MEDIASULUT.ID – Aksi lingkungan Kodim Minahasa menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Hari-Hari Raya Gerejawi (H2RG) 2026 Wilayah Semenanjung di Minahasa Selatan.
Komando Distrik Militer (Kodim) 1302/Minahasa memperkuat sinergi bersama masyarakat melalui kegiatan pelestarian lingkungan yang terintegrasi dengan agenda keagamaan.
Danramil 1302-16/Tumpaan, Lettu Inf Jantje M. Wulur, menghadiri pembukaan kegiatan di Desa Rap-rap, Kecamatan Tatapaan, Sabtu, 28 Maret 2026.
Ia mewakili Dandim 1302/Minahasa, Letkol Inf Bonaventura Ageng F. S. Sebanyak 350 peserta mengikuti kegiatan ini secara aktif.
Peserta berasal dari unsur pemerintah, TNI-Polri, tokoh agama, serta jemaat wilayah Semenanjung. Kegiatan ini menunjukkan sinergi TNI masyarakat Minahasa dalam menjaga lingkungan.
Sinergi Ibadah dan Kegiatan Lingkungan Kodim 1302 Minahasa
Pertama, panitia membuka kegiatan dengan ibadah pada pukul 06.55 WITA. Suasana berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan sejak awal.
Selanjutnya, panitia meluncurkan program “HP Ku untuk Kristus” untuk memperkuat spiritual jemaat berbasis teknologi.
Ketua Panitia H2RG, Pnt. Dr. Yoppy Pangemanan, menekankan pentingnya kolaborasi antara gereja dan aparat dalam mendorong program pelestarian lingkungan TNI.
Ia menilai kegiatan ini memperkuat iman sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Peran TNI dalam Aksi Lingkungan Kodim Minahasa
Danramil 1302-16/Tumpaan, Lettu Inf Jantje M. Wulur, menyampaikan komitmen TNI dalam mendukung kegiatan sosial dan lingkungan di wilayah binaan.
“Kami mendukung penuh kegiatan H2RG 2026, termasuk aksi nyata menjaga lingkungan sebagai bagian dari penguatan kebersamaan dan kepedulian sosial,” kata Lettu Inf Jantje M. Wulur.
Danramil 1302-16/Tumpaan
Ia menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata peran TNI jaga lingkungan pesisir sekaligus implementasi arahan Presiden Republik Indonesia.
Selain itu, ia mengajak masyarakat menjaga keamanan dan memperkuat semangat gotong royong melalui karya bakti koramil di berbagai wilayah.
Aksi Bersih Pantai Minahasa Selatan dan Penanaman Mangrove
Kemudian, peserta langsung mengikuti aksi bersih pantai Minahasa Selatan dengan semangat kebersamaan.
Seluruh peserta memungut sampah di sepanjang pesisir secara gotong royong. Mereka bekerja secara terorganisir dan penuh kepedulian seperti dalam kegiatan bersih pesisir aparat di wilayah lain.
Setelah itu, peserta melanjutkan kegiatan dengan penanaman mangrove TNI Minahasa di area pesisir.
Kegiatan ini melindungi garis pantai dari abrasi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya penghijauan kodim yang terus digencarkan oleh Kodim 1302/Minahasa.
Dampak Aksi Lingkungan Kodim Minahasa bagi Masyarakat
Akhirnya, kegiatan ini memberikan dampak langsung bagi masyarakat pesisir. Lingkungan menjadi lebih bersih dan tertata.
Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat memperkuat hubungan sosial sekaligus membangun tanggung jawab bersama.
Kegiatan sosial Kodim Minahasa ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis komunitas mampu menciptakan perubahan nyata.
Seluruh rangkaian kegiatan selesai pada pukul 10.40 WITA. Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Momentum ini diharapkan mendorong kegiatan serupa di wilayah lain secara berkelanjutan.
