MEDIASULUT.ID – Kebakaran kapal di Bitung terjadi pada KM Maranatha 04 di perairan Selat Lembeh, Rabu, 15 April 2026, sekitar pukul 05.15 WITA. Api cepat membesar dan menghanguskan sebagian besar badan kapal.
Peristiwa kebakaran kapal Bitung ini terjadi di depan dermaga Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Pelabuhan Perikanan Bitung. Kepulan asap bahkan masih terlihat hingga sekitar pukul 05.44 WITA sebelum api berhasil padam.
Kronologi Kebakaran Kapal di Bitung

Kebakaran kapal di Bitung bermula saat KM Maranatha 04 sedang berlabuh di dermaga. Asap tiba-tiba muncul dari bagian kapal dan langsung memicu kobaran api yang cepat membesar.
Saat kejadian, sebagian Anak Buah Kapal (ABK) sedang beristirahat, sementara beberapa lainnya meninggalkan kapal. Kondisi ini membuat api cepat menyebar tanpa penanganan awal.
Dalam waktu singkat, api melahap sebagian besar badan kapal hingga menyebabkan kerusakan parah. Lokasi kejadian berada di area padat aktivitas pelabuhan sehingga sempat memicu kekhawatiran.
Respons Cepat Ditpolairud Polda Sulut

Masyarakat langsung melaporkan kejadian ini kepada Ditpolairud Polda Sulut. Tim segera bergerak menggunakan kapal patroli KP SBU XV 2003 yang dipimpin Bripka Hanny Wantania.
Setibanya di lokasi, petugas langsung mengevakuasi korban dan memadamkan api menggunakan peralatan firefighting. Mereka bergerak cepat untuk mencegah api merembet ke kapal lain.
“Fokus utama kami saat tiba adalah memastikan keselamatan nyawa. Dua orang ABK yang sedang bertugas menjaga kapal berhasil kami evakuasi dalam keadaan selamat tanpa luka sedikitpun,” ujar Bripka Hanny Wantania.
Berkat respons cepat tersebut, petugas berhasil mengendalikan api dalam waktu singkat tanpa mengganggu lalu lintas pelayaran di Selat Lembeh.
Dugaan Penyebab dan Kerugian
Petugas menduga gangguan instalasi listrik di dalam kapal memicu kebakaran kapal di Bitung ini. Namun, tim masih menyelidiki lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti.
Peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa. Dua ABK yang berada di kapal selamat tanpa luka.
Kebakaran ini menyebabkan kerugian materiil sekitar Rp1 miliar. Api melahap sebagian besar badan kapal dan menimbulkan kerusakan berat, termasuk dampak dari proses pemadaman.
Selat Lembeh Jalur Sibuk, Kebakaran Nyaris Picu Dampak Lebih Besar

Kebakaran ini terjadi di Selat Lembeh yang menjadi jalur pelayaran padat di Bitung. Aktivitas kapal nelayan hingga kapal logistik berlangsung hampir sepanjang hari di kawasan tersebut.
Jika api tidak cepat terkendali, kebakaran berpotensi merembet ke kapal lain yang berada di sekitar lokasi. Kondisi itu dapat memicu gangguan serius terhadap lalu lintas pelayaran dan aktivitas ekonomi di perairan Bitung.
Respons cepat Ditpolairud Polda Sulut menjadi faktor kunci yang mencegah dampak lebih besar. Petugas langsung melakukan pemadaman terarah sehingga api tidak menyebar ke area sekitar.
Insiden ini sekaligus mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan di jalur perairan sibuk. Setiap potensi gangguan dapat berkembang menjadi risiko besar jika tidak tertangani dengan cepat.
Imbauan dan Kewaspadaan di Perairan
Dirpolairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas mengapresiasi kesigapan personel dalam menangani kejadian tersebut.
Ia menegaskan bahwa respons cepat ini menjadi bentuk komitmen dalam memberikan perlindungan bagi masyarakat pengguna jasa kelautan.
“Kami bersyukur tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Saat ini, tim masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran,” ujarnya.
Ia juga mengimbau seluruh pemilik kapal dan awak kapal untuk rutin melakukan pemeriksaan, khususnya instalasi listrik, guna mencegah kejadian serupa.
Sejumlah insiden di wilayah perairan sebelumnya juga menunjukkan pentingnya kewaspadaan, seperti kecelakaan perahu di Pulau Gangga dan nelayan hilang di Talaud.
Karena itu, penguatan sektor nelayan terus berjalan, termasuk melalui program literasi keuangan nelayan untuk meningkatkan kesiapsiagaan di laut.
