MEDIASULUT.ID – Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev., melakukan penanaman benih padi menggunakan sistem Tanam Benih Langsung (Tabela) dengan varietas IPB 9G dan IPB 15S di Desa Busisingo, Kecamatan Sangkub, Selasa, 26 Mei 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengembangan pertanian modern boltara melalui program Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS). Program itu menjadikan Boltara sebagai daerah percontohan pertanian modern di Provinsi Sulawesi Utara.
Sirajudin Lasena turun langsung ke lokasi penanaman bersama jajaran pemerintah daerah dan kelompok tani. Pemerintah Kabupaten Boltara terus memperkuat sektor pangan melalui penerapan sistem pertanian berbasis teknologi tinggi.
Upaya itu berjalan seiring dengan berbagai program daerah untuk memperkuat sektor pertanian dan ekonomi masyarakat, termasuk langkah pemerintah dalam melindungi petani dan UMKM di wilayah Bolaang Mongondow Utara.
Boltara Jadi Percontohan PM-AAS di Sulawesi Utara

Program PM-AAS hadir sebagai sistem pertanian intensif berbasis teknologi modern. Sistem tersebut menekankan efisiensi, mekanisasi, dan presisi dalam pengelolaan lahan pertanian.
Pemerintah Kabupaten Boltara mendorong penggunaan metode pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas hasil panen. Sirajudin Lasena menilai transformasi pertanian menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Melalui program tersebut, Boltara kini menjadi salah satu daerah percontohan pengembangan pertanian modern di Sulawesi Utara. Pemerintah berharap model itu mampu meningkatkan hasil produksi padi dan memperkuat kemandirian pangan masyarakat.
Sirajudin Lasena juga mendorong para petani agar mulai beradaptasi dengan sistem pertanian berbasis teknologi. Menurutnya, penggunaan teknologi akan membantu petani meningkatkan efisiensi kerja dan kualitas hasil panen.
Lahan Percontohan Pertanian Modern Capai Dua Hektar
Pemerintah Kabupaten Boltara menyiapkan lahan percontohan seluas dua hektar dalam program PM-AAS. Lahan tersebut tersebar di dua kecamatan berbeda.
Satu hektar lahan berada di Desa Jambusarang, Kecamatan Bolangitang Barat. Sementara satu hektar lainnya berada di Desa Busisingo, Kecamatan Sangkub.
Pemerintah daerah memilih lokasi tersebut karena memiliki potensi pengembangan sektor pertanian yang cukup besar. Pemerintah juga ingin memastikan penerapan teknologi pertanian modern berjalan optimal di lapangan.
Program ini diharapkan memberi dampak langsung kepada kelompok tani melalui peningkatan efisiensi kerja dan hasil panen yang lebih maksimal. Pemerintah daerah sebelumnya juga menyalurkan bantuan beras Boltara untuk menjaga stabilitas pangan masyarakat.
Varietas IPB 9G dan IPB 15S Jadi Andalan
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Boltara menggunakan varietas IPB 9G dan IPB 15S. Kedua varietas itu dikenal memiliki produktivitas tinggi dan cocok untuk pengembangan pertanian modern.
Metode Tanam Benih Langsung (Tabela) juga dinilai mampu menghemat biaya produksi serta mempercepat proses tanam. Sistem tersebut memungkinkan petani menanam benih langsung ke lahan tanpa proses persemaian panjang.
Sirajudin Lasena berharap penerapan metode modern itu mampu meningkatkan hasil panen padi di Boltara. Pemerintah daerah juga akan terus melakukan pendampingan kepada kelompok tani selama program berjalan.
Selain fokus pada pengembangan pertanian, pemerintah daerah juga terus menyerap aspirasi warga dari desa untuk memastikan program pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Dengan dukungan teknologi dan penguatan sistem pertanian modern, Boltara optimistis mampu menjadi salah satu daerah penggerak sektor pangan di Sulawesi Utara.
