MEDIASULUT.ID – Cuaca ekstrem Manado memicu banjir dan genangan di sejumlah wilayah pada Rabu, 27 Mei 2026. Hujan deras mengguyur hampir seluruh kawasan Kota Manado sejak sore hingga malam hari.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) lebih dulu mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Sulawesi Utara. BMKG memperkirakan hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang akan terjadi di Kota Manado.
Cuaca buruk itu langsung mengganggu aktivitas warga. Genangan muncul di sejumlah ruas jalan, sementara debit air sungai mulai naik di beberapa kawasan permukiman.
Banjir Mulai Rendam Sejumlah Wilayah

Hujan deras menyebabkan banjir dan genangan di beberapa titik Kota Manado. Wilayah seperti Dendengan, Tikala, dan kawasan sekitar bantaran sungai menjadi daerah yang paling terdampak.
Air mulai masuk ke rumah warga setelah hujan turun selama beberapa jam tanpa henti. Banyak pengendara juga kesulitan melintas karena genangan menutup sebagian badan jalan.
Warga terus memantau kondisi sungai pada malam hari. Sebagian warga memilih memindahkan barang-barang penting ke tempat yang lebih aman untuk mengantisipasi banjir susulan.
Kondisi cuaca ekstrem Manado kali ini kembali mengingatkan warga pada kejadian sebelumnya, termasuk saat curah hujan tinggi di Manado Tua memicu longsor dan mengganggu aktivitas masyarakat.
BMKG Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
BMKG mencatat hampir seluruh kecamatan di Kota Manado berpotensi mengalami hujan pada 27 Mei 2026. Kawasan seperti Wenang, Wanea, Tikala, Tuminting, Singkil, dan Malalayang mengalami hujan dengan intensitas sedang.
Sementara itu, wilayah Mapanget mengalami hujan ringan. Suhu udara berada pada kisaran 24 hingga 30 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan yang tinggi.
Petir dan angin kencang juga muncul di beberapa wilayah Kota Manado. Kondisi itu meningkatkan risiko pohon tumbang dan gangguan aktivitas luar ruangan.
BMKG meminta warga tidak beraktivitas di sekitar bantaran sungai saat hujan deras berlangsung. BMKG juga meminta masyarakat segera mencari tempat aman ketika debit air mulai meningkat.
Cuaca Buruk Ganggu Aktivitas dan Pelayaran

Cuaca ekstrem Manado turut mengganggu aktivitas transportasi laut di Sulawesi Utara. Gelombang tinggi dan angin kencang memengaruhi pelayaran KM Merit Teratai pada rute Manado–Tahuna.
Hujan deras juga memperlambat arus kendaraan di sejumlah ruas jalan utama Kota Manado. Banyak pengendara mengurangi kecepatan karena jalan licin dan tertutup genangan.
Kondisi cuaca seperti ini membuat warga perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat di lingkungan permukiman. Sebelumnya, peristiwa kebakaran di Singkil Manado juga menunjukkan pentingnya respons cepat saat kondisi darurat terjadi.
Warga Diminta Pantau Kondisi Cuaca
BMKG memperkirakan hujan masih berpotensi turun dalam beberapa hari ke depan. Karena itu, warga perlu terus memantau perkembangan cuaca melalui informasi resmi.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau titik rawan banjir dan longsor di Kota Manado. Petugas juga mengingatkan warga agar segera melapor jika menemukan kondisi darurat.
Upaya menjaga lingkungan juga berperan penting untuk mengurangi dampak banjir di kawasan perkotaan. Pemerintah Kota Manado sebelumnya terus mendorong gerakan penghijauan dan penataan kawasan pesisir melalui program gerakan ASRI pesisir Manado.
Warga diimbau tetap waspada, mengurangi aktivitas di lokasi rawan bencana, dan menjaga keselamatan selama cuaca ekstrem berlangsung.
