MEDIASULUT.ID – KRI Selar 879 sandar di Pelabuhan Laut Nusantara Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kamis, 4 Juni 2026. Kapal perang milik TNI Angkatan Laut tersebut membawa Laksamana Pertama TNI Endra Hartono, S.H., M.Han., selaku Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada II dalam rangka kunjungan kerja di wilayah perbatasan Indonesia bagian utara.
Kunjungan tersebut memperkuat koordinasi antara TNI AL, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Sangihe memegang peran strategis dalam menjaga kedaulatan serta keamanan maritim nasional.
Kehadiran Danguspurla Koarmada II di Tahuna menunjukkan komitmen TNI AL untuk memperkuat pengawasan wilayah perairan sekaligus membangun sinergi yang lebih erat dengan pemerintah daerah dan masyarakat pesisir.
KRI Selar 879 Disambut Forkopimda Sangihe

Forkopimda Kabupaten Kepulauan Sangihe menyambut langsung kedatangan KRI Selar 879 di Pelabuhan Nusantara Tahuna. Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, S.E., M.M. hadir bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari dalam agenda penyambutan tersebut.
Turut hadir Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Tahuna Kolonel Laut (P) Hadi Subandi, M.Tr.Hanla., CRMP., Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Abdul Kholik, S.H., S.I.K., M.A.P., Penjabat Sekretaris Daerah, perwakilan Kodim 1301/Sangihe, Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Sangihe, Ketua Pengadilan Negeri Tahuna, serta anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Penyambutan tersebut mencerminkan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan lembaga vertikal dalam menjaga stabilitas wilayah perbatasan.
Michael Thungari menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI AL memiliki arti penting bagi daerah kepulauan. Selain menjaga keamanan wilayah laut, sinergi tersebut juga mendukung pembangunan daerah dan perlindungan masyarakat pesisir.
Koordinasi Pertahanan dan Pengawasan Perairan

Setelah penyambutan, rombongan Forkopimda bertatap muka dengan Danguspurla Koarmada II di ruang VIP KRI Selar 879. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan.
Danguspurla Koarmada II dan Forkopimda Sangihe membahas sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan wilayah perairan Kepulauan Sangihe. Mereka memfokuskan pembahasan pada penguatan pengawasan laut, perlindungan nelayan, serta kesiapan unsur pertahanan di kawasan perbatasan.
Posisi geografis Sangihe yang berada di jalur perbatasan menghadirkan tantangan tersendiri. Aktivitas pelayaran, perikanan, hingga mobilitas masyarakat antarwilayah memerlukan pengawasan yang optimal agar keamanan dan ketertiban tetap terjaga.
Melalui kunjungan tersebut, TNI AL dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe memperkuat komunikasi serta koordinasi untuk mengantisipasi berbagai potensi ancaman sejak dini. Langkah itu sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Penguatan sinergi tersebut sejalan dengan berbagai program pembangunan yang terus didorong Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe. Pemerintah daerah juga terus memperluas program strategis seperti makan bergizi gratis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
TNI AL Salurkan Bantuan untuk Nelayan Sangihe
Rangkaian kunjungan kerja tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan. Danguspurla Koarmada II bersama jajaran TNI AL juga menggelar kegiatan bakti sosial bagi masyarakat pesisir.
TNI AL menyalurkan paket sembako kepada para nelayan di Kepulauan Sangihe sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor kelautan dan perikanan.
Nelayan memegang peran penting dalam menjaga aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat kehadiran Indonesia di wilayah perbatasan. Karena itu, TNI AL memberikan perhatian khusus terhadap kesejahteraan mereka.
Program bantuan tersebut melengkapi berbagai upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sektor kelautan. Pemkab Sangihe sebelumnya aktif memperjuangkan program kampung nelayan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Melalui kegiatan sosial tersebut, TNI AL menunjukkan bahwa penguatan pertahanan tidak hanya mengandalkan kesiapan alutsista dan personel. TNI AL juga membangun kedekatan dengan masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan.
Sangihe Tetap Strategis bagi Keamanan Maritim Nasional
Kunjungan Danguspurla Koarmada II ke Sangihe kembali menegaskan pentingnya daerah perbatasan dalam sistem pertahanan nasional. Wilayah kepulauan ini berperan sebagai salah satu gerbang terdepan Indonesia di kawasan utara.
Pemerintah daerah, TNI AL, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat kolaborasi untuk menjaga keamanan, stabilitas, dan pembangunan wilayah.
Michael Thungari menyambut baik kunjungan tersebut karena agenda itu membuka ruang koordinasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan jajaran TNI AL. Sinergi tersebut juga mendukung berbagai program pembangunan sekaligus menjaga keamanan masyarakat.
Selain memperkuat pertahanan, koordinasi yang terjalin dapat mempercepat pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik di daerah kepulauan. Pemkab Sangihe juga terus mendorong penyelesaian berbagai kebutuhan dasar masyarakat, termasuk penanganan jalan rusak yang menjadi perhatian warga.
Kehadiran KRI Selar 879 dan Danguspurla Koarmada II kembali menegaskan peran strategis Sangihe bagi keamanan maritim Indonesia. Kehadiran TNI AL di wilayah perbatasan memperkuat rasa aman masyarakat sekaligus mempererat sinergi antara negara dan warga yang berada di garis terdepan Nusantara.
