MEDIASULUT.ID – MBG Minsel terus bergerak sebagai program prioritas Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dalam memperkuat layanan gizi masyarakat. Wakil Bupati Minahasa Selatan Brigjen TNI (Purn.) Theodorus Kawatu, S.I.P. mendampingi Wakil Badan Gizi Nasional (BGN) RI Letjen TNI (HOR) Lodewyk Pusung meninjau langsung fasilitas Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) atau Dapur Makan Bergizi Gratis di Desa Liandok, Kecamatan Tompaso Baru, Kamis, 12 Februari 2026.
Kunjungan ini mempertegas langkah konkret pemerintah dalam memperkuat MBG Minsel di wilayah 3T sekaligus menekan angka stunting.
Pemkab Perkuat MBG Minsel di Wilayah 3T

Wakil Bupati Theodorus Kawatu menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dalam mendukung penuh program nasional makan bergizi gratis. Ia memastikan pemerintah daerah bergerak aktif agar manfaat program benar-benar menyentuh masyarakat.
“Pemkab Minsel siap mengawal pelaksanaan MBG di wilayah 3T. Kami ingin masyarakat menerima layanan gizi yang layak demi menciptakan generasi sehat dan produktif,” tegas Theodorus Kawatu.
Selain itu, Wakil BGN RI Lodewyk Pusung memimpin evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan dapur. Ia memeriksa standar pengolahan makanan, kebersihan fasilitas, serta sistem distribusi agar berjalan tepat sasaran.
Desa Liandok masuk kategori Terdepan, Terluar, dan Tertinggal. Oleh karena itu, pemerintah memprioritaskan penguatan layanan gizi di desa ini sebagai bagian dari percepatan pembangunan kualitas sumber daya manusia.
Langkah ini memperkuat komitmen daerah dalam agenda kesehatan, termasuk melalui penguatan layanan SPPG Ongkaw Dua di Minahasa Selatan yang terus dikembangkan.
Evaluasi Teknis dan Distribusi Tepat Sasaran
Tim gabungan meninjau langsung alur produksi makanan hingga mekanisme distribusi kepada masyarakat sasaran. Selanjutnya, tim teknis memastikan setiap tahap memenuhi standar keamanan pangan nasional.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Minsel Frangky T. Tangkere turut mendampingi kegiatan tersebut. Selain itu, jajaran teknis BGN seperti Kepala Regional Devenia Mokodongan dan Koordinator Wilayah Alfris Ekaputra Tuwokona Tamungku ikut mengawal evaluasi.
Babinsa serta Sekretaris Desa Liandok aktif mendukung kegiatan lapangan. Dengan demikian, koordinasi lintas sektor berjalan efektif dan responsif.
Sebelumnya, Pemkab Minsel juga memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas daerah melalui sinergi daerah Minsel.
Sinergi Pusat–Daerah Percepat Tekan Stunting
Wakil BGN RI menegaskan pentingnya pengawasan berkelanjutan agar program benar-benar memberi dampak nyata.
“Kami memastikan dapur MBG berjalan sesuai standar dan memberi manfaat langsung dalam penanganan stunting serta perbaikan gizi masyarakat,” ujar Lodewyk Pusung.

Selain itu, sinergi pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan program. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus menyinkronkan langkah strategis melalui sinkronisasi program MBG Sulut.
Dengan langkah konkret ini, Pemkab Minsel memperkuat posisi sebagai mitra aktif pemerintah pusat. Selanjutnya, pemerintah daerah akan terus mengawal implementasi MBG Minsel agar manfaatnya menjangkau seluruh masyarakat 3T.
Pada akhirnya, program ini memperkokoh fondasi generasi sehat, produktif, dan berdaya saing di Minahasa Selatan. Oleh karena itu, seluruh pihak harus menjaga komitmen bersama demi mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.
