MEDIASULUT.ID – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) bergerak cepat merespons kenaikan harga pangan dengan menyalurkan bantuan beras boltara kepada warga terdampak. Bupati Boltara, Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev, turun langsung meninjau dan menyerahkan bantuan kepada masyarakat di Kecamatan Pinogaluman, Sabtu, 11 April 2026.
Masyarakat di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) dan sekitarnya mulai merasakan tekanan ekonomi rumah tangga sejak memasuki minggu kedua April 2026. Lonjakan harga bahan pangan pokok mendorong pemerintah daerah mengambil langkah cepat dan terukur.
Kegiatan ini berlangsung di sela pembukaan Open Tournament Bupati Boltara Cup 2026. Namun, pemerintah tetap memprioritaskan penanganan dampak kenaikan harga kebutuhan pokok melalui penyaluran bantuan kepada warga.
Bantuan Beras Boltara untuk 238 Warga Pinogaluman

Pemerintah daerah menyalurkan bantuan beras cadangan pangan kepada 238 penerima manfaat di Kecamatan Pinogaluman. Penyaluran berlangsung secara simbolis di Aula Kantor Camat Pinogaluman.
Bupati Sirajudin Lasena menyerahkan bantuan secara langsung kepada perwakilan warga penerima. Ia didampingi para camat, perangkat desa, dan unsur pemerintah lainnya.
Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah memastikan distribusi bantuan tepat sasaran. Ia juga menekankan pentingnya cadangan pangan daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
“Pemerintah hadir untuk masyarakat. Di tengah kenaikan harga cabai, telur, dan kebutuhan pokok lainnya, kami memastikan stok beras tersedia dan tersalurkan kepada warga yang berhak,” ujar Sirajudin Lasena.
Harga Cabai dan Telur Picu Tekanan Ekonomi
Kenaikan harga bahan pokok menjadi pemicu utama penyaluran bantuan ini. Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional menunjukkan harga cabai rawit merah masih berada pada level tinggi.
Harga cabai rawit merah berkisar antara Rp83.100 hingga Rp84.650 per kilogram. Bahkan, harga sempat menyentuh Rp85.200 per kilogram pada 9 April 2026.
Selain itu, harga telur ayam ras tercatat sekitar Rp32.550 hingga Rp32.650 per kilogram. Angka ini masih berada di atas harga acuan penjualan.
Kenaikan harga terjadi secara nasional pasca libur Lebaran dan Paskah. Dampaknya langsung terasa di pasar lokal Boltara, Kotamobagu, dan wilayah Sulawesi Utara.
Dalam situasi ini, pemerintah daerah memperkuat koordinasi pengendalian inflasi melalui forum seperti rakor inflasi Boltara guna menjaga stabilitas harga dan pasokan.
Pengawasan LPG 3 Kg Tetap Diperketat
Selain pangan, pemerintah daerah juga mengawasi distribusi LPG 3 kg yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Harga resmi di pangkalan tetap berada pada kisaran Rp19.000 hingga Rp22.000 per tabung.
Namun, setelah libur panjang, sejumlah pangkalan mengalami kelangkaan sementara akibat lonjakan permintaan. Kondisi ini memicu kenaikan harga di tingkat pengecer.
Di beberapa wilayah, masyarakat sempat membeli LPG hingga Rp50.000 per tabung. Pemerintah daerah kemudian melakukan inspeksi langsung ke pangkalan dan pengecer.
Langkah ini bertujuan mencegah penimbunan dan memastikan harga tetap sesuai ketentuan. Selain itu, pemerintah mengimbau masyarakat membeli LPG di pangkalan resmi.
Sinergi Program Pangan dari Daerah hingga Nasional

Penyerahan bantuan beras cadangan pangan kepada warga PinogalumanSelain bantuan langsung, pemerintah juga mendorong berbagai program stabilisasi pangan. Program ini mencakup distribusi pangan dan intervensi harga di masyarakat.
Program seperti gerakan pangan murah membantu menjaga keterjangkauan harga bahan pokok di tingkat konsumen.
Di sisi lain, pemerintah pusat terus memperkuat arah kebijakan ketahanan pangan nasional. Hal ini sejalan dengan upaya swasembada pangan nasional sebagai fondasi transformasi ekonomi jangka panjang.
Dengan demikian, langkah pemerintah daerah dan pusat berjalan selaras dalam menjaga stabilitas pangan dan daya beli masyarakat.
Pemerintah Hadir Lewat Bantuan Beras Boltara

Penyaluran bantuan beras di Pinogaluman menjadi bukti bahwa pemerintah daerah tidak hanya memantau kondisi, tetapi juga bertindak langsung.
Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara terus mengombinasikan pengawasan harga, distribusi cadangan pangan, dan intervensi pasar untuk meredam tekanan ekonomi.
Bupati Sirajudin Lasena menegaskan bahwa stabilitas ekonomi masyarakat menjadi prioritas utama. Ia memastikan pemerintah akan terus menjalankan langkah konkret dan terukur.
Dengan langkah tersebut, pemerintah optimistis dapat mengendalikan tekanan ekonomi rumah tangga. Program bantuan beras boltara menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan masyarakat di tengah dinamika harga pangan.
