MEDIASULUT.ID – Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, menyerahkan langsung bantuan Pemerintah Kabupaten Minahasa kepada 16 keluarga terdampak angin puting beliung di Desa Totolan, Kecamatan Kakas Barat, Selasa 19 Mei 2026.
Pemerintah Kabupaten Minahasa menyalurkan bantuan itu sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat terhadap warga yang mengalami kerusakan rumah akibat bencana alam.
Bencana angin puting beliung sebelumnya menerjang Desa Totolan pada Senin 18 Mei 2026 sekitar pukul 12.30 WITA. Peristiwa tersebut merusak belasan rumah warga dengan total kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp71 juta.
Dalam penyaluran bantuan korban puting beliung tersebut, Vanda Sarundajang didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepala Dinas Sosial, serta Camat Kakas Barat.
Pemkab Minahasa Bergerak Cepat Bantu Warga Totolan

Pemerintah Kabupaten Minahasa langsung turun ke lokasi setelah angin puting beliung merusak sejumlah rumah warga di Desa Totolan.
Tim pemerintah mendata kerusakan dan memastikan bantuan tersalurkan kepada keluarga terdampak. Langkah cepat itu sekaligus menunjukkan kesiapsiagaan pemerintah daerah menghadapi bencana alam di wilayah Minahasa.
Data sementara menunjukkan sedikitnya 16 keluarga mengalami kerusakan rumah akibat terpaan angin kencang. Kerusakan terjadi pada bagian atap, dinding, hingga rangka bangunan rumah warga.
Vanda Sarundajang menyampaikan pemerintah ingin memastikan masyarakat tidak menghadapi situasi sulit sendirian setelah bencana terjadi.
“Pemerintah Kabupaten Minahasa hadir bersama masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat membantu kebutuhan warga sekaligus mempercepat pemulihan pascabencana,” ujar Vanda Sarundajang.
Pemkab Minahasa juga terus memperkuat koordinasi penanganan kebencanaan seperti yang sebelumnya dilakukan dalam sinergi penanggulangan bencana bersama pemerintah pusat.
Kerusakan Rumah dan Kerugian Warga Capai Rp71 Juta

Pemerintah bersama aparat kepolisian memperkirakan total kerugian akibat puting beliung di Desa Totolan mencapai sekitar Rp71 juta. Nilai tersebut masih bersifat sementara sambil menunggu pendataan lanjutan.
Beberapa rumah warga mengalami kerusakan cukup berat, terutama pada bagian atap yang terangkat akibat terpaan angin kencang disertai hujan deras.
Keluarga Karundeng–Lonto tercatat mengalami perkiraan kerugian terbesar dengan estimasi mencapai Rp15 juta. Selain itu, sejumlah rumah warga lain mengalami kerusakan dengan nilai kerugian bervariasi antara Rp1 juta hingga Rp10 juta.
Warga terlihat berupaya menyelamatkan barang-barang rumah tangga sambil membersihkan material bangunan yang berserakan di area permukiman.
Upaya penanganan ini melanjutkan komitmen Pemkab Minahasa membantu warga terdampak bencana, termasuk saat pemerintah mengirim bantuan logistik untuk korban bencana di wilayah lain.
Cuaca Ekstrem Picu Kepanikan Warga Desa Totolan
Angin puting beliung yang menerjang Desa Totolan terjadi secara tiba-tiba saat hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Kakas Barat pada Senin 18 Mei 2026 sekitar pukul 12.30 WITA.
Warga langsung berupaya menyelamatkan barang-barang dari dalam rumah ketika angin kencang mulai menerbangkan seng dan material bangunan di area permukiman.
Sejumlah foto di lokasi memperlihatkan kondisi atap rumah warga yang terangkat akibat terpaan angin. Material bangunan tampak berserakan di halaman rumah dan jalan desa setelah bencana terjadi.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut membuat warga panik karena cuaca ekstrem datang dalam waktu singkat dan merusak sejumlah rumah warga.
Polsek Kakas dan Warga Lakukan Kerja Bakti Pascabencana

Personel Polsek Kakas bersama Pemerintah Desa Totolan dan masyarakat setempat terus melakukan kerja bakti di lokasi terdampak bencana.
Mereka membersihkan puing bangunan, mengevakuasi material yang membahayakan, serta membantu warga memperbaiki bagian rumah yang masih bisa digunakan.
Warga Desa Totolan turut menunjukkan semangat gotong royong saat membersihkan material dan memperbaiki bagian rumah yang rusak.
Budaya mapalus kembali terlihat dalam penanganan dampak bencana di Kecamatan Kakas Barat. Masyarakat saling membantu mempercepat proses pembersihan lingkungan pascabencana.
Kapolres Minahasa AKBP Steven J.R. Simbar, S.I.K. mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi di wilayah Minahasa.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras disertai angin kencang,” ujar Kapolres Minahasa.
Pihak kepolisian juga meminta masyarakat segera melapor kepada pemerintah setempat maupun aparat keamanan apabila muncul kondisi darurat akibat cuaca buruk.
Semangat kebersamaan itu sebelumnya juga tampak dalam gerakan sosial warga Kakas Barat saat membantu masyarakat terdampak bencana di daerah lain melalui aksi mapalus kemanusiaan.
Pemerintah berharap kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dapat mempercepat pemulihan kondisi warga terdampak angin puting beliung di Desa Totolan.
