MEDIASULUT.ID – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow menegaskan komitmen kuat dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis sebagai program strategis nasional yang Presiden Prabowo Subianto canangkan.
Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow merealisasikan komitmen itu dengan meresmikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Desa Kosio, Kecamatan Dumoga Tengah, pada Senin, 12 Januari 2026. Pemerintah daerah memastikan dapur ini beroperasi optimal dan tepat sasaran untuk mendukung pelaksanaan program MBG.
Peresmian Dapur SPPG Jadi Bukti Dukungan Nyata
Wakil Bupati Bolaang Mongondow Dony Lumenta meresmikan langsung dapur SPPG Kosio. Selain itu, ia menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Dony Lumenta menjelaskan bahwa pemenuhan gizi yang baik akan meningkatkan pertumbuhan, kecerdasan, dan daya saing anak-anak sekolah. Dengan demikian, pemerintah daerah terus memperkuat implementasi program ini.
“Program Makan Bergizi Gratis adalah program strategis nasional yang harus kita dukung bersama. Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow berkomitmen penuh mengawal pelaksanaannya agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya anak-anak sekolah,” ujar Dony Lumenta.
Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Jadi Kunci
Dony Lumenta memberikan apresiasi kepada yayasan dan pengelola dapur SPPG Kosio yang membangun fasilitas dapur lengkap dengan sarana pendukung. Sementara itu, ia menilai kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan program nasional ini.
Dony Lumenta menegaskan bahwa dapur SPPG tidak hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dalam membangun masa depan generasi muda. Oleh karena itu, semua pihak harus menjaga sinergi tersebut, termasuk melalui penguatan layanan gizi Dumoga Timur.
“Tanpa keterlibatan masyarakat, program sebesar ini tidak akan berjalan maksimal. Oleh karena itu, kolaborasi harus terus dijaga dan diperkuat,” tegas Dony Lumenta.
Dapur SPPG Dorong Ekonomi Lokal
Dony Lumenta menjelaskan bahwa dapur SPPG berperan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Lebih lanjut, program ini memanfaatkan bahan pangan dari hasil pertanian dan peternakan masyarakat setempat.
Pemerintah daerah menyerap hasil produksi petani melalui koperasi atau mekanisme yang telah ditetapkan untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG. Akibatnya, program ini meningkatkan pendapatan petani sekaligus menggerakkan ekonomi lokal, sejalan dengan langkah pengendalian inflasi daerah.
“Program Makan Bergizi Gratis harus memberikan manfaat ganda. Selain meningkatkan kualitas gizi generasi muda, program ini juga membuka peluang ekonomi dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” jelas Dony Lumenta.
Pengawasan Ketat dan Standar Operasional
Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow memprioritaskan pengawasan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Kemudian, Dony Lumenta mewajibkan seluruh dapur SPPG mengikuti petunjuk teknis dan standar operasional yang telah ditetapkan.
Satuan Tugas Program Makan Bergizi Gratis melakukan pengawasan, evaluasi, serta memberikan rekomendasi jika menemukan pelanggaran di lapangan. Dengan demikian, kualitas program tetap terjaga.
“Jika ditemukan persoalan di lapangan, Satgas MBG memiliki kewenangan memberikan rekomendasi, termasuk penutupan sementara dapur SPPG apabila tidak memenuhi standar,” tegas Dony Lumenta.
Keamanan Pangan Jadi Prioritas Utama
Dony Lumenta memastikan seluruh makanan yang disalurkan telah melalui proses pengujian ketat. Selain itu, pengelola dapur memilih bahan baku berkualitas, mengolah makanan sesuai standar, dan mendistribusikannya secara aman.
Pemerintah daerah memastikan anak-anak menerima makanan yang sehat, aman, dan layak konsumsi. Bahkan, pemerintah memperkuat jangkauan layanan seperti pengembangan dapur gizi wilayah lain untuk memperluas manfaat program.
1.050 Penerima Manfaat Tahap Awal
Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow menyalurkan Program Makan Bergizi Gratis kepada 1.050 penerima manfaat pada tahap awal operasional. Rinciannya, program ini mencakup 122 penerima porsi kecil dan 928 penerima porsi besar.
Distribusi makanan bergizi menjangkau enam sekolah di sekitar wilayah dapur SPPG Kosio. Ke depan, pemerintah daerah menargetkan peningkatan jumlah penerima manfaat seiring optimalisasi program di seluruh wilayah.
Dukungan Lintas Sektor Perkuat Program
Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow menghadirkan berbagai unsur dalam peresmian dapur SPPG Kosio. Di sisi lain, kegiatan ini melibatkan Dinas Kesehatan, Camat Dumoga Tengah, aparat TNI–Polri, para Sangadi, kepala sekolah, relawan, dan perwakilan masyarakat.
Kehadiran lintas sektor ini memperkuat komitmen bersama dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis serta membangun generasi sehat di Kabupaten Bolaang Mongondow.
