MEDIASULUT.ID – Pemakaman Grace Alice Tani Minahasa berlangsung penuh penghormatan sejak pagi hingga sore hari. Keluarga besar Kodim 1302/Minahasa mengiringi kepergian Dra. Grace Alice Tani, M.Th., ibu mertua Irdam XIV/Hasanuddin Brigjen TNI Berlin Germany, dengan prosesi tertib dan khidmat.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung di Kecamatan Langowan Timur, Kabupaten Minahasa, pada Sabtu, 17 Januari 2026. Prosesi yang berlangsung selama lebih dari enam jam ini memperlihatkan kuatnya ikatan keluarga, institusi TNI, dan masyarakat.
Prosesi Awal di Rumah Duka Desa Amongena Dua
Keluarga memulai prosesi pada pukul 09.20 WITA di rumah duka Desa Amongena Dua. Para pelayat datang sejak pagi dan langsung memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah.
Keluarga menyambut setiap pelayat dengan ketabahan. Suasana haru terasa kuat karena banyak pihak mengenal almarhumah sebagai pribadi yang hangat dan penuh perhatian.
Prajurit Kodim 1302/Minahasa mengatur jalannya kegiatan secara disiplin. Mereka menjaga ketertiban dan memastikan seluruh rangkaian berjalan lancar.
Warga sekitar ikut hadir dan memberikan dukungan moril. Kehadiran masyarakat memperlihatkan kedekatan almarhumah dengan lingkungan tempat tinggalnya.
Kehadiran Pejabat TNI Perkuat Empati dan Solidaritas
Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus hadir langsung bersama Ketua Persit KCK Daerah XIII/Merdeka Ny. Lely Mirza Agus. Kehadiran tersebut mencerminkan empati mendalam kepada keluarga yang berduka.
Brigjen TNI Berlin Germany mendampingi seluruh prosesi dengan penuh ketegaran. Ia menerima dukungan dari rekan sejawat dan keluarga besar TNI.
Dandim 1302/Minahasa Letkol Inf Bonaventura Ageng Fajar Santoso bersama jajaran perwira dan prajurit turut hadir memberikan penghormatan. Kehadiran ini juga terlihat dalam berbagai kegiatan seperti kunjungan kerja Pangdam yang menunjukkan kedekatan struktur komando.
Kebersamaan ini mempertegas bahwa duka keluarga juga menjadi duka institusi. Seluruh pihak menunjukkan solidaritas yang kuat sepanjang prosesi berlangsung.
Penyerahan Jenazah Berjalan Tertib dan Penuh Makna
Keluarga menyerahkan jenazah Dra. Grace Alice Tani, M.Th. kepada pemerintah setempat dalam prosesi resmi. Seluruh pelayat mengikuti tahapan ini dengan sikap hormat.
Petugas mengatur jalannya prosesi secara sistematis. Setiap peserta berdiri dengan tenang dan memberikan penghormatan terakhir.
Prosesi penyerahan ini mencerminkan penghormatan terakhir yang mendalam. Momen tersebut menguatkan rasa kehilangan yang dirasakan oleh keluarga dan masyarakat.
Dalam berbagai peristiwa nasional, prosesi serupa juga terlihat pada pelepasan jenazah secara militer yang berlangsung penuh penghormatan.
Ibadah dan Pengantaran ke TPU Amongena Satu
Seluruh hadirin mengikuti ibadah pemakaman dengan khusyuk. Pemimpin ibadah mengajak semua yang hadir untuk mendoakan almarhumah dengan tulus.
Doa mengalir sepanjang ibadah berlangsung. Setiap doa mencerminkan harapan agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.
Petugas kemudian mengantar jenazah menuju TPU Desa Amongena Satu. Prosesi pengantaran berlangsung tertib dengan pengawalan yang rapi.
Jenazah dimakamkan pada pukul 15.40 WITA. Rentang waktu prosesi yang panjang menunjukkan besarnya penghormatan yang diberikan kepada almarhumah.
Keluarga dan pelayat mengiringi pemakaman dengan penuh haru. Mereka menyampaikan doa terakhir sebelum meninggalkan lokasi pemakaman.
Kenangan Hangat dan Doa Mengalir untuk Almarhumah
Dra. Grace Alice Tani, M.Th. meninggal dunia pada usia 80 tahun setelah menjalani sakit. Ia membangun hubungan yang erat dengan keluarga dan masyarakat selama hidupnya.
Banyak pihak mengenang almarhumah sebagai pribadi yang hangat dan penuh kepedulian. Ia selalu hadir dalam kebersamaan dan memberikan dukungan kepada orang-orang di sekitarnya.
Peristiwa duka seperti ini juga terlihat dalam berbagai kabar kehilangan tokoh daerah, seperti wafatnya tokoh daerah yang membawa duka mendalam bagi masyarakat.
Keluarga besar Kodim 1302/Minahasa menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Mereka mendoakan agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Seluruh pihak juga berharap keluarga yang ditinggalkan memperoleh kekuatan dan penghiburan. Dukungan yang terus mengalir menunjukkan kuatnya nilai kebersamaan di tengah masyarakat Minahasa.
