MEDIASULUT.ID – Sepuluh hari setelah banjir bandang menerjang Pulau Siau pada 5 Januari, pemerintah kini memasuki fase krusial dalam pemulihan banjir bandang siau.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro terus mempercepat pemulihan infrastruktur dan menyiapkan jaminan bagi warga terdampak bencana.
Penanganan Korban dan Santunan Dipercepat
Bencana ini menewaskan 17 orang dan menyisakan dua korban dalam pencarian. Oleh karena itu, pemerintah mengurus dokumen kependudukan korban dan memastikan ahli waris menerima hak mereka tanpa hambatan.
Petugas mengintegrasikan data korban dengan sistem Dukcapil Sitaro dan mempercepat verifikasi identitas. Selain itu, pemerintah menyalurkan bantuan secara tepat sasaran dan menjaga proses tetap cepat.
Plt. Sekretaris Dinas Sosial Sulawesi Utara, Zulkifli Golonggom, menegaskan koordinasi lintas instansi mempercepat penyaluran bantuan sosial dari pemerintah pusat.
“Selain santunan kematian, bantuan bagi korban luka juga telah disiapkan dengan nominal antara Rp2 juta hingga Rp5 juta. Saat ini, 10 korban masih menjalani perawatan intensif di RS Kandou Manado,” ungkap Zulkifli pada Kamis (15 Januari 2026).
Pemerintah juga meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui pendekatan mitigasi dan memperkuat literasi kebencanaan seperti yang dijelaskan dalam edukasi kesiapsiagaan bencana untuk mengurangi risiko di masa depan.
Pemulihan Infrastruktur Buka Akses Wilayah
Tim lapangan mengerahkan alat berat dan membersihkan material banjir yang menutup akses utama. Dengan demikian, petugas membuka jalur transportasi agar mobilitas warga kembali normal.
Kepala BPBD Sulawesi Utara, Adolf Tamengkel, memastikan lima ruas jalan utama di Kecamatan Siau Timur sudah kembali berfungsi dengan normal.
Pembukaan akses ini mempercepat distribusi logistik dan membantu percepatan pemulihan banjir bandang siau di wilayah terdampak.
Pemerintah daerah memetakan titik rawan dan mengevaluasi kondisi geografis untuk mencegah gangguan lanjutan pada infrastruktur.
Dapur Umum dan Distribusi Bantuan
Pemerintah mengoperasikan dapur umum di halaman Kantor Bupati Sitaro sebagai pusat penyediaan makanan bagi warga terdampak.
Petugas memproduksi sedikitnya 1.000 porsi makanan setiap hari dan menyalurkan bantuan secara terjadwal ke titik pengungsian serta permukiman warga.
Relawan dan aparat mendistribusikan bantuan secara merata dan memprioritaskan kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil.
Pemerintah juga menyalurkan air bersih, selimut, dan perlengkapan kesehatan untuk menjaga kondisi warga tetap stabil selama masa pemulihan pascabencana.
Relokasi Jadi Prioritas Pasca Bencana
Pemerintah menyiapkan relokasi sebagai langkah jangka panjang untuk melindungi warga dari risiko bencana berulang.
Kerusakan berat pada puluhan rumah, termasuk 20 unit yang hilang total, mendorong pemerintah menetapkan relokasi sebagai solusi utama.
Kepala BPBD Sulawesi Utara, Adolf Tamengkel, mengimbau warga tidak membangun kembali rumah di lokasi lama yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Pemerintah mengkaji lokasi relokasi yang lebih aman dan memastikan ketersediaan infrastruktur agar warga dapat memulai kehidupan baru dengan lebih layak.
Langkah ini bertujuan menekan potensi ancaman banjir susulan di wilayah terdampak.
