MEDIASULUT.ID – Abrasi pantai yang mengancam permukiman warga di Desa Paret Timur mendorong Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Oskar Manoppo, turun langsung memimpin pembangunan tanggul darurat bersama masyarakat, Sabtu, 25 April 2026.
Ancaman gelombang laut yang terus mendekati rumah warga membuat pemerintah daerah bergerak cepat. Oskar Manoppo hadir di lokasi dan langsung terlibat dalam kerja bakti pembuatan sandbag sebagai tanggul pemecah ombak sementara.
Abrasi Paret Timur Ancam Permukiman Warga

Abrasi yang terjadi di pesisir Desa Paret Timur semakin mendekati area permukiman. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga karena jarak antara bibir pantai dan rumah tinggal terus berkurang.
Oleh karena itu, warga bersama pemerintah daerah mengambil langkah cepat dengan membangun tanggul darurat. Mereka mengisi karung dengan pasir lalu menyusunnya rapi di sepanjang garis pantai yang berada tepat di belakang rumah warga.
Langkah ini menjadi solusi sementara sambil menunggu penanganan jangka panjang. Selain itu, upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam penguatan infrastruktur Boltim di wilayah pesisir.
Gotong Royong Warga dan Bupati Bangun Tanggul
Suasana kerja bakti berlangsung penuh semangat. Warga Desa Paret Timur terlihat antusias membawa karung dan material pasir secara swadaya.
Oskar Manoppo tidak hanya memantau, tetapi ikut bekerja langsung bersama masyarakat. Ia membantu mengisi dan mengikat sandbag di tengah aktivitas gotong royong yang kental.
Kehadiran bupati di lapangan memberi motivasi bagi warga. Kolaborasi ini memperlihatkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.
Semangat kebersamaan ini juga sejalan dengan berbagai gerakan sosial seperti aksi bersih lingkungan yang rutin dilakukan di wilayah Boltim.
Pemda Boltim Siapkan Solusi Jangka Panjang

Di sela kegiatan, Oskar Manoppo menjelaskan bahwa pembangunan tanggul darurat ini dilakukan karena keterbatasan anggaran daerah.
“Pembangunan tanggul sementara ini merupakan swadaya masyarakat. Dengan adanya keterbatasan anggaran, pemerintah daerah berinisiatif bekerja sama dengan masyarakat. Insya Allah, melalui BPBD, kami akan mengusulkan ke pemerintah provinsi agar ada alokasi anggaran khusus untuk penanganan abrasi di wilayah ini,” ujar Bupati.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mencari solusi jangka panjang demi melindungi permukiman warga dari dampak gelombang laut.
Selain itu, pemerintah daerah juga terus merancang penanganan jangka panjang untuk melindungi kawasan pesisir, termasuk dalam upaya penataan kawasan pesisir yang lebih berkelanjutan.
Apa Itu Abrasi Pantai?
Abrasi pantai adalah proses pengikisan daratan di wilayah pesisir akibat hantaman gelombang laut yang terjadi secara terus-menerus.
Fenomena ini dapat terjadi secara alami, namun aktivitas manusia seperti penebangan mangrove dan pembangunan di pesisir dapat mempercepat proses abrasi.
Dampak Abrasi Pantai bagi Permukiman
Abrasi dapat menyebabkan garis pantai terus mundur dan mendekati permukiman warga.
Dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam rumah, fasilitas umum, serta mata pencaharian masyarakat pesisir.
Cara Mencegah Abrasi Pantai
Pencegahan abrasi dapat dilakukan melalui pembangunan tanggul, pemecah ombak, serta penanaman mangrove di sepanjang pesisir.
Langkah yang dilakukan di Desa Paret Timur menjadi contoh nyata penanganan cepat melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Perbedaan Abrasi dan Erosi
Abrasi terjadi akibat gelombang laut di wilayah pantai, sedangkan erosi terjadi di daratan akibat air hujan, aliran sungai, atau angin.
Pemahaman perbedaan ini penting agar penanganan yang dilakukan sesuai dengan karakteristik wilayah.
Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Ancaman Abrasi Pantai Boltim
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala BPBD Fitra Damopolii, pemerintah Desa Paret Timur beserta jajaran, serta tenaga ahli Bupati yang ikut mendampingi jalannya kerja bakti.
Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi ancaman abrasi yang terus meningkat. Langkah cepat seperti pembangunan tanggul darurat menjadi bukti bahwa respons bersama mampu memberikan perlindungan awal bagi warga.
Ke depan, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan solusi permanen agar permukiman warga tetap aman dari ancaman gelombang laut.
