MEDIASULUT.ID – Angin puting beliung menerjang Desa Totolan, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Senin, 18 Mei 2026 sekitar pukul 12.30 WITA. Bencana alam tersebut merusak belasan rumah warga dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp71 juta.
Warga langsung berupaya menyelamatkan barang-barang dari dalam rumah saat angin kencang menghantam permukiman. Selain itu, material bangunan seperti seng dan kayu beterbangan di sejumlah titik desa.
Pemerintah desa, personel kepolisian, dan masyarakat kemudian bergerak cepat melakukan penanganan awal. Mereka membersihkan puing-puing bangunan yang berserakan di area permukiman warga.
Belasan Rumah Warga Desa Totolan Mengalami Kerusakan

Data sementara menunjukkan sedikitnya 12 keluarga terdampak akibat terjangan puting beliung di Desa Totolan. Kerusakan terjadi pada bagian atap, dinding, hingga rangka bangunan rumah warga.
Rumah warga yang terdampak antara lain milik keluarga Sangeroki–Mamangkey, Karundeng–Lonto, Rumetor–Lonto, Deske Malingkonor, Sangkoy–Rukidi, Tumembow–Datok, Tairas–Ticoalu, Walean–Rorong, Yance Rumetor, Rorong–Mukuan, Mamangkey–Telap, serta Bretly Sanger.
Meski merusak sejumlah rumah warga, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Warga tetap perlu meningkatkan kewaspadaan karena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Minahasa.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Minahasa juga mengirim bantuan logistik untuk korban bencana di daerah lain sebagai bagian dari penguatan respons kebencanaan daerah. Informasi itu dapat dibaca melalui bantuan korban bencana.
Total Kerugian Puting Beliung di Desa Totolan Diperkirakan Rp71 Juta
Pemerintah bersama aparat kepolisian memperkirakan total kerugian akibat angin puting beliung di Desa Totolan mencapai sekitar Rp71 juta. Nilai tersebut masih bersifat sementara sambil menunggu pendataan lanjutan di lokasi terdampak.
Keluarga Karundeng–Lonto tercatat mengalami perkiraan kerugian terbesar dengan estimasi mencapai Rp15 juta. Selain itu, beberapa rumah warga lain mengalami kerusakan dengan nilai kerugian bervariasi antara Rp1 juta hingga Rp10 juta.
Data sementara menunjukkan keluarga Rumetor–Lonto diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp7 juta. Sementara itu, keluarga Deske Malingkonor, Sangkoy–Rukidi, dan Tumembow–Datok masing-masing diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp10 juta.
Keluarga Tairas–Ticoalu diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp8 juta. Selain itu, keluarga Walean–Rorong, Yance Rumetor, dan Rorong–Mukuan tercatat mengalami kerusakan dengan estimasi kerugian sekitar Rp2 juta.
Sedangkan keluarga Mamangkey–Telap dan Bretly Sanger diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp1 juta. Pemerintah desa masih terus melakukan pendataan untuk memastikan kondisi seluruh rumah warga terdampak.
Atap Rumah Warga Terangkat Akibat Angin Kencang

Terjangan puting beliung menyebabkan sejumlah atap rumah warga terangkat dan rangka bangunan mengalami kerusakan. Hujan deras dan angin kencang menerbangkan sejumlah lembar seng di wilayah Desa Totolan.
Foto-foto di lokasi memperlihatkan bagian rumah warga terbuka akibat atap yang rusak. Selain itu, material bangunan tampak berserakan di halaman rumah dan area permukiman warga.
Warga terlihat berupaya menyelamatkan barang-barang rumah tangga sambil membersihkan sisa material bangunan. Sebagian warga juga mulai memperbaiki bagian rumah yang masih bisa mereka gunakan.
Kondisi cuaca ekstrem yang terjadi secara tiba-tiba membuat masyarakat panik. Namun, warga kemudian saling membantu dan bergotong royong melakukan penanganan awal di lokasi terdampak.
Polsek Kakas dan Warga Lakukan Kerja Bakti
Personel Polsek Kakas bersama Pemerintah Desa Totolan dan masyarakat setempat masih melakukan kerja bakti di lokasi terdampak. Mereka membersihkan puing material bangunan yang berserakan akibat terpaan angin kencang.
Semangat gotong royong warga terlihat saat proses pembersihan berlangsung. Warga saling membantu memperbaiki bagian rumah yang rusak sambil mengevakuasi material yang membahayakan.
Budaya mapalus kembali terlihat saat warga Kakas Barat bergotong royong membersihkan puing dan membantu rumah yang terdampak. Semangat kebersamaan masyarakat di wilayah tersebut sebelumnya juga tampak dalam aksi sosial warga untuk membantu masyarakat terdampak bencana di daerah lain melalui kegiatan gotong royong warga.
Kapolres Minahasa Imbau Warga Waspadai Cuaca Ekstrem
Kapolres Minahasa AKBP Steven J.R. Simbar, S.I.K. mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati menghadapi potensi cuaca ekstrem. Ia meminta warga segera melapor kepada pemerintah setempat maupun pihak kepolisian apabila muncul kondisi darurat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras disertai angin kencang. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, dan Polri bersama pemerintah daerah siap membantu warga yang terdampak,” ujar Kapolres Minahasa.
Selain itu, warga perlu menghindari lokasi rawan pohon tumbang maupun bangunan yang berpotensi membahayakan keselamatan. Langkah mitigasi tersebut membantu masyarakat mengurangi risiko saat cuaca buruk melanda.
Pemerintah Kabupaten Minahasa juga terus memperkuat koordinasi penanganan bencana bersama pemerintah pusat. Langkah itu terlihat saat pemerintah daerah membahas penguatan koordinasi kebencanaan untuk mempercepat respons terhadap warga terdampak bencana.
