MEDIASULUT.ID – Pembangunan MORR III Sulut terus dipercepat untuk memperkuat konektivitas menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung sekaligus memperlancar distribusi logistik di Sulawesi Utara. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara memastikan proyek ini menjadi infrastruktur kunci yang langsung mendorong efisiensi transportasi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Menteri PUPR Dody Hanggodo bersama Direktur Jenderal Bina Marga Roy Rizali Anwar meninjau langsung pembangunan ini pada 13 September 2025 di Manado. Pemerintah menempatkan pembangunan MORR III Sulut sebagai bagian dari strategi besar penguatan konektivitas kawasan timur Indonesia.
Pembangunan MORR III Sulut menghubungkan jaringan jalan nasional di Kota Manado dengan jalan tol Manado–Bitung. Koneksi ini menjadi kebutuhan mendesak karena arus logistik saat ini masih melewati pusat kota yang padat dan sering menimbulkan hambatan distribusi.
Kondisi tersebut membuat distribusi barang berjalan tidak efisien. Kendaraan logistik harus melewati jalur padat di dalam kota sehingga waktu tempuh meningkat dan biaya operasional ikut naik.

Kasatker PJN Wilayah I BPJN Sulawesi Utara, Ringgo Radetyo, menegaskan pembangunan MORR III Sulut hadir sebagai solusi strategis untuk mengatasi persoalan konektivitas tersebut.
“Pembangunan MORR III Sulut menjadi kunci dalam mendukung pengembangan KEK Bitung karena hingga saat ini tol Manado–Bitung belum terkoneksi langsung dengan jaringan jalan lingkar. Kami merancang MORR III agar arus logistik tidak lagi bergantung pada jalur dalam kota,” ujar Ringgo Radetyo.
Direktur Jenderal Bina Marga Roy Rizali Anwar menegaskan fungsi utama MORR III sebagai jalan lingkar strategis yang membagi arus lalu lintas dan menghubungkan kawasan penting di Sulawesi Utara.
“MORR III kami siapkan sebagai tulang punggung konektivitas Manado. Jalan ini tidak hanya membagi arus lalu lintas, tetapi juga menghubungkan bandara, pelabuhan Bitung, dan KEK Bitung sehingga mobilitas barang dan orang dapat berjalan lebih cepat dan efisien,” kata Roy Rizali Anwar.
Distribusi Logistik Masih Terhambat di Kota Manado
Kendaraan logistik yang masuk ke tol Manado–Bitung hingga saat ini belum dapat langsung menuju kawasan industri dan pelabuhan di Bitung. Truk logistik masih harus menunggu waktu tertentu, terutama malam hari, untuk melintasi Kota Manado.

Kondisi ini memicu antrean panjang dan meningkatkan kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama. Pelaku usaha harus menyesuaikan jadwal distribusi agar terhindar dari kemacetan yang sering terjadi pada siang hari.
Situasi tersebut meningkatkan biaya logistik karena kendaraan menghabiskan waktu lebih lama di jalan. Selain itu, ketidakpastian waktu tempuh juga mengganggu efisiensi rantai pasok barang.
Pembangunan MORR III Sulut pada ruas Kalasey–Winangun menghadirkan solusi konkret. Jalur ini memungkinkan kendaraan logistik langsung dialihkan ke jalan lingkar tanpa harus memasuki pusat kota.
Seorang warga Winangun menyampaikan dampak positif yang akan dirasakan masyarakat jika jalur ini berfungsi penuh.
“Kalau truk tidak lagi melewati dalam kota, arus lalu lintas akan jauh lebih lancar. Aktivitas kami menjadi lebih nyaman dan waktu tempuh harian bisa lebih singkat,” ujar warga tersebut.
Pembangunan MORR III Tahap Empat Perkuat Jalur Alternatif

