MEDIASULUT.ID – Satlantas Polres Minahasa memperkuat edukasi keselamatan pengendara pemula guna menekan pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Minahasa. Langkah ini menegaskan komitmen polisi dalam membangun budaya tertib berkendara sejak usia muda.
Kasat Lantas Polres Minahasa, AKP Sumiaty Pontoan, SE, mengarahkan seluruh jajaran agar aktif membina masyarakat. Ia menilai edukasi menjadi kunci utama untuk menciptakan ketertiban umum dan menekan risiko kecelakaan di jalan raya.
Satlantas Minahasa Perkuat Edukasi Pengendara Pemula

Baur SIM, Aipda Yafri, langsung menjalankan instruksi tersebut saat melayani pemohon SIM C di Polres Minahasa. Ia memberikan pembekalan khusus kepada pemohon baru agar memahami tanggung jawab sebagai pengguna jalan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya etika berlalu lintas. Ia juga mengingatkan larangan penggunaan knalpot brong yang sering memicu keluhan masyarakat.
Knalpot bising tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan konflik sosial. Oleh karena itu, pengendara wajib menjaga standar kendaraan sesuai aturan pabrikan.
“Kami mengimbau masyarakat mempertahankan standar kendaraan sesuai aturan,” ujar Aipda Yafri, Selasa, 14 April 2026.
Upaya ini sejalan dengan program operasi keselamatan samrat yang sebelumnya digelar untuk menekan fatalitas kecelakaan di Minahasa.
Tekankan Etika dan Standar Kendaraan
Aipda Yafri mengarahkan pemohon agar memahami spesifikasi teknis kendaraan sebelum berkendara di jalan raya. Ia menilai kepatuhan terhadap standar kendaraan menjadi faktor penting dalam keselamatan.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa pelanggaran kecil sering memicu risiko besar di jalan. Oleh sebab itu, pengendara pemula harus membangun kebiasaan disiplin sejak awal.
Langkah edukasi ini juga memperkuat pendekatan humanis kepolisian. Satlantas tidak hanya menindak pelanggaran, tetapi juga membentuk kesadaran masyarakat.
Program edukasi ini juga mendukung upaya peningkatan kesadaran pengendara melalui pendekatan persuasif dan preventif.
Peran Keluarga Jadi Kunci Keselamatan

Satlantas Polres Minahasa juga menegaskan pentingnya peran keluarga dalam membentuk perilaku berkendara anak. Orang tua harus aktif mengawasi dan mengontrol penggunaan kendaraan oleh anak di bawah umur.
Aipda Yafri meminta orang tua bersikap tegas dalam memberikan izin berkendara. Ia menekankan bahwa kepatuhan terhadap batas usia dan kepemilikan SIM menjadi syarat mutlak.
“Pengawasan dari rumah menjadi benteng utama keselamatan,” tegasnya.
Kerja sama antara polisi dan keluarga terbukti efektif dalam menekan angka pelanggaran usia muda. Pendekatan ini juga memperkuat budaya disiplin di lingkungan masyarakat.
Upaya ini sejalan dengan langkah di daerah lain seperti pencegahan balap liar yang juga menyasar kelompok usia muda.
Pengalaman Pemohon Jadi Pembelajaran Positif
Jonathan, 17 tahun, salah satu pemohon SIM baru, memberikan kesan positif terhadap pelayanan di Polres Minahasa. Ia mengikuti seluruh proses ujian secara mandiri dan tertib.
Ia mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang keselamatan berkendara. Pengalaman tersebut membuatnya lebih siap menjadi pengguna jalan yang bertanggung jawab.
“Seluruh proses administrasi hingga ujian praktik sangat teratur,” ujar Jonathan.
Ia berharap teman sebayanya juga mengikuti prosedur resmi dalam mendapatkan SIM. Ia menilai proses tersebut penting untuk membentuk kesadaran sejak dini.
Dengan pendekatan edukatif ini, Satlantas Polres Minahasa terus mendorong lahirnya generasi pengendara yang disiplin, sadar aturan, dan mengutamakan keselamatan di jalan.
