MEDIASULUT.ID – Komandan Kodim 1302/Minahasa, Letkol Inf Bonaventura Ageng F.S., mendampingi Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Martin Susilo Martopo Turnip dalam kegiatan peletakan batu pertama pembangunan jembatan perintis garuda minahasa, Jumat, 27 Maret 2026.
Kegiatan groundbreaking berlangsung di Desa Wioi Dua, Kecamatan Ratahan Timur, Kabupaten Minahasa Tenggara. Danrem 131/Santiago memimpin langsung prosesi tersebut dan memastikan seluruh rangkaian berjalan tertib serta tepat sasaran.
Sekitar 50 tamu undangan menghadiri kegiatan ini, terdiri dari unsur TNI, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta tokoh masyarakat. Kehadiran lintas sektor ini memperkuat komitmen bersama dalam mendukung pembangunan wilayah.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda tahap III dan IV ini melanjutkan program sebelumnya yang telah berjalan di beberapa titik strategis. Program ini menargetkan wilayah dengan akses terbatas agar terhubung dengan jalur utama.
Sinergi TNI dan Pemerintah Daerah Percepat Pembangunan
TNI bersama pemerintah daerah mendorong percepatan pembangunan melalui kolaborasi nyata di lapangan. Asisten I Pemkab Minahasa Tenggara, Janny Rolos, hadir mewakili bupati dan menegaskan dukungan penuh terhadap program ini.
Ketua DPRD Minahasa Tenggara, Sophia Antu, turut menghadiri kegiatan tersebut bersama unsur Forkopimda lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan semua pihak dalam mengawal pembangunan infrastruktur.
Kolaborasi ini juga terlihat dalam berbagai kegiatan kewilayahan, termasuk sinergitas kewilayahan yang terus diperkuat oleh jajaran Kodim 1302/Minahasa.

Peran Aktif Dandim 1302 Minahasa Kawal Proyek Strategis
Dandim 1302/Minahasa mengawal langsung jalannya pembangunan sejak tahap awal. Ia memastikan kesiapan personel, logistik, serta koordinasi lintas instansi berjalan efektif.
Ia juga mengatur pengamanan lokasi proyek agar proses pembangunan berlangsung aman dan lancar. Peran aktif ini menjadi bagian dari tugas pembinaan teritorial yang dijalankan TNI AD.
Keterlibatan tersebut sejalan dengan berbagai kegiatan lain, termasuk saat pendampingan kunjungan kerja Pangdam yang menegaskan komitmen menjaga stabilitas wilayah.
Dandim juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan. Ia mengajak warga untuk berpartisipasi melalui semangat gotong royong.
Jembatan Perintis Garuda Minahasa Jawab Kebutuhan Akses
Pembangunan jembatan perintis garuda minahasa menjawab kebutuhan akses masyarakat yang selama ini terbatas. Warga di beberapa desa harus menempuh jalur memutar dengan waktu perjalanan lebih lama.
Kondisi tersebut menghambat aktivitas ekonomi serta akses terhadap layanan dasar. Kehadiran jembatan ini akan memperpendek jarak tempuh dan meningkatkan efisiensi mobilitas warga.
Kebutuhan infrastruktur seperti ini juga terlihat di daerah lain. Kondisi jembatan rusak di Bolmong menunjukkan pentingnya pembangunan akses penghubung yang layak.
Dengan tersedianya jembatan baru, masyarakat dapat mengangkut hasil pertanian dengan lebih cepat dan aman. Aktivitas ekonomi desa pun akan meningkat secara bertahap.
Tahap III dan IV Perluas Jangkauan Program Infrastruktur
Pembangunan tahap III dan IV memperluas jangkauan program Jembatan Perintis Garuda ke wilayah yang lebih sulit dijangkau. Tahapan ini menargetkan daerah dengan tantangan geografis yang lebih kompleks.
TNI melalui satuan kewilayahan memastikan setiap tahap berjalan sesuai rencana. Mereka mengoordinasikan seluruh elemen yang terlibat agar pembangunan berlangsung efektif.
Selain itu, masyarakat setempat ikut berpartisipasi dalam proses pembangunan. Mereka membantu pekerjaan ringan serta mendukung kelancaran kegiatan di lapangan.
Kegiatan pembangunan berbasis kebersamaan ini juga terlihat dalam proyek lain seperti peletakan batu pertama fasilitas umum yang melibatkan TNI dan masyarakat.
Danrem Tekankan Peran Infrastruktur bagi Pemerataan
Danrem 131/Santiago menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur dalam pemerataan pembangunan wilayah. Ia menyampaikan bahwa jembatan ini menjadi bukti nyata kehadiran negara.
“Pembangunan ini bukan sekadar infrastruktur fisik semata. Ini adalah wujud nyata kehadiran negara untuk membantu masyarakat,” ujar Brigjen TNI Martin Susilo Martopo Turnip.
Ia menekankan bahwa akses yang baik akan membuka peluang ekonomi baru. Ia juga mendorong percepatan pembangunan di wilayah pedesaan agar kesenjangan dapat ditekan.
Danrem memastikan bahwa pembangunan ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Dampak Langsung bagi Ekonomi dan Kesejahteraan Warga
Pembangunan jembatan ini akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Akses yang lebih baik akan mempercepat distribusi hasil pertanian serta memperlancar perdagangan lokal.
Warga juga akan lebih mudah menjangkau fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan. Kondisi ini akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Selain itu, pembangunan ini membuka peluang investasi dan pengembangan potensi desa. Infrastruktur yang baik akan menarik perhatian pelaku usaha untuk masuk ke wilayah tersebut.
Dengan meningkatnya aktivitas ekonomi, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka.
TNI Perkuat Kedekatan dengan Warga Lewat Aksi Sosial
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, TNI juga menyalurkan bantuan sosial berupa sembako kepada masyarakat sekitar. Langkah ini menunjukkan kepedulian langsung terhadap kondisi warga.
TNI tidak hanya hadir melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui pendekatan sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Kehadiran ini memperkuat hubungan antara TNI dan rakyat.
Dandim 1302/Minahasa menegaskan bahwa TNI akan terus hadir membantu masyarakat dalam berbagai situasi. Ia memastikan bahwa pembangunan dan kepedulian sosial berjalan beriringan.
Dengan dimulainya pembangunan ini, jembatan perintis garuda minahasa akan menjadi solusi konkret dalam membuka isolasi wilayah serta memperkuat konektivitas di Minahasa Tenggara.
