MEDIASULUT.ID – RSUD Liun Kendage Tahuna mengevakuasi pasien ke halaman rumah sakit setelah gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Senin, 8 Juni 2026. Guncangan kuat yang dirasakan masyarakat memicu respons cepat petugas rumah sakit untuk mengutamakan keselamatan pasien dan tenaga kesehatan.
Gempa tersebut merupakan bagian dari gempa besar yang berpusat di selatan Mindanao, Filipina. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 06.37.42 WIB dengan kedalaman 47 kilometer. Guncangan terasa di sejumlah wilayah Sulawesi Utara, termasuk Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Evakuasi dilakukan sesaat setelah getaran kuat mengguncang gedung rumah sakit. Petugas mengarahkan pasien keluar menuju area terbuka sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan dampak gempa susulan maupun risiko lain yang dapat membahayakan keselamatan penghuni rumah sakit.
Direktur RSUD Liun Kendage Tahuna, dr. Polideng Dalawir, mengatakan petugas segera menjalankan prosedur tanggap darurat sesuai standar penanganan bencana. Fokus utama rumah sakit adalah melindungi pasien sekaligus memastikan layanan kesehatan tetap berjalan.
RSUD Liun Kendage Evakuasi Pasien ke Halaman Rumah Sakit

Petugas medis dan tenaga pendukung langsung bergerak setelah merasakan guncangan kuat. Mereka membantu pasien keluar dari ruang perawatan menuju titik kumpul yang telah ditetapkan dalam prosedur evakuasi rumah sakit.
Pasien yang berada di lantai atas mendapat pendampingan khusus selama proses evakuasi. Petugas juga memprioritaskan pasien lanjut usia, pasien dengan keterbatasan mobilitas, serta pasien yang masih membutuhkan bantuan alat medis.
Suasana sempat menegangkan ketika getaran dirasakan di seluruh area rumah sakit. Namun petugas mampu mengendalikan situasi dan memastikan proses evakuasi berlangsung tertib.
“Kami langsung menjalankan prosedur tanggap darurat dan mengutamakan keselamatan seluruh pasien,” kata dr. Polideng Dalawir.
Selain mengevakuasi pasien, manajemen rumah sakit juga melakukan pemantauan terhadap kondisi bangunan untuk memastikan seluruh fasilitas tetap aman digunakan.
Gempa M 7,7 Berpusat di Filipina Selatan

BMKG mencatat episenter gempa berada di pantai selatan Mindanao, Filipina, dengan koordinat 5,80 derajat Lintang Utara dan 125,14 derajat Bujur Timur. Gempa terjadi pada kedalaman 47 kilometer.
Lokasi pusat gempa berada sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Karakter gempa menunjukkan aktivitas tektonik akibat pergerakan lempeng di zona subduksi aktif yang membentang di kawasan Filipina Selatan dan Laut Maluku.
Selain Kepulauan Sangihe, getaran juga dirasakan masyarakat di Manado, Bitung, Minahasa, Gorontalo, Palu, Ternate, Halmahera, Morotai, dan Kepulauan Talaud. Intensitas guncangan di sejumlah wilayah Indonesia Timur berada pada kisaran III hingga IV MMI.
Pada skala tersebut, masyarakat dapat merasakan getaran nyata di dalam rumah. Benda-benda ringan bergoyang dan sebagian warga memilih keluar dari bangunan untuk mencari tempat yang lebih aman.
Peringatan Tsunami Tingkatkan Kewaspadaan
Gempa besar tersebut juga memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah Indonesia Timur, termasuk Sulawesi Utara. Kondisi ini membuat berbagai instansi pemerintah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan.
Masyarakat pesisir sempat diminta menjauhi pantai dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta petugas kebencanaan hingga evaluasi kondisi laut selesai dilakukan.
Data pemantauan kemudian menunjukkan adanya kenaikan muka air laut di beberapa lokasi. Gelombang tsunami kecil tercatat di Karatung, Siau, dan Melonguane dengan ketinggian berkisar antara 0,09 meter hingga 0,75 meter.
Meski demikian, gelombang tersebut tidak menimbulkan kerusakan signifikan. Setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap data lapangan dan hasil pemantauan muka laut, BMKG akhirnya mengakhiri peringatan dini tsunami.
Bagi fasilitas kesehatan seperti RSUD Liun Kendage Tahuna, situasi tersebut menjadi alasan penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Langkah cepat evakuasi pasien dilakukan sebagai bentuk mitigasi terhadap berbagai kemungkinan yang dapat terjadi setelah gempa besar.
Pemeriksaan Fasilitas dan Layanan Kesehatan
Setelah kondisi dinilai lebih aman, manajemen RSUD Liun Kendage Tahuna melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap bangunan, ruang pelayanan, instalasi pendukung, dan fasilitas medis lainnya.
Tim teknis memastikan tidak ada kerusakan yang dapat mengganggu pelayanan kesehatan. Rumah sakit juga menjaga kesiapan tenaga medis apabila terjadi peningkatan kebutuhan layanan akibat dampak gempa.
Koordinasi internal terus dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal. Rumah sakit menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas utama dalam setiap tahapan penanganan situasi darurat.
Respons cepat yang ditunjukkan petugas menjadi bukti pentingnya pelatihan kebencanaan dan simulasi evakuasi yang rutin dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Warga Sangihe Diminta Waspadai Gempa Susulan
Pemerintah dan instansi terkait mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Aktivitas seismik pascagempa besar umumnya masih dapat berlangsung dalam beberapa waktu setelah kejadian utama.
Masyarakat juga diminta memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas secara normal. Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi risiko apabila terdapat kerusakan yang tidak terlihat secara langsung.
Hingga Senin siang, tidak terdapat laporan korban jiwa akibat gempa di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Namun sejumlah bangunan dan fasilitas umum tetap menjalani pemeriksaan sebagai langkah antisipasi.
Selain fokus pada penanganan bencana, pemerintah daerah terus menjalankan agenda pembangunan dan pelayanan masyarakat yang tercermin dalam berbagai capaian pembangunan ekonomi Sangihe. Pemerintah juga tetap mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program seperti Job Fair Sangihe 2026 serta memperkuat konektivitas wilayah melalui penanganan infrastruktur jalan di Sangihe.
Peristiwa gempa M 7,7 yang mengguncang wilayah Filipina Selatan dan dirasakan hingga Sulawesi Utara menjadi pengingat bahwa Kabupaten Kepulauan Sangihe berada dekat dengan kawasan tektonik aktif. Karena itu, kesiapsiagaan, mitigasi bencana, dan respons cepat seperti yang dilakukan RSUD Liun Kendage Tahuna menjadi faktor penting untuk melindungi masyarakat saat menghadapi situasi darurat.
