MEDIASULUT.ID – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Festival Literasi Tahun 2026, Lomba Bertutur Tingkat SD/MI, serta penerima apresiasi digitalisasi QRIS usai upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118, Rabu, 20 Mei 2026.
Kegiatan berlangsung di lapangan upacara Pemkab Bolaang Mongondow, Lolak. Pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada pelajar, sekolah, puskesmas, dan wajib pajak yang mendukung penguatan pendidikan serta transformasi digital daerah.

Pemkab Bolaang Mongondow menilai penguatan budaya literasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Komitmen peningkatan kualitas pendidikan sebelumnya juga terlihat melalui pengembangan laboratorium komputer SMP 1 Lolak untuk mendukung pembelajaran siswa.
Pemenang Festival Literasi Bolmong 2026 Diumumkan
Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow menyerahkan penghargaan Stand Terbaik Festival Literasi Tahun 2026 kepada sejumlah sekolah.
SMP 5 Dumoga berhasil meraih juara pertama dalam ajang tersebut. Sementara itu, SMP 5 Lolak menempati posisi kedua.
Adapun posisi ketiga diraih SMPN 2 Passi. Ketiga sekolah tersebut dinilai aktif menghadirkan inovasi dan kreativitas dalam mendukung budaya literasi.
Pemkab Bolaang Mongondow berharap Festival Literasi dapat memacu sekolah untuk terus meningkatkan minat baca dan kemampuan belajar siswa.
Festival ini juga memberikan dampak positif terhadap semangat belajar pelajar. Sekolah semakin terdorong menghadirkan program literasi yang kreatif dan berkelanjutan.
Selain itu, kegiatan tersebut membantu memperkuat budaya membaca di lingkungan sekolah. Pemerintah daerah ingin membangun generasi muda yang lebih aktif, kritis, dan percaya diri.
Lomba Bertutur SD Jadi Bagian Penguatan Pendidikan
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bolaang Mongondow juga menggelar Lomba Bertutur Tingkat SD/MI pada 12 hingga 13 Mei 2026.
Teresia Ranti Mokodongan dari SDN 2 Tuduaog Kecamatan Bilalang keluar sebagai juara pertama. Ekarista Elisabeth Piri dari SD Katolik Santa Maria Kosio Kecamatan Dumoga Tengah meraih juara kedua.
Sementara itu, juara ketiga diraih Eklesia Clayrine Dien dari SDN 1 Kosio Kecamatan Dumoga Tengah.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat kemampuan literasi, keberanian tampil, dan kreativitas siswa sejak usia dini.
Lomba bertutur juga membantu siswa meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum. Selain itu, pelajar belajar memahami isi bacaan dan menyampaikan cerita dengan lebih percaya diri.
Pemkab Bolaang Mongondow juga terus mendukung berbagai program peningkatan kualitas pendidikan, termasuk program makan bergizi gratis untuk menunjang tumbuh kembang pelajar.
Penghargaan QRIS Dorong Digitalisasi Daerah Bolmong

Pemkab Bolaang Mongondow juga menyerahkan apresiasi untuk percepatan perluasan digitalisasi daerah melalui penggunaan transaksi QRIS.
Penghargaan kategori wajib pajak pengguna kanal QRIS Tahun 2025 diberikan kepada Afandi Potabuga dan Dr. Herald I. Lapian sebagai wajib pajak BPHTB.
Selain itu, Desa Cempaka juga menerima penghargaan sebagai wajib pajak mineral bukan logam dan batuan yang aktif menggunakan transaksi QRIS.
Pemerintah daerah turut memberikan penghargaan kepada puskesmas dengan nilai transaksi QRIS tertinggi. Puskesmas Doloduo meraih peringkat pertama.
Puskesmas Lolak berada di posisi kedua. Sementara itu, Puskesmas Inobonto menempati posisi ketiga.
Pemkab Bolaang Mongondow menilai penggunaan transaksi digital membantu meningkatkan transparansi, kemudahan layanan, dan efisiensi pembayaran di lingkungan pemerintahan daerah.
Festival Literasi Bolmong Buka Ruang Kompetisi Positif Antar Sekolah
Festival Literasi Bolmong 2026 juga menghadirkan ruang kompetisi positif antar sekolah di Bolaang Mongondow. Setiap sekolah berlomba menampilkan kreativitas terbaik dalam mengembangkan budaya literasi.
Kompetisi tersebut mendorong guru dan siswa semakin aktif menciptakan program pembelajaran yang inovatif. Sekolah tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga membangun budaya membaca dan komunikasi yang kuat.
Selain itu, kegiatan seperti ini membantu mempererat kolaborasi antar sekolah. Pelajar dapat saling belajar, bertukar ide, dan meningkatkan motivasi untuk terus berprestasi.
Pemkab Bolaang Mongondow menilai kompetisi literasi mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih aktif dan produktif. Dampaknya tidak hanya dirasakan siswa, tetapi juga guru dan lingkungan sekolah secara keseluruhan.
Pemkab Bolmong Dorong Budaya Literasi Berkelanjutan
Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow menegaskan komitmennya dalam membangun budaya literasi yang berkelanjutan di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Melalui Festival Literasi dan Lomba Bertutur, pemerintah daerah ingin menciptakan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan membaca, berbicara, dan berpikir kreatif.
Kegiatan ini juga mendorong peningkatan kualitas pendidikan daerah dalam jangka panjang. Semakin kuat budaya literasi, semakin besar peluang generasi muda Bolaang Mongondow untuk bersaing di masa depan.
Pemkab Bolaang Mongondow juga terus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan pelayanan publik dan pembangunan daerah, termasuk lewat penguatan kinerja ASN Bolmong.
Pemkab Bolaang Mongondow optimistis budaya literasi yang kuat dapat mendukung lahirnya generasi muda yang unggul, kreatif, dan siap menghadapi perkembangan zaman.
