MEDIASULUT.ID – Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar meninjau fasilitas produksi PT Sasa Inti di Desa Radey, Kecamatan Tenga, pada Selasa, 31 Maret 2026. Kunjungan Bupati Minsel ini menunjukkan langkah konkret pemerintah daerah dalam memperkuat sektor industri dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan menggelar kunjungan ini bersama Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara. Selain itu, kedua pemerintah daerah membangun sinergi aktif dengan sektor swasta sekaligus memastikan operasional industri berjalan optimal di wilayah perbatasan sebagai bagian dari penguatan sinergi pembangunan. Selanjutnya, pemerintah daerah memperkuat koordinasi lintas wilayah agar program berjalan lebih efektif.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Franky Wongkar menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha. Selain itu, ia menekankan bahwa investasi harus memberi dampak nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah terus mengawal setiap investasi agar tetap berpihak pada kepentingan publik.
“Kami memastikan investasi ini memberi manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam penciptaan lapangan kerja dan peningkatan ekonomi lokal,” kata Franky Wongkar.
Sinergi Pemda dan Industri Diperkuat

Pemerintah memanfaatkan kunjungan ini sebagai momentum untuk memperkuat hubungan dengan dunia usaha. Di sisi lain, Pemerintah membuka komunikasi aktif dengan pihak perusahaan untuk memastikan program berjalan selaras dengan kebutuhan daerah.
Pemkab Minahasa Selatan mendorong investasi yang menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. Selain itu, pemerintah mengarahkan perusahaan untuk melibatkan tenaga kerja lokal dan mendukung ekonomi berbasis desa.
Dengan demikian, langkah ini memperkuat posisi Minahasa Selatan sebagai daerah yang ramah investasi dan memiliki potensi industri berbasis sumber daya lokal.
Profil PT Sasa Inti dan Ekspansi Bisnis

PT Sasa Inti merupakan bagian dari Rodamas Group yang berdiri sejak 1968 di Gending, Probolinggo. Perusahaan ini memproduksi berbagai kebutuhan makanan dan bumbu yang dikenal luas di Indonesia.
Seiring perkembangan bisnis, perusahaan terus memperluas jaringan ke berbagai wilayah, termasuk Sulawesi Utara. Ekspansi ini memperkuat distribusi produk sekaligus membuka peluang ekonomi baru di daerah.
Perusahaan memanfaatkan potensi kelapa sebagai komoditas unggulan daerah untuk memperkuat industri berbasis lokal yang sejalan dengan upaya pemerataan ekonomi daerah.
Dampak Ekonomi Langsung bagi Masyarakat Lokal

PT Sasa Inti mengoperasikan pabrik di Desa Radey sejak 1 April 2020 setelah mengakuisisi PT Global Coconut. Perusahaan memanfaatkan lahan sekitar 8 hektar untuk memproduksi santan kemasan dengan pasar nasional dan internasional.
Selain itu, perusahaan menyerap sekitar 1.300 tenaga kerja dan memprioritaskan warga dari desa sekitar. Kebijakan ini meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengurangi angka pengangguran.
Petani kelapa memperoleh akses pasar yang lebih stabil dan harga yang lebih kompetitif untuk hasil panen. Akibatnya, kondisi ini memperkuat ekonomi berbasis pertanian di wilayah tersebut.
Kunjungan bupati minsel memperkuat pengawasan pemerintah terhadap dampak ekonomi yang dihasilkan industri ini.
Program TJSL Perkuat Pembangunan Daerah
PT Sasa Inti menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan secara aktif. Selain itu, perusahaan menyelaraskan program tersebut dengan prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, termasuk melalui program sosial pemerintah.
Perusahaan mendukung kegiatan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, program ini meningkatkan kualitas hidup warga di sekitar kawasan industri.
Pemerintah daerah mengawal pelaksanaan program tersebut agar berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Kehadiran Pejabat dan Dukungan Lintas Daerah

Bupati Minahasa Tenggara Ronald Kandoli menghadiri kegiatan ini bersama Ketua TP-PKK Stefa Antou dan jajaran pemerintah daerah. Selain itu, anggota DPRD Minahasa Tenggara Vanda Rantung juga mengikuti kunjungan tersebut.
Manajemen PT Sasa Inti seperti Linda Prang, Nanang Taryana, dan Donny Lumintang mendampingi jalannya kegiatan. Mereka menjelaskan proses produksi dan kontribusi perusahaan bagi daerah.
Bupati Minahasa Selatan hadir bersama jajaran pejabat Pemkab Minahasa Selatan yang mendukung penguatan sektor industri.
Pada akhirnya, pemerintah berharap kunjungan ini memperkuat kerja sama antara pemerintah dan industri. Kolaborasi ini mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Minahasa Selatan.
