MEDIASULUT.ID – Kader dan simpatisan NasDem Sulut menggelar aksi damai di Manado pada Rabu, 15 April 2026, pukul 14.30 WITA. Ratusan kader, pengurus, relawan, dan simpatisan turun langsung menyuarakan protes terhadap pemberitaan Majalah Tempo yang mereka nilai tidak berimbang dan merendahkan.
Aksi damai NasDem Sulut ini menjadi bagian dari gelombang aksi nasional Partai NasDem di berbagai daerah di Indonesia. Massa berkumpul di Aula Lantai 5 Kantor DPW Partai NasDem Sulawesi Utara dengan suasana tertib, kondusif, dan penuh semangat.
Aksi Damai Dipimpin Victor Mailangkay

Ketua DPW Partai NasDem Sulut, Victor Mailangkay, memimpin langsung aksi damai NasDem Sulut. Ia menyampaikan orasi tegas dan emosional di hadapan massa yang memenuhi lokasi kegiatan.
Victor Mailangkay menegaskan bahwa NasDem tetap menghormati kemerdekaan pers sebagai bagian dari demokrasi. Namun, ia menekankan bahwa setiap produk jurnalistik wajib menjunjung tinggi etika, objektivitas, dan keseimbangan informasi.
“Kami menghormati kemerdekaan pers sebagai bagian dari kehidupan demokrasi. Akan tetapi, penyajian informasi harus dilakukan secara objektif, proporsional, dan berimbang,” ujar Victor Mailangkay.
Ia juga menambahkan bahwa kritik terhadap tokoh maupun partai politik sah dilakukan, tetapi harus tetap substantif dan tidak merendahkan martabat.
Peran Victor Mailangkay dalam berbagai agenda daerah sebelumnya juga terlihat aktif, termasuk dalam kegiatan kemanusiaan di Sulut yang menunjukkan keterlibatannya di ruang publik.
Latar Belakang Protes terhadap Majalah Tempo
Laporan utama dan sampul Majalah Tempo edisi April 2026 memicu aksi damai NasDem Sulut. Laporan tersebut menampilkan karikatur Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, serta judul “PT NasDem Indonesia Raya Tbk.”.

Kader NasDem menilai visualisasi karikatur tersebut tidak etis dan merendahkan martabat tokoh serta institusi partai. Selain itu, isi laporan yang membahas pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Surya Paloh juga dinilai tidak proporsional.
Menurut pernyataan resmi, pemberitaan tersebut tidak akurat, tidak berimbang, dan berpotensi membentuk persepsi negatif di masyarakat. Kondisi ini mendorong kader untuk menyampaikan sikap secara terbuka melalui aksi damai.
Tuntutan Resmi NasDem Sulut
Massa aksi membacakan pernyataan sikap yang berisi sejumlah tuntutan kepada Majalah Tempo dalam aksi damai NasDem Sulut. Tuntutan tersebut mencerminkan sikap resmi organisasi terhadap pemberitaan yang dipersoalkan.
NasDem Sulut meminta Majalah Tempo menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada Surya Paloh dan seluruh kader NasDem. Selain itu, mereka juga menuntut klarifikasi serta koreksi atas informasi yang mereka anggap tidak akurat.

Massa juga mendesak media untuk menjaga komitmen terhadap etika jurnalistik, termasuk akurasi dan objektivitas. Mereka turut meminta Dewan Pers melakukan evaluasi terhadap pemberitaan tersebut.
DPW NasDem Sulut juga mendorong DPP Partai NasDem untuk menempuh langkah hukum berupa somasi. Langkah ini mereka anggap penting sebagai bentuk perlindungan terhadap institusi partai.
Respons Tempo dan Dampak Nasional
Pihak Majalah Tempo melalui Pemimpin Redaksi Setri Yasra menyatakan bahwa tim redaksi telah menyusun pemberitaan melalui proses jurnalistik sesuai standar dan kode etik. Tempo juga membuka ruang klarifikasi bagi pihak NasDem.
Selain itu, Tempo menyarankan penyelesaian sengketa pemberitaan melalui mekanisme Dewan Pers sesuai Undang-Undang Pers. Mereka juga menyampaikan permintaan maaf atas dampak yang muncul dari sampul majalah tersebut.
Aksi damai NasDem Sulut menjadi bagian dari aksi serentak di berbagai provinsi, termasuk di Jakarta dan sejumlah wilayah lainnya. Seluruh aksi berlangsung damai dengan tuntutan yang relatif seragam.
Situasi ini menunjukkan pentingnya keseimbangan antara kebebasan pers dan tanggung jawab etika dalam praktik jurnalistik.
Pada akhirnya, aksi damai NasDem Sulut menegaskan bahwa kritik dan kebebasan berekspresi harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab, agar demokrasi tetap sehat dan dipercaya publik.