Pembangunan MORR III Sulut tahap empat saat ini berjalan dengan panjang ruas sekitar 2,6 kilometer. Tahapan ini melanjutkan pembangunan sebelumnya yang secara bertahap membentuk jaringan jalan lingkar di wilayah selatan Kota Manado.
Secara keseluruhan, MORR III memiliki panjang 11,39 kilometer yang terbagi dalam lima tahap pembangunan. Tahap satu sepanjang 1,64 kilometer selesai pada 2021. Pada tahap dua sepanjang 1,50 kilometer selesai pada 2022. Selanjutnya tahap ketiga sepanjang 1,90 kilometer selesai pada 2023.
Tahap empat yang sedang berjalan ditargetkan selesai dalam rentang 2025 hingga 2027. Tahap lima sepanjang 3,7 kilometer direncanakan menjadi penyempurna konektivitas jaringan jalan lingkar ini.
Ruas Kalasey–Winangun menjadi bagian krusial karena mengalihkan arus kendaraan dari Minahasa Utara dan Kota Bitung. Jalur ini langsung mengurangi beban lalu lintas di pusat Kota Manado.
Pemerintah menargetkan pembangunan ini memperkuat konektivitas regional, termasuk mendukung distribusi logistik kawasan timur yang terus berkembang.
Tahap Lima Jadi Kunci Konektivitas Tol
BPJN Sulawesi Utara menyiapkan pembangunan MORR III tahap lima sepanjang 3,7 kilometer sebagai penghubung utama antara MORR III, MORR I, dan tol Manado–Bitung.

Jika seluruh tahapan selesai, kendaraan dari Manado dapat langsung mengakses tol menuju Bitung tanpa melewati jalan kota. Koneksi ini akan memangkas waktu tempuh secara signifikan.
Pemerintah memperkirakan waktu perjalanan dari Manado menuju Minahasa yang sebelumnya sekitar satu jam dapat dipangkas menjadi sekitar 15 menit jika jaringan MORR tersambung penuh.
“Dengan tersambungnya seluruh jaringan MORR, kami menargetkan efisiensi waktu tempuh yang signifikan. Perjalanan yang sebelumnya memakan waktu sekitar satu jam dapat dipersingkat menjadi sekitar 15 menit,” tegas pihak BPJN Sulawesi Utara.
Konektivitas ini juga memperkuat peran KEK Bitung sebagai pusat industri dan logistik nasional. Akses jalan yang cepat dan terintegrasi menjadi faktor utama dalam menarik investasi baru.
Dukungan ini sejalan dengan tren pertumbuhan ekonomi Sulut yang terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Pembangunan MORR III Urai Kemacetan Manado
Pembangunan MORR III Sulut berperan langsung dalam mengurai kemacetan di kawasan Malalayang dan jalur utama dalam Kota Manado seperti Jalan Boulevard dan Pierre Tendean.
Selama ini, jalur tersebut menjadi lintasan utama kendaraan dari Minahasa Utara dan Kota Bitung sehingga volume kendaraan sangat tinggi setiap hari.
Jalur lingkar MORR III mengalihkan kendaraan secara langsung tanpa melewati pusat kota. Langkah ini menurunkan volume kendaraan secara signifikan di ruas utama.
Pengurangan beban lalu lintas meningkatkan kenyamanan pengguna jalan serta menurunkan potensi kemacetan berkepanjangan. Pemerintah juga mendorong sistem transportasi yang lebih efisien melalui pembangunan ini.
Dampak Pembangunan MORR III bagi Ekonomi Sulut

Pembangunan MORR III Sulut memberikan dampak luas terhadap perekonomian daerah. Infrastruktur ini mempercepat arus barang dari pelabuhan, kawasan industri, hingga wilayah hinterland.
KEK Bitung membutuhkan akses jalan yang cepat, aman, dan terintegrasi. Koneksi MORR III dengan tol Manado–Bitung menjawab kebutuhan tersebut secara langsung.
Distribusi logistik yang lebih efisien akan menekan biaya transportasi dan meningkatkan daya saing industri. Kondisi ini juga membuka peluang investasi baru di berbagai sektor.
Pemerintah juga mengintegrasikan pembangunan ini dengan program prioritas nasional seperti Inpres Jalan Daerah (IJD) yang mendukung akses kawasan industri. BPJN Sulawesi Utara bahkan mengusulkan penanganan jalan sepanjang sekitar 1 kilometer dengan nilai anggaran sekitar Rp 51,1 miliar untuk mendukung KEK Bitung.
Kebijakan ini selaras dengan arah pengembangan investasi Sulut yang mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang berbasis konektivitas.
Pemerintah optimistis pembangunan MORR III Sulut akan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan produktivitas daerah, serta mempercepat pemerataan pembangunan di Sulawesi Utara.
