MEDIASULUT.ID – Tiongkok mengukuhkan dominasinya sebagai tujuan ekspor utama Sulawesi Utara selama periode Januari–November 2025. Nilai pengiriman barang ke negara tersebut menembus 236,19 juta dolar AS. Angka ini setara dengan 21,32 persen dari total ekspor daerah yang mencapai 1,107 miliar dolar AS.
Dominasi Tiongkok membuktikan ketergantungan pasar Asia Timur terhadap produk mentah dan olahan dari Sulut. Sektor ekspor kini menjadi mesin utama yang menggerakkan roda ekonomi di Bumi Nyiur Melambai.
Lonjakan Drastis Kinerja Ekspor 2025
Kepala BPS Sulawesi Utara, Aidil Adha, mencatat pertumbuhan yang sangat signifikan tahun ini. Nilai ekspor melonjak tajam jika kita bandingkan dengan capaian tahun 2024. Pada periode yang sama tahun lalu, Sulut hanya membukukan ekspor sebesar 741,54 juta dolar AS.
Dengan demikian, ekspor Sulawesi Utara tumbuh sebesar 49,36 persen secara tahunan (YoY). Pertumbuhan hampir separuh nilai tahun lalu ini menunjukkan kualitas produk lokal semakin kompetitif. Kondisi ini memperkuat capaian ekonomi Sulut yang tumbuh impresif di kancah nasional.
Ekspansi ke Pasar Eropa dan Amerika
Sulut tidak hanya mengandalkan Tiongkok untuk meraih devisa. Belanda muncul sebagai kekuatan baru di posisi kedua dengan nilai ekspor 224,15 juta dolar AS. Pasar Eropa ini sangat meminati produk berkelanjutan dari Sulawesi Utara.
Filipina menyusul di urutan ketiga dengan kontribusi sebesar 205,20 juta dolar AS. Sementara itu, Amerika Serikat dan Korea Selatan tetap menjadi mitra strategis. Masing-masing menyumbang 81,88 juta dolar AS dan 80,49 juta dolar AS bagi pendapatan daerah.
Diversifikasi negara tujuan ini sangat penting untuk menjaga stabilitas perdagangan. Pemerintah daerah juga terus mematangkan kesiapan Sulut sebagai pusat direct call Sulampua guna memangkas jalur distribusi internasional.
Minyak Nabati dan Perikanan Jadi Primadona
Kelompok lemak dan minyak hewani/nabati tetap menjadi tulang punggung ekspor. Komoditas ini menyumbang angka fantastis sebesar 776,39 juta dolar AS. Permintaan dunia terhadap minyak kelapa dan turunannya masih sangat tinggi.
Sektor perikanan dan produk olahan laut juga menunjukkan tren positif. Produk tuna dan cakalang tetap menjadi andalan untuk pasar Jepang dan Eropa. Sektor ini berdampak langsung pada kesejahteraan nelayan di pesisir Sulawesi Utara.
Penguatan sektor unggulan ini juga mendorong pembangunan di wilayah penyangga. Kabupaten Minahasa Selatan, misalnya, mulai memetik hasil lewat kebijakan pemerataan ekonomi Minsel yang fokus pada hilirisasi produk pertanian.
Tren Positif Hingga Akhir Tahun
Kinerja pada November 2025 saja mencapai 79,12 juta dolar AS. Angka ini naik 18,73 persen dibanding November tahun lalu. Tren bulanan yang stabil ini memberikan rasa optimis bagi para pelaku usaha daerah.
Pemerintah daerah berharap momentum ini terus terjaga hingga tutup tahun. Ekspor yang kuat akan memperkokoh struktur ekonomi masyarakat. Pada akhirnya, keberhasilan ini akan mendorong kesejahteraan warga Sulawesi Utara secara lebih luas dan berkelanjutan.
