MEDIASULUT.ID – Sulawesi Utara akan menjadi tuan rumah PESPARANI Katolik Nasional IV tahun 2027. Ajang nasional umat Katolik terbesar di Indonesia itu akan berlangsung pada 17 hingga 21 November 2027.
Kota Manado dan Tomohon akan menjadi pusat pelaksanaan kegiatan. Ribuan peserta dari berbagai provinsi diperkirakan datang ke Sulut untuk mengikuti lomba, festival budaya, hingga kegiatan pembinaan rohani.
Penunjukan Sulawesi Utara sebagai tuan rumah memperkuat citra daerah ini sebagai salah satu wilayah dengan kehidupan toleransi dan kerukunan yang kuat di Indonesia. Selain itu, kegiatan berskala nasional tersebut juga diperkirakan memberi dampak besar terhadap sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
Sulut Siap Sambut PESPARANI Nasional IV

PESPARANI atau Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik merupakan ajang nasional yang mempertemukan umat Katolik dari seluruh Indonesia melalui seni liturgi dan pembinaan iman.
Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan perlombaan paduan suara gerejani. Panitia juga akan menggelar seminar, kegiatan budaya, pembinaan rohani, hingga festival bernuansa Katolik dan budaya lokal.
Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional bersama Direktorat Jenderal Bimas Katolik Kementerian Agama mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan tersebut. Di Sulawesi Utara, LP3KD dan Keuskupan Manado terus mematangkan berbagai persiapan.
Kepercayaan sebagai tuan rumah menjadi momentum penting bagi Sulut. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah bersama tokoh agama terus memperkuat sinergi lintas umat melalui berbagai agenda sosial dan keagamaan.
Kondisi tersebut ikut memperkuat reputasi Sulawesi Utara sebagai daerah yang aktif menjaga harmoni antarumat beragama di Indonesia.
Manado dan Tomohon Jadi Pusat Kegiatan
Panitia membagi pelaksanaan PESPARANI Nasional IV di dua kota utama, yakni Manado dan Tomohon.
Manado akan menjadi lokasi pembukaan dan pusat lomba kategori grup. Peserta akan mengikuti lomba paduan suara, musik kolintang, seminar, musyawarah nasional LP3KN, hingga wisata rohani dan budaya.
Beberapa lokasi yang akan digunakan di Manado antara lain Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Graha Bumi Beringin, Aula Bank Indonesia Sulawesi Utara, Aula Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, dan Manado Convention Center.
Sementara itu, Tomohon akan menjadi pusat lomba kategori perorangan seperti bermazmur, bertutur Kitab Suci, dan cerdas cermat rohani.
Kota Tomohon juga akan menjadi lokasi Christ of the King Festival atau Festival Kristus Raja yang diproyeksikan menjadi puncak acara. Festival tersebut akan menghadirkan parade budaya, defile, dan konser budaya Katolik bernuansa Minahasa dan Kawanua.
Panitia menyiapkan Seminari Menengah St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen, Kompleks Persekolahan Yayasan Lokon Tomohon, dan Stadion Babe Palar sebagai venue utama di Tomohon.
Ribuan Peserta Akan Datang ke Sulut

Panitia memperkirakan sekitar 7.500 orang akan hadir dalam PESPARANI Katolik Nasional IV tahun 2027.
Jumlah tersebut mencakup peserta lomba, official, pendamping, panitia, hingga tamu undangan dari seluruh Indonesia.
Sekitar 6.500 peserta akan menginap di Manado dan sekitarnya untuk mengikuti lomba kategori grup. Sementara sekitar 1.000 peserta lainnya akan menginap di Tomohon dan wilayah sekitar.
Ribuan peserta yang datang ke Sulut juga akan menggerakkan sektor wisata dan perhotelan, terutama ketika kunjungan wisatawan asing ke Manado terus meningkat sepanjang 2026.
Hotel, restoran, transportasi, pelaku UMKM, hingga destinasi wisata daerah akan merasakan dampak langsung selama kegiatan berlangsung.
PESPARANI Dorong Ekonomi Sulut
PESPARANI Nasional IV tidak hanya menjadi ajang rohani dan budaya. Kegiatan ini juga akan menggerakkan ekonomi daerah selama pelaksanaan berlangsung.
Ribuan peserta dan tamu dari berbagai daerah akan meningkatkan aktivitas hotel, restoran, jasa transportasi, hingga sektor ekonomi kreatif.
Event berskala nasional tersebut juga akan memperkuat posisi Sulawesi Utara sebagai destinasi wisata rohani dan budaya di Indonesia.
Di sisi lain, pemerintah daerah terus mendorong pertumbuhan ekonomi Sulut lewat penguatan sektor jasa, investasi, dan pariwisata.
Panitia Terus Matangkan Persiapan
Panitia terus mematangkan persiapan penyelenggaraan PESPARANI Katolik Nasional IV sejak akhir 2025.
Pada 8 Mei 2026, tim LP3KD Sulawesi Utara melakukan audiensi dengan Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC.
Pertemuan tersebut membahas kesiapan penyelenggaraan serta koordinasi berbagai bidang pendukung kegiatan.
Panitia menunjuk Dr. Art Merung sebagai Ketua Bidang Penyelenggaraan. Sementara itu, Pastor Paulus Mentang menjalankan tugas sebagai Moderator LP3KD Sulawesi Utara.
Panitia juga mulai memperkuat pembinaan musik liturgi di tingkat daerah sebagai bagian dari persiapan menuju event nasional tersebut.
PESPARANI Katolik Nasional IV diperkirakan menjadi salah satu event keagamaan terbesar yang akan berlangsung di Sulawesi Utara dalam beberapa tahun terakhir. Selain menghadirkan nuansa spiritual, kegiatan ini juga membuka peluang besar bagi promosi budaya, ekonomi, dan pariwisata daerah.
