MEDIASULUT.ID – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk resmi mengangkat Frans Dicky Tamara sebagai Direktur Human Capital & Corporate Service dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Rabu, 13 Mei 2026. Pengangkatan itu sekaligus menandai perpindahan posisi Frans Dicky Tamara dari komisaris menjadi direksi di maskapai pelat merah tersebut.
Dalam agenda perubahan pengurus perseroan, pemegang saham juga menyetujui pemberhentian dengan hormat Eksitarino Irianto dari jabatan Direktur Human Capital & Corporate Service. Garuda Indonesia juga memberhentikan Frans Dicky Tamara dari posisi komisaris yang sebelumnya dijabat sejak 15 Oktober 2025.
Penunjukan Frans Dicky Tamara menjadi perhatian publik karena sosok kelahiran Manado, Sulawesi Utara, itu memiliki rekam jejak panjang di bidang keuangan pertahanan negara. Purnawirawan Brigadir Jenderal TNI AD tersebut kini dipercaya menangani pengelolaan sumber daya manusia dan layanan korporasi Garuda Indonesia di tengah proses transformasi perusahaan.
Kehadiran Frans Dicky Tamara di jajaran direksi Garuda Indonesia juga memperkuat daftar tokoh asal Sulawesi Utara yang mendapat peran strategis di tingkat nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, figur Kawanua terus muncul di berbagai posisi penting pemerintahan dan BUMN nasional.
Frans Dicky Tamara Berpindah dari Komisaris ke Direksi Garuda

Frans Dicky Tamara sebelumnya menjabat Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sejak 15 Oktober 2025. Dalam RUPST Tahun Buku 2025, pemegang saham kemudian menyetujui perpindahan posisinya menjadi Direktur Human Capital & Corporate Service.
Perubahan posisi itu membuat Frans Dicky Tamara kini masuk langsung dalam struktur direksi Garuda Indonesia. Ia menggantikan Eksitarino Irianto yang sebelumnya menduduki jabatan tersebut.
Langkah Garuda Indonesia menunjuk Frans Dicky Tamara dinilai berkaitan dengan kebutuhan penguatan tata kelola sumber daya manusia dan budaya kerja perusahaan. Pengalaman panjangnya di bidang organisasi dan keuangan pertahanan menjadi salah satu faktor penting dalam penunjukan tersebut.
Dalam RUPST yang sama, pemegang saham juga menyetujui pengangkatan Sugito Anjasmoro sebagai komisaris perseroan. Susunan baru direksi dan komisaris Garuda Indonesia menjadi bagian dari strategi perusahaan menghadapi tantangan industri penerbangan nasional.
Susunan Direksi dan Komisaris Garuda Indonesia 2026
Setelah RUPST 13 Mei 2026, Garuda Indonesia menetapkan susunan baru dewan komisaris dan direksi perusahaan.
Fadjar Prasetyo memegang posisi Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen. Mawardi Yahya menjabat Komisaris Independen, Chairal Tanjung menjabat Komisaris, dan Sugito Anjasmoro mengisi posisi Komisaris.
Pada jajaran direksi, Garuda Indonesia menunjuk Glenny Kairupan sebagai Direktur Utama. Thomas Sugiarto Oentoro mengisi posisi Wakil Direktur Utama.
Balagopal Kunduvara memegang jabatan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko. Dani Haikal Iriawan menjabat Direktur Operasi, sementara Mukhtaris mengisi posisi Direktur Teknik.
Garuda Indonesia juga menetapkan Reza Aulia Hakim sebagai Direktur Niaga, Frans Dicky Tamara sebagai Direktur Human Capital & Corporate Service, serta Neil Raymond Mills sebagai Direktur Transformasi.
Profil Frans Dicky Tamara, Putra Sulut di Level Nasional
Frans Dicky Tamara lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 16 Desember 1966. Ia dikenal sebagai putra Sulut yang meniti karier panjang di lingkungan TNI dan pemerintahan pusat sebelum akhirnya masuk ke jajaran petinggi Garuda Indonesia.
