MEDIASULUT.ID – Gempa Manado hari ini berkaitan dengan gempa tektonik kuat yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Kamis, 2 April 2026. Getaran gempa terasa luas hingga Kota Manado dan Kabupaten Minahasa serta memicu kepanikan warga.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto langsung turun ke Kabupaten Minahasa pada Jumat, 3 April 2026, untuk meninjau dampak gempa tersebut. Ia memastikan penanganan berjalan cepat dan sesuai kebutuhan warga.
“Kami turun langsung untuk memastikan seluruh bantuan menjangkau warga. Kami tidak ingin ada yang terlewat dalam penanganan gempa ini,” kata Suharyanto.
Data Gempa Manado Hari Ini: BMKG Catat Magnitudo 7,6 dan Aktivitas Susulan
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa utama terjadi pada Kamis, 2 April 2026, pukul 06.48 WITA.
BMKG mencatat kekuatan gempa mencapai magnitudo 7,6, yang dimutakhirkan dari sebelumnya magnitudo 7,3. Pusat gempa berada di Laut Maluku, tepatnya di tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara.
Gempa ini termasuk kategori gempa dangkal yang bersumber dari zona megathrust, sehingga getarannya terasa kuat di permukaan, termasuk di Manado dan Minahasa.
BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Namun, BMKG mencabut peringatan tersebut pada pukul 10.56 WITA setelah kondisi dinilai aman.
BMKG juga mencatat sedikitnya 135 gempa susulan hingga Kamis sore dengan kekuatan yang bervariasi. Aktivitas gempa susulan ini memperkuat kekhawatiran warga di wilayah terdampak.
Guncangan gempa menyebabkan kepanikan warga di Manado dan sekitarnya. Sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan, termasuk bagian dari Gedung KONI Sulawesi Utara.
Dampak Gempa Manado Terlihat pada Rumah dan Fasilitas Ibadah

Letjen Suharyanto memulai peninjauan di Masjid Agung Al-Falah Kyai Modjo pada pukul 12.00 WITA. Ia melaksanakan salat Jumat sekaligus berdialog dengan pengurus mengenai kondisi bangunan pascagempa.
Ia kemudian menuju Desa Rumengkor dan memeriksa langsung kerusakan Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus Rumengkor.
Dampak gempa Manado terlihat pada sejumlah bangunan yang mengalami retakan hingga kerusakan struktural ringan. Kondisi ini memengaruhi aktivitas ibadah dan kegiatan masyarakat.
Letjen Suharyanto menyerahkan langsung santunan kepada Pastor Paroki Bunda Hati Kudus Yesus untuk mempercepat proses pemulihan.
“Kami akan segera memperbaiki gereja agar jemaat bisa kembali beribadah dengan aman,” ujar Pastor Paroki BHKY Rumengkor.
BNPB Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Minahasa
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan bergerak ke Kelurahan Kiniar, Kecamatan Tondano Timur. Ia mendatangi rumah keluarga Pangemanan–Lapian yang terdampak gempa. Langkah ini juga memperkuat sinergi penanganan bencana di Minahasa yang terus didorong pemerintah Kabapaten Minahasa.

Mayjen Budi Irawan menyerahkan bantuan langsung kepada Ibu Rosy Lapian dan memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.
“Kami sangat terbantu dengan bantuan ini. Rumah kami rusak dan kami berharap perbaikan segera dilakukan,” kata Rosy Lapian.
Selain itu, tim BNPB memantau Hall B KONI Sario di Manado sebagai bagian dari penanganan gempa Sulawesi Utara.
Koordinasi Penanganan Gempa Sulawesi Utara Diperkuat
Letjen Suharyanto mengoordinasikan penanganan gempa bersama TNI dan pemerintah daerah. Ia memastikan seluruh unsur bergerak cepat dan terarah.
Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Martin Susilo Martopo Turnip mendampingi peninjauan dan memastikan dukungan personel berjalan optimal.
Kasdim 1302/Minahasa Mayor Daeng Pasaka membantu koordinasi teknis di lapangan.
Kepala BPBD Sulawesi Utara Donal Sambuaga bersama Plt. Kepala BPBD Minahasa Shandro Mogot memperkuat sinergi antarinstansi.
“Kami terus memperkuat koordinasi agar penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran,” kata Donal Sambuaga.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 13.30 WITA. Situasi tetap aman dan terkendali, sementara proses pemulihan terus berjalan.
