MEDIASULUT.ID – Wali Kota Bitung, Hengky Honandar SE, resmi bergabung dengan Partai Gerindra dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Gerindra Sulawesi Utara, Sabtu, 23 Mei 2026. Momentum itu berlangsung di Ballroom Four Points by Sheraton Manado dan langsung menarik perhatian publik politik Sulawesi Utara.
Ketua DPD Gerindra Sulut, Yulius Selvanus Komaling (YSK), menyerahkan langsung Kartu Tanda Anggota (KTA) Gerindra kepada Hengky Honandar. Penyerahan itu berlangsung dalam rangkaian agenda Gerindra Sulut yang digelar di Manado.
Dalam agenda itu, Hengky Honandar langsung mengenakan jaket Gerindra di hadapan kader dan pengurus partai.
Langkah politik Hengky Honandar membuka babak baru dalam dinamika politik Sulawesi Utara, khususnya di Kota Bitung. Kehadiran Hengky juga menambah kekuatan politik Gerindra di wilayah pesisir utara Sulut.
Hengky Honandar Resmi Terima KTA Gerindra

Suasana Rakerda Gerindra Sulut berlangsung penuh semangat konsolidasi partai. Kehadiran Hengky Honandar menjadi salah satu perhatian utama dalam agenda tersebut.
Yulius Selvanus Komaling menyerahkan langsung KTA Gerindra kepada Hengky Honandar. Momentum itu sekaligus menandai bergabungnya Hengky secara resmi sebagai kader Gerindra.
Hengky Honandar mengenakan jaket Gerindra sebagai simbol loyalitas dan komitmen politik baru. Para kader yang hadir menyambut momen itu dengan antusias.
Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, turut menghadiri kegiatan tersebut. Sejumlah anggota DPRD Kota Bitung dari Gerindra juga mendampingi agenda politik itu.
“Kami ingin terus membangun daerah dengan kolaborasi yang kuat dan dukungan semua pihak,” ujar Hengky Honandar dalam kesempatan sebelumnya.
Profil Hengky Honandar dan Perjalanan Politiknya
Hengky Honandar lahir di Ambon, Maluku, pada 28 Mei 1964. Masyarakat mengenal Hengky sebagai politisi dan pengusaha yang memiliki pengaruh kuat di Kota Bitung dan Sulawesi Utara.
Hengky Honandar memeluk agama Katolik dan menikah dengan Ellen Honandar Sondakh, adik dari mantan Wali Kota Bitung Hanny Sondakh. Dari pernikahan itu, mereka memiliki empat anak.
Salah satu putranya, Briando Satrio Honandar, meninggal dunia pada 2024. Tiga anak lainnya yakni Jessy Honandar, Yummi Honandar, dan Hendry Honandar.
Hengky menyelesaikan pendidikan SMP di sekolah Katolik di Ambon pada 1980. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan SMA di Manado dan lulus pada 1984.
Hengky Honandar meraih gelar Sarjana Ekonomi pada 1991 dari STIE Harapan Kasih atau Politeknik Ekonomi Manado.
Sebelum aktif di politik, Hengky menjalankan bisnis di bidang properti, transportasi laut, dan perikanan. Keluarga Honandar-Sondakh juga memiliki sejumlah aset bisnis di Sulawesi Utara.
Berdasarkan laporan LHKPN saat Pilkada 2024, total harta kekayaan Hengky Honandar mencapai sekitar Rp14,34 miliar. Nilai itu mencakup tanah dan bangunan, kapal laut, kendaraan, investasi, serta kas dan surat berharga.
Gerindra Sulut Dapat Tambahan Kekuatan Politik
Masuknya Hengky Honandar memperkuat posisi Gerindra Sulawesi Utara menjelang berbagai agenda politik daerah ke depan. Hengky juga memiliki basis akar rumput yang kuat di Kota Bitung.
Sebelumnya, Hengky Honandar menjalani karier politik di beberapa partai. Ia pernah bergabung dengan Partai Demokrat, PDI Perjuangan, hingga Partai NasDem sebelum akhirnya masuk ke Gerindra.
Pada Pilkada Bitung 2024, Hengky maju bersama Randito Maringka melalui koalisi NasDem dan Gerindra. Pasangan itu meraih kemenangan telak dengan 73.388 suara atau sekitar 64 persen.
Kini, langkah Hengky bergabung penuh ke Gerindra memperlihatkan hubungan politik yang semakin solid. Kondisi itu juga memperbesar pengaruh Gerindra di Kota Bitung sekaligus memperkuat program nasional yang terus kader Gerindra dorong di daerah.
Pengamat politik lokal menilai langkah ini memberi “amunisi politik” baru bagi Gerindra Sulut. Hengky mampu memperluas dukungan partai hingga ke kalangan masyarakat pesisir dan akar rumput.
Prestasi Hengky Honandar Sebagai Wali Kota Bitung
Presiden Prabowo Subianto melantik Hengky Honandar sebagai Wali Kota Bitung periode 2025–2030 pada 20 Februari 2025 di Istana Negara. Hengky memimpin Kota Bitung bersama Wakil Wali Kota Randito Maringka.
Pemerintahan Hengky mengusung visi “Harmonisasi Menuju Bitung Maju 2025–2030”. Pemerintah Kota Bitung fokus pada penguatan ekonomi, pelayanan publik, pendidikan, hingga reformasi birokrasi.
Pada April 2025, Hengky Honandar meraih penghargaan Top Pembina BUMD 2025 tingkat nasional atas pembinaan Perumda Air Minum Duasudara.
Pemkot Bitung juga meraih kategori Pelayanan Prima untuk Dinas Dukcapil pada 2025. Selain itu, pemerintah kota mendapat apresiasi sebagai Mitra Strategis Direktorat Jenderal Imigrasi pada November 2025.
Hingga akhir April 2026, realisasi Pendapatan Asli Daerah Kota Bitung mencapai Rp37,8 miliar atau sekitar 36,35 persen dari target tahunan.
Pemerintah Kota Bitung menjalankan program sertifikasi tanah melalui PTSL serta meluncurkan lima program prioritas dan 16 program unggulan daerah.
Dalam masa kepemimpinannya, Hengky aktif mendorong pembangunan ekonomi daerah. Pemerintah Kota Bitung juga fokus pada pelayanan publik, pemberdayaan UMKM, ketahanan pangan, pendidikan, hingga reformasi birokrasi.
Di sektor politik kepemudaan, Gerindra Sulut terus memperkuat konsolidasi organisasi melalui pembentukan dan penguatan Tidar Sulut di berbagai daerah.
Rakerda Gerindra Sulut Jadi Momentum Konsolidasi
Rakerda DPD Gerindra Sulawesi Utara menjadi momentum penting konsolidasi partai setelah Pilkada 2024. Agenda itu mempertemukan pengurus partai, kepala daerah, kader, hingga anggota legislatif.
Gerindra Sulut terus memperkuat struktur organisasi dan jaringan politik di berbagai daerah. Kehadiran tokoh seperti Hengky Honandar juga mempertegas strategi penguatan partai di tingkat lokal.
Dengan bergabungnya Hengky Honandar, Gerindra Sulut terlihat semakin percaya diri menghadapi dinamika politik mendatang. Kota Bitung pun diperkirakan menjadi salah satu basis penting Gerindra di Sulawesi Utara.
