MEDIASULUT.ID – Frangky Wolayan, S.E. resmi menjabat Ketua DPRD Kabupaten Minahasa periode 2024–2029 setelah menerima Surat Keputusan pergantian pimpinan DPRD dari PDI Perjuangan pada Selasa, 13 Mei 2026. Pergantian itu berlangsung dalam agenda Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan Minahasa.
Ketua DPC PDI Perjuangan Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.AP., menyerahkan langsung SK tersebut kepada Frangky Wolayan. Ia menggantikan Drs. Robby Longkutoy, M.M. yang sebelumnya menjabat Ketua DPRD Minahasa sejak 4 November 2024.
Frangky Wolayan Resmi Gantikan Robby Longkutoy

PDI Perjuangan menyebut pergantian pimpinan DPRD itu sebagai bagian dari penyegaran politik dan regenerasi kepemimpinan dalam organisasi partai. Pergantian tersebut juga menjadi langkah menjaga dinamika internal partai tetap solid dan adaptif.
Momentum pergantian Ketua DPRD Minahasa itu terjadi di tengah konsolidasi politik PDI Perjuangan Sulawesi Utara yang sebelumnya juga terlihat dalam agenda pertemuan PDIP dan gubernur Sulut untuk membahas pembangunan daerah.
“Hanya penyegaran politik,” ujar Robby Dondokambey.
Sementara itu, Robby Longkutoy menegaskan regenerasi dalam organisasi politik merupakan hal yang wajar. Menurutnya, organisasi harus terus bergerak dinamis agar tetap relevan dengan perkembangan politik dan kebutuhan masyarakat.
“Regenerasi adalah keniscayaan. Organisasi harus tetap solid, dinamis, dan adaptif,” kata Robby Longkutoy.
Profil Frangky Wolayan dari Tondano Raya
Frangky Wolayan merupakan kader PDI Perjuangan dari daerah pemilihan Minahasa 1 yang meliputi Tondano Barat, Tondano Selatan, Tondano Timur, dan Tondano Utara atau Tondano Raya.
Ia dikenal luas sebagai figur politik yang memiliki basis dukungan kuat di wilayah Tondano. Kedekatannya dengan masyarakat akar rumput membuat namanya terus bertahan dalam peta politik lokal Minahasa.
Frangky Wolayan pertama kali terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Minahasa pada periode 2019–2024. Ia kemudian kembali memenangkan kursi legislatif untuk periode 2024–2029 dengan peningkatan perolehan suara.
Pada Pemilu 2019, Frangky Wolayan meraih 2.776 suara. Jumlah itu meningkat menjadi 3.245 suara pada Pemilu 2024. Kenaikan tersebut memperlihatkan pengaruh politiknya tetap kuat di daerah pemilihannya.
Selain aktif di legislatif, Frangky Wolayan juga dikenal memiliki komunikasi politik yang kuat dengan masyarakat. Ia rutin hadir dalam berbagai kegiatan sosial, pembangunan, dan agenda kemasyarakatan di Minahasa.
Ketua BMI Minahasa yang Dijuluki Tonaas

Di luar aktivitas politik, Frangky Wolayan juga dikenal sebagai Ketua Brigade Manguni Indonesia (BMI) Kabupaten Minahasa. Organisasi masyarakat adat tersebut memiliki pengaruh besar di Sulawesi Utara, khususnya di wilayah Minahasa.
Masyarakat dan kader BMI mengenal Frangky Wolayan dengan sapaan Tonaas Franky Wolayan. Julukan itu merujuk pada posisi pemimpin adat yang dihormati dalam lingkungan organisasi dan komunitas adat Minahasa.
Ia aktif membangun jaringan sosial dan budaya di wilayah Tondano Raya. Kehadirannya dalam berbagai kegiatan masyarakat adat membuat namanya cukup dikenal di tingkat akar rumput.
BMI sering terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, budaya, hingga penguatan solidaritas masyarakat adat di Sulawesi Utara. Basis massa organisasi itu menjadi salah satu kekuatan sosial yang menopang perjalanan politik Frangky Wolayan.
Frangky Wolayan Perkuat Posisi Politik di DPRD Minahasa
Frangky Wolayan kini memimpin sebagai Ketua DPRD Minahasa di tengah berbagai agenda strategis daerah. DPRD Minahasa beberapa waktu terakhir aktif membahas evaluasi pembangunan, pengawasan anggaran, hingga arah kebijakan ekonomi daerah.
Pembahasan itu terlihat dalam agenda evaluasi pertumbuhan ekonomi Minahasa yang menjadi perhatian publik daerah.
Pergantian pimpinan DPRD juga menarik perhatian publik karena terjadi di tengah dinamika politik lokal yang terus berkembang. Meski begitu, PDI Perjuangan menegaskan pergantian tersebut merupakan bagian dari mekanisme organisasi yang normal.
Langkah regenerasi itu memperlihatkan upaya partai menjaga ritme politik internal tetap berjalan seiring kebutuhan konsolidasi menuju agenda pemerintahan daerah berikutnya.
PDI Perjuangan sebelumnya juga mengeluarkan instruksi internal yang menegaskan komitmen partai menjaga integritas kader melalui kebijakan zero tolerance terhadap korupsi.
Frangky Wolayan Dinilai Membawa Energi Baru

Sejumlah kalangan menilai Frangky Wolayan membawa energi baru dalam kepemimpinan DPRD Minahasa. Latar belakang organisasi kemasyarakatan serta kedekatannya dengan warga menjadi modal penting dalam membangun komunikasi politik yang lebih luas.
Ia juga dianggap mampu menjembatani aspirasi masyarakat adat dengan kebutuhan pembangunan daerah modern. Dukungan massa yang solid di wilayah Tondano Raya membuat posisinya cukup kuat dalam peta politik lokal Minahasa.
Meski begitu, tantangan politik dan pemerintahan daerah ke depan diperkirakan tetap besar. DPRD Minahasa akan menghadapi berbagai agenda penting mulai dari pengawasan pembangunan, penguatan ekonomi daerah, hingga sinkronisasi program dengan pemerintah pusat.
Frangky Wolayan kini menjadi salah satu figur politik yang akan mendapat perhatian publik dalam perjalanan politik Minahasa beberapa tahun mendatang.
