MEDIASULUT.ID – Banjir bandang Bolmong menerjang tiga desa di Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, pada Rabu, 27 Mei 2026. Bencana tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah itu selama beberapa hari.
Debit air sungai meningkat drastis sekitar pukul 14.30 hingga 15.45 WITA. Air bercampur lumpur, kayu, ranting, batu, dan ratusan batang pohon tiba-tiba masuk ke permukiman warga.
Warga panik saat air setinggi sekitar 1 hingga 1,5 meter menerjang rumah mereka. Banyak warga langsung berhamburan menyelamatkan keluarga serta barang berharga.

Banjir bandang Bolmong paling parah melanda Desa Solimandungan Dua. Desa Solimandungan Satu dan Desa Komangaan juga terdampak akibat luapan sungai.
Selain itu, laporan warga menyebut Desa Solimandungan Baru ikut terdampak banjir. Seluruh desa tersebut berada di Kecamatan Bolaang.
Banjir Bandang Bolmong Tutup Akses Jalan Desa
Material lumpur dan batang pohon menutup akses jalan di sejumlah titik. Aktivitas warga lumpuh total karena kendaraan sulit melintas.
Ratusan rumah warga terendam lumpur tebal. Beberapa rumah mengalami kerusakan akibat terjangan arus deras dari hulu sungai.
Listrik juga padam di beberapa wilayah terdampak. Kondisi itu membuat proses pendataan dan evakuasi berjalan lebih sulit hingga malam hari.
Warga memilih mengungsi sementara ke lokasi yang lebih aman. Hingga Rabu malam, petugas masih mendata jumlah rumah serta warga terdampak.
Pemerintah memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir bandang Bolmong tersebut.
Bupati Bolmong dan Wabup Turun Langsung ke Lokasi

Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsyi, bersama Wakil Bupati Dony Lumenta langsung turun meninjau lokasi bencana. Keduanya memantau kondisi warga dan proses penanganan di lapangan.
Tim Reaksi Cepat BPBD Bolmong langsung bergerak melakukan evakuasi dan pembersihan material banjir. Plt Kepala BPBD Bolmong, Chandra Mokoginta, memimpin langsung proses penanganan darurat.
Petugas Tagana Dinas Sosial, Brimob, Kodim 1303/Bolmong, TNI, Polri, dan relawan ikut membantu warga membersihkan lumpur yang masuk ke rumah-rumah.
Pemerintah daerah juga mengerahkan alat berat berupa excavator untuk membuka akses jalan yang tertutup material kayu dan lumpur.
Bantuan darurat mulai disalurkan kepada warga terdampak. Pemerintah memprioritaskan distribusi air bersih dan makanan siap saji.
Warga Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem
Bupati Yusra Alhabsyi meminta seluruh organisasi perangkat daerah bergerak cepat membantu warga terdampak banjir bandang Bolmong.
Ia juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Hujan deras masih berpotensi terjadi di wilayah Bolaang Mongondow dalam beberapa hari ke depan.
Petugas gabungan terus melakukan pembersihan akses jalan hingga Rabu malam. Sebagian ruas jalan desa mulai bisa dilalui setelah alat berat diterjunkan ke lokasi.
Pendataan kerusakan rumah dan dampak bencana masih terus berlangsung. Pemerintah daerah memastikan seluruh tim tetap siaga untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.
Banjir bandang Bolmong menjadi salah satu bencana terbesar yang melanda Kecamatan Bolaang sepanjang 2026. Warga berharap kondisi segera pulih agar aktivitas masyarakat kembali normal.
