MEDIASULUT.ID — Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penyelenggaraan bazar dan hiburan rakyat di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Sabtu, 28 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan Idulfitri 1447 Hijriah sekaligus langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi di momen Lebaran.
Pemerintah merancang acara ini sebagai ruang kebersamaan bagi masyarakat lintas lapisan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program ini menyasar warga Jakarta, khususnya keluarga penerima manfaat, agar dapat merasakan kebahagiaan Lebaran secara langsung.

Selain menghadirkan hiburan, pemerintah juga mengintegrasikan kebijakan ini dengan upaya menjaga daya beli masyarakat. Momentum Idulfitri secara nasional dikenal sebagai periode dengan lonjakan konsumsi tinggi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan konsumsi rumah tangga berkontribusi lebih dari 50 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sehingga setiap peningkatan konsumsi saat Lebaran memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah memperkuat kebijakan melalui stimulus ekonomi jelang lebaran serta penguatan stabilitas pangan nasional agar harga tetap terkendali.
Distribusi Kupon dan Bantuan Langsung untuk Warga
Pemerintah menyediakan 100.000 kupon belanja sembako dan barang kebutuhan lainnya secara gratis. Setiap kupon memiliki nilai Rp500.000, sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai Rp50 miliar. Skema ini dirancang untuk memberikan dampak langsung terhadap konsumsi rumah tangga.
Dari sisi moneter, Bank Indonesia secara rutin menyiapkan uang tunai dalam jumlah besar setiap Ramadan dan Idulfitri. Pada periode sebelumnya, BI menyiapkan ratusan triliun rupiah untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat, yang mencerminkan tingginya perputaran uang selama Lebaran.
Selain itu, berbagai riset ekonomi menunjukkan konsumsi masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri meningkat sekitar 10 hingga 15 persen dibandingkan bulan normal, terutama pada sektor makanan, pakaian, dan transportasi.

Selain kupon, panitia menyediakan 300.000 porsi makanan gratis bagi pengunjung. Program ini melibatkan 800 pelaku UMKM kaki lima yang menyajikan berbagai jenis makanan tradisional hingga modern. Keterlibatan UMKM ini memberikan efek ganda, yakni membantu masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi mikro.
Langkah tersebut selaras dengan berbagai program pangan murah ramadhan yang digelar untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok.
Sinergi UMKM dan Pedagang Besar
Pemerintah melibatkan pedagang dari pusat perbelanjaan besar seperti Pasar Tanah Abang dan Pasar Senen dalam bazar ini. Kolaborasi ini menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguatkan antara pelaku usaha kecil dan pedagang skala besar.
Data ritel nasional menunjukkan penjualan meningkat signifikan menjelang Ramadan dan Idulfitri. Indeks penjualan riil tumbuh sekitar 5 hingga 7 persen secara tahunan pada periode tersebut, menandakan peningkatan aktivitas belanja masyarakat.

Program ini juga diperkuat oleh kegiatan daerah seperti gerakan pangan murah yang membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Pemerintah turut memastikan harga tetap terkendali melalui berbagai pemantauan langsung di lapangan, termasuk kegiatan sidak harga sembako di sejumlah wilayah.
Hiburan, Hadiah, dan Aktivitas Keluarga
Selain aspek ekonomi, pemerintah juga menghadirkan hiburan rakyat yang menarik. Grup musik Wali dan Bagindas tampil sebagai pengisi acara utama, sehingga menciptakan suasana meriah di kawasan Monas.
Panitia juga menyiapkan berbagai hadiah melalui sistem undian. Hadiah tersebut meliputi 1.000 unit sepeda dan 100 unit motor listrik. Kehadiran hadiah ini meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus menambah daya tarik acara.
Fasilitas permainan anak turut disediakan untuk memastikan kegiatan ini ramah keluarga. Anak-anak dapat menikmati berbagai wahana permainan, sementara orang tua dapat berbelanja dan menikmati hiburan secara bersamaan.
Acara berlangsung di Silang Monas mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WIB.
Strategi Pemerintah Bangun Kebersamaan Sosial
Pemerintah memanfaatkan momentum Idulfitri untuk memperkuat kebersamaan sosial. Bazar rakyat ini tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan hiburan, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Dengan menghadirkan bantuan langsung, hiburan, serta ruang interaksi sosial, pemerintah membangun pendekatan yang lebih humanis dalam kebijakan publik. Pendekatan ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat kohesi sosial.
Melalui bazar dan hiburan rakyat di Monas, pemerintah menegaskan bahwa perayaan Idulfitri tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat ekonomi rakyat dan solidaritas sosial secara bersamaan.
