MEDIASULUT.ID – Ratusan anak muda dari berbagai daerah di Sulawesi Utara berkumpul di Manado, Minggu, 26 April 2026. Mereka tidak sekadar hadir dalam sebuah acara organisasi, tetapi menjadi bagian dari momentum penting yang melahirkan kepemimpinan baru.
Dalam rangkaian Tunas III, Musyawarah Daerah (Musda) III, dan pelantikan pengurus Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Sulut, nama Standius Bara Prima langsung mencuat sebagai simbol regenerasi yang lahir dari proses kaderisasi.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Four Points by Sheraton Manado ini menghadirkan kader dari 15 kabupaten dan kota. Bahkan, peserta dari luar daerah turut hadir dan memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Bara Prima Lahir dari Kaderisasi, Terpilih Aklamasi Pimpin TIDAR Sulut
Standius Bara Prima muncul dari proses kaderisasi berjenjang dalam organisasi TIDAR. Sebelumnya, ia dan para kader lainnya telah melewati Tunas I dan Tunas II di tingkat cabang sebelum melanjutkan ke Tunas III.
Program kaderisasi ini berfokus pada pembentukan karakter, peningkatan kapasitas organisasi, serta kesiapan menghadapi dinamika politik. Dengan bekal tersebut, kader yang lulus dinilai siap mengambil peran strategis di tingkat daerah.
Selain itu, TIDAR juga menyiapkan rencana Tunas IV sebagai kelanjutan kaderisasi menuju level nasional.

Dalam Musyawarah Daerah (Musda) III TIDAR Sulut, proses kaderisasi tersebut bermuara pada penetapan kepemimpinan baru.
Peserta Musda secara aklamasi memilih Standius Bara Prima sebagai Ketua Pengurus Daerah TIDAR Sulawesi Utara periode 2026–2031.
Kesepakatan aklamasi ini menunjukkan kuatnya dukungan kader terhadap kepemimpinan baru. Sekaligus, keputusan tersebut melanjutkan estafet kepemimpinan dari ketua TIDAR Sulut sebelumnya, Tommy Daud Parasan.
Profil dan Perjalanan Standius Bara Prima
Standius Bara Prima, S.I.Kom., M.I.Kom., yang akrab disapa Bara Prima atau Bro Bara, lahir di Serang, Banten, pada tahun 1996. Ia dikenal sebagai sosok pemuda multitalenta yang kini aktif dan menetap di Sulawesi Utara.
Ia menempuh pendidikan di bidang komunikasi dengan meraih gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom.) dan Magister Ilmu Komunikasi (M.I.Kom.). Bekal akademik ini memperkuat kemampuannya dalam membangun komunikasi publik sekaligus memimpin organisasi.
Perjalanan Bara Prima di dunia organisasi tidak instan. Ia memulai dari tingkat paling bawah sebagai kader TIDAR di level Pimpinan Cabang (PC). Ia bahkan harus berpindah dari Barat Pulau Jawa ke Sulawesi Utara untuk melanjutkan pengabdian. Dalam proses tersebut, ia juga pernah mengalami kekalahan dalam kontestasi politik, yang justru membentuk ketahanan dan perspektif kepemimpinannya.
Momentum penting datang saat Musyawarah Daerah (Musda) III TIDAR Sulut pada Minggu, 26 April 2026 di Hotel Four Points by Sheraton Manado. Dalam forum tersebut, ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengurus Daerah TIDAR Sulawesi Utara periode 2026–2029, menggantikan Tommy Daud Parasan. Ia juga langsung menerima pataka dari Ketua Umum PP TIDAR, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.
Sebelumnya, ia juga sempat terjun dalam kontestasi politik dengan maju sebagai calon anggota DPRD Provinsi Banten daerah pemilihan Banten 1 pada Pemilu 2024. Pengalaman itu menjadi bagian penting dalam membentuk pemahaman politik dan kepemimpinannya.
Aktivitas dan Kiprah Bara Prima di Berbagai Bidang

