemerintah daerah menilai langkah itu penting untuk menjaga bahasa daerah tetap hidup di tengah perkembangan era digital.
Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar menerima kunjungan Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Utara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI di Kantor Bupati Minahasa Selatan, Selasa, 12 Mei 2026. Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dan pemerintah pusat memperkuat program revitalisasi bahasa daerah melalui pertemuan tersebut. Agenda itu juga membahas persiapan keberangkatan utusan Sulawesi Utara menuju Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional 2026.
Panitia menjadwalkan rangkaian perlombaan mulai Jumat, 22 Mei hingga Selasa, 26 Mei 2026. Kegiatan tersebut akan berlangsung di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM), Jalan Raya Parung–Ciputat Km 19, Serua, Bojongsari, Depok, Jawa Barat.
Festival Bahasa Ibu Nasional Jadi Ajang Pelestarian Budaya

Mickeyla Rumpesak akan tampil pada kategori Mendongeng Bahasa Daerah Minahasa Dialek Tontemboan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI menggelar ajang tersebut dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026.
Masyarakat Sulawesi Utara menyambut capaian itu dengan bangga. Pemerintah daerah menilai keberhasilan tersebut bukan sekadar prestasi pelajar. Pemkab Minsel juga melihat capaian itu sebagai bentuk pelestarian budaya lokal melalui generasi muda.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan terus memperkuat kolaborasi dalam sektor pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Bupati Franky Donny Wongkar juga terus mendorong sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk mendukung pembangunan daerah.
Komitmen tersebut terlihat dalam berbagai agenda strategis daerah. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan sebelumnya memperkuat perencanaan pembangunan melalui Forum Konsultasi Publik RKPD.
Bahasa Tontemboan Didorong Tetap Hidup di Generasi Muda
Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan Mickeyla Rumpesak menembus ajang nasional. Pemerintah daerah menilai penggunaan Bahasa Tontemboan dalam lomba mendongeng menjadi langkah penting untuk menjaga identitas budaya Minahasa.
“Kehadiran Mickeyla di tingkat nasional adalah bukti bahwa generasi muda kita memiliki kecintaan yang besar terhadap akar budayanya. Membawakan dongeng dalam dialek Tontemboan di panggung nasional merupakan kebanggaan besar bagi masyarakat Minahasa Selatan,” ujar Bupati Franky Donny Wongkar.
Pemkab Minsel terus mendukung pelestarian bahasa ibu melalui dunia pendidikan. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah juga terus memperkuat program revitalisasi bahasa daerah untuk menjaga warisan budaya.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan juga memperkuat sektor pendidikan dan kepemudaan melalui berbagai kerja sama strategis bersama kementerian terkait. Langkah itu terlihat dalam agenda sinergi program kepemudaan yang terus dikembangkan pemerintah daerah.
Sinergi Pusat dan Daerah Perkuat Pendidikan di Minahasa Selatan
Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan memperkuat koordinasi dalam bidang pendidikan dan kebudayaan melalui pertemuan tersebut. Pemerintah daerah menilai kolaborasi itu penting untuk memperluas ruang pengembangan talenta pelajar daerah.
Bupati Franky Donny Wongkar terus mendorong pembangunan daerah berbasis kolaborasi dengan pemerintah pusat. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan menjalankan pendekatan tersebut melalui berbagai koordinasi lintas kementerian.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan sebelumnya juga memperkuat kerja sama pembangunan bersama pemerintah pusat melalui agenda sinergi pembangunan nasional bersama Bappenas.
Keikutsertaan Mickeyla Rumpesak di Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional 2026 diharapkan mampu menginspirasi pelajar lain di Minahasa Selatan. Pemerintah daerah optimistis generasi muda mampu menjaga bahasa daerah tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
