MEDIASULUT.ID – Perayaan ketupat Modayag Boltim menghadirkan kebersamaan kuat antara pemimpin daerah dan warga di Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sabtu, 28 Maret 2026. Bupati Oskar Manoppo dan Wakil Bupati Argo V. Sumaiku turun langsung dan menyatu dalam suasana penuh kehangatan.
Bupati Oskar Manoppo memimpin langsung kehadiran pemerintah daerah dalam perayaan ketupat Modayag Boltim. Ia tidak hanya hadir secara simbolis, tetapi juga berinteraksi aktif dengan masyarakat dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Kehadiran Ketua TP-PKK Ny. Rosita Manoppo-Pobela, Sekda M. Iksan Pangalima, serta pimpinan OPD memperkuat dukungan pemerintah terhadap tradisi lokal yang terus hidup di tengah masyarakat.
Pemimpin Daerah Hadir dan Menyatu dengan Warga
Bupati Oskar Manoppo membuka kegiatan dengan memotong ketupat di Desa Purworejo Timur. Ia menyapa warga secara langsung dan mendengar aspirasi masyarakat di lokasi kegiatan.
Pendekatan ini memperlihatkan gaya kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat. Di berbagai daerah, momentum serupa juga memperkuat hubungan sosial, seperti terlihat dalam perayaan ketupat di Bolsel yang menghadirkan pemimpin dan warga dalam satu ruang kebersamaan.
Setelah pembukaan, panitia melanjutkan kegiatan dengan lomba di Desa Sumber Rejo. Bupati dan rombongan kemudian mengunjungi beberapa titik untuk memastikan seluruh rangkaian berjalan lancar.
Antusiasme Warga Warnai Perayaan Ketupat
Perayaan ketupat Modayag Boltim menarik partisipasi luas dari masyarakat. Warga dari berbagai desa hadir dan terlibat aktif dalam setiap kegiatan yang berlangsung.
Warga menunjukkan antusiasme tinggi dan berinteraksi langsung dengan pimpinan daerah. Suasana ini mencerminkan nilai kebersamaan yang kuat dalam kehidupan sosial masyarakat.

Seorang warga menyampaikan kebanggaannya karena pemimpin daerah hadir langsung di tengah masyarakat. Ia menilai momen ini memperkuat rasa kedekatan dan kepercayaan.
Tradisi kebersamaan seperti ini juga terlihat dalam kegiatan masyarakat lain di wilayah Bolaang Mongondow Raya, termasuk tradisi inolut di Kotamobagu yang memperkuat silaturahmi antarwarga.
Sejarah Tradisi Ketupat di Modayag Boltim
Masyarakat Modayag menjaga tradisi ketupat sejak lama sebagai bagian dari warisan budaya lokal. Warga merayakan tradisi ini setelah Idul Fitri sebagai bentuk syukur sekaligus mempererat hubungan sosial.
Ketupat memiliki makna simbolis sebagai lambang kebersamaan, keterbukaan, dan saling memaafkan. Nilai ini terus hidup karena masyarakat mempertahankannya secara turun-temurun.
Perayaan ketupat Modayag Boltim berkembang dari tradisi keluarga menjadi agenda sosial yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah daerah ikut memperkuat peran tradisi ini sebagai identitas budaya.
Kegiatan budaya yang melibatkan partisipasi luas masyarakat juga terlihat dalam berbagai event daerah, seperti karapan sapi di Dumoga yang memperkuat kebersamaan dan identitas lokal.
Tradisi Ketupat Jadi Simbol Persatuan Boltim
Bupati Oskar Manoppo menegaskan bahwa perayaan ketupat Modayag Boltim menjadi simbol persatuan masyarakat. Ia mengajak seluruh warga menjaga nilai kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Perayaan ini sarat makna. Kita jaga silaturahmi dan kebersamaan antara masyarakat dan pemerintah,” ujar Oskar Manoppo.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi masyarakat. Ia juga mendorong pelestarian budaya sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.
Perayaan ketupat Modayag Boltim menunjukkan bahwa tradisi, kepemimpinan, dan kebersamaan dapat berjalan seiring. Pemerintah hadir secara aktif dan warga terlibat penuh dalam menjaga nilai persatuan.