Di luar aktivitas politik, Bara Prima aktif sebagai penggerak literasi. Ia menjabat sebagai Ketua Umum Putra Putri Literasi Sulawesi Utara dan rutin menginisiasi kegiatan edukasi di sekolah-sekolah. Salah satunya terlihat dalam peringatan Hari Buku Sedunia 2026 di SMA Negeri 1 Bintauna, yang melibatkan pelajar secara langsung.
Ia juga dikenal di dunia kreatif sebagai musisi. Dengan nama panggung Bara Prima, ia telah merilis sejumlah karya yang tersedia di platform digital seperti Spotify. Selain itu, ia menjalankan usaha mandiri di sektor ekonomi kreatif dan terlibat dalam pengembangan Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Sulawesi Utara.
Tak hanya itu, Bara Prima juga aktif di bidang olahraga, khususnya catur. Ia menjabat sebagai Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Serang periode 2023–2027. Di bawah kepemimpinannya, Percasi Serang menyelenggarakan Liga Catur 2025 dan mendorong pembentukan sekolah catur sebagai bagian dari pembinaan atlet muda.
Dalam bidang sosial, ia mendirikan Bara Foundation (@inibarafoundation), sebuah gerakan kepemudaan yang fokus pada kegiatan sosial, keagamaan, pendidikan, dan kebudayaan. Melalui inisiatif ini, ia mendorong keterlibatan anak muda dalam aksi nyata di tengah masyarakat.
Dengan latar belakang yang beragam dan pengalaman lintas bidang, Bara Prima kini dipandang sebagai figur muda yang membawa energi baru dalam kepemimpinan organisasi. Ia menegaskan komitmennya untuk mendorong peran aktif generasi muda.
“Kita anak muda bukan pelengkap, tapi kita mesin utama penggerak bangsa,” ujarnya, sembari menekankan semangat TIDAR Sulut yang inklusif, kolaboratif, dan siap turun langsung ke akar rumput.
Rahayu Saraswati Lantik Pengurus Baru TIDAR Sulut

Ketua Umum Pengurus Pusat TIDAR, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, hadir langsung dan melantik pengurus baru TIDAR Sulut. Ia juga menyerahkan pataka sebagai simbol kepemimpinan organisasi.
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo merupakan Ketua Umum Pengurus Pusat TIDAR sekaligus tokoh muda nasional di bidang politik. Ia saat ini duduk sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra.
Sebagai bagian dari keluarga besar Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati memiliki rekam jejak kuat dalam isu pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta kepemudaan.
Dalam perannya di TIDAR, ia aktif mendorong penguatan kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan anak muda di berbagai daerah di Indonesia.
Kehadiran pimpinan pusat tersebut memberikan motivasi besar bagi kader di daerah. Dalam kesempatan itu, Standius Bara Prima menegaskan peran strategis generasi muda.
“Kita anak muda bukan pelengkap, tapi kita mesin utama penggerak bangsa,” ujar Rahayu Saraswati.
Sinergi Pemerintah dan TIDAR Perkuat Peran Pemuda
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, turut hadir dan memberikan ucapan selamat kepada pengurus baru. Ia menekankan pentingnya sinergi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah daerah.
“Sebagai Pimpinan Daerah, saya berharap pengurus yang baru dilantik dapat bersinergi erat dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Mari kita bersama-sama membangun generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap menjadi agen perubahan untuk mewujudkan Sulawesi Utara yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” ujar Yulius Selvanus.
Menurutnya, generasi muda harus menjadi motor penggerak pembangunan dengan karakter kuat dan visi yang jelas. Sejalan dengan itu, pemerintah terus membuka peluang bagi pemuda, termasuk melalui akses kerja ke Jepang.
Selain itu, semangat inovasi juga terus didorong melalui berbagai program pengembangan, termasuk penguatan kreativitas mahasiswa melalui pengembangan inovasi pemuda.
Bara Prima TIDAR Sulut Dorong Regenerasi Kepemimpinan

Bara Prima TIDAR Sulut menjadi simbol regenerasi kepemimpinan pemuda di daerah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga bagian dari upaya besar dalam menyiapkan pemimpin masa depan.
“Anak muda bukan lagi pelengkap, tapi mesin utama penggerak bangsa. Kita berdiri di tanah yang subur, berdiri pada semboyan Si Tou Timou Tumou Tou. Manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain,” ujar Standius Bara Prima.
Pertemuan kader dari berbagai daerah memperkuat jaringan, visi, dan semangat kolaborasi. Dukungan dari pusat dan daerah semakin mempertegas arah gerak organisasi ke depan.
Dengan kepemimpinan baru dan sistem kaderisasi yang berkelanjutan, TIDAR Sulut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang berdaya saing dan siap membawa perubahan di tingkat daerah maupun nasional.