Frans Dicky Tamara menyelesaikan pendidikan S-1 di Fakultas Ekonomi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado pada 1991. Sejumlah sumber juga menyebut ia sempat menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan Magister Manajemen di Universitas Krisnadwipayana Jakarta. Ia juga mengikuti berbagai pendidikan militer dan pengembangan kompetensi, termasuk SEPAMILWA serta pendidikan hukum dan keuangan.
Beasiswa Astra Internasional Indonesia mendukung perjalanan pendidikan Frans Dicky Tamara saat kuliah di Unsrat. Mabes TNI kemudian kembali memberikan beasiswa tugas belajar ketika ia menempuh pendidikan magister.
Latar belakang pendidikan ekonomi dan manajemen kemudian membentuk karier Frans Dicky Tamara di bidang keuangan pertahanan negara. Ia memiliki spesialisasi dalam perencanaan anggaran, akuntansi, hingga tata kelola organisasi.
Di kehidupan pribadi, Frans Dicky Tamara menikah dengan Jeniffer Mary Ch. Pelenkahu Tamara dan dikaruniai dua anak, yakni Filipo David Tamara, S.Ked., serta Zefanya Astrid Tamara. Kehidupan keluarganya ikut menjadi bagian dari perjalanan panjang Frans Dicky Tamara sebelum akhirnya dipercaya masuk jajaran direksi Garuda Indonesia.
Karier Frans Dicky Tamara di TNI dan Kementerian Pertahanan

Frans Dicky Tamara memulai karier militernya sebagai Lettu CKU pada 15 Februari 1992. Sejak awal pengabdian, ia menangani administrasi keuangan dan perencanaan strategis di lingkungan TNI.
Frans Dicky Tamara menjalankan berbagai posisi di lingkungan Kostrad, mulai dari staf perencanaan hingga administrasi keuangan. Ia juga mengikuti penugasan Satgas Kes Konga XIV F UNTAES di Kroasia pada 1997.
Karier Frans Dicky Tamara terus berkembang hingga masuk ke lingkungan Kementerian Pertahanan. Ia menjabat Analis Madya Bidang Akuntansi Pusat Keuangan Kemhan, Auditor Madya Itjen Kemhan, hingga Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Jenderal Kemhan pada 2023–2024.
Jabatan Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Setjen Kemhan menjadi salah satu posisi tertinggi dalam karier Frans Dicky Tamara sebelum memasuki masa purnawirawan. Pengalaman panjang itu membentuk reputasinya sebagai figur yang memahami tata kelola keuangan negara.
Selain berkiprah di bidang pertahanan, Frans Dicky Tamara juga beberapa kali muncul dalam diskusi publik terkait pembangunan daerah dan kontribusi tokoh Sulawesi Utara di tingkat nasional. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus mendorong kehadiran figur daerah di level nasional melalui berbagai strategi pembangunan seperti yang dibahas dalam artikel program nasional Sulut.
Transformasi Garuda dan Peran Frans Dicky Tamara
Garuda Indonesia terus menjalankan transformasi perusahaan setelah industri penerbangan menghadapi tekanan berat dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan memperkuat manajemen sumber daya manusia dan budaya kerja sebagai bagian penting dalam proses pemulihan.
Garuda Indonesia kini mempercayakan Frans Dicky Tamara memimpin sektor Human Capital & Corporate Service untuk memperkuat tata kelola internal perusahaan. Pengalaman panjangnya di bidang keuangan dan organisasi menjadi modal penting dalam menjalankan tugas tersebut.
Transformasi BUMN dan penguatan sektor ekonomi nasional juga ikut mendorong optimisme pertumbuhan daerah, termasuk Sulawesi Utara. Kondisi itu sebelumnya terlihat dalam laporan ekonomi Sulut tumbuh.
Masyarakat Sulawesi Utara melihat keberhasilan Frans Dicky Tamara menembus posisi strategis di Garuda Indonesia sebagai kebanggaan tersendiri. Kehadirannya menambah daftar figur asal Sulut yang memegang peran penting di tingkat nasional.
