SULUTVIRAL.INFO – Wakil Bupati Minahasa Utara Kevin William Lotulung melakukan koordinasi langsung ke Badan Gizi Nasional (BGN) pada Rabu, 4 Februari 2026. Langkah ini menegaskan fokus pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Minahasa Utara.
Kevin bertemu langsung dengan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, di Kantor Pusat BGN. Ia membawa laporan lapangan terkait tantangan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah dengan keterbatasan akses.
Koordinasi ini menjadi krusial karena wilayah 3T memiliki karakteristik geografis dan logistik yang berbeda. Pemerintah daerah menilai pendekatan khusus diperlukan agar program nasional berjalan efektif.
“Kesempatan bertatap muka langsung dengan pimpinan BGN sangat penting untuk meluruskan kendala yang kami hadapi di wilayah 3T,” kata Kevin William Lotulung.
Wilayah 3T Jadi Prioritas Layanan Gizi
Dalam pertemuan tersebut, Kevin menegaskan bahwa pembangunan SPPG di wilayah 3T tidak bisa disamakan dengan daerah perkotaan. Akses transportasi, jarak tempuh, serta ketersediaan bahan pangan menjadi tantangan utama.
Pemkab Minahasa Utara menilai layanan gizi di wilayah terpencil harus dirancang adaptif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor terus diperkuat.
Langkah ini memperkuat kesiapan daerah dalam menjalankan program makan bergizi secara merata, terutama bagi anak-anak di wilayah sulit dijangkau.

Evaluasi MBG di Daerah Terpencil
Kevin memaparkan sejumlah kendala teknis selama penerapan MBG di wilayah 3T. Ia menyebut kesiapan dapur SPPG, distribusi logistik, serta keterbatasan sumber daya sebagai persoalan yang perlu penanganan khusus.
Namun demikian, pemerintah daerah tetap berkomitmen menjalankan program ini secara konsisten. Evaluasi internal terus dilakukan untuk memastikan layanan gizi tetap menjangkau kelompok sasaran.
Pembangunan SPPG Minahasa Utara diposisikan sebagai fondasi layanan gizi di wilayah terpencil dan kepulauan.
“Kami ingin memastikan anak-anak di wilayah 3T mendapat hak gizi yang sama,” ujarnya.

Sinergi Pusat–Daerah Percepat Pemerataan
Kepala BGN Dadan Hindayana menyambut positif fokus Minahasa Utara pada wilayah 3T. Ia menilai komunikasi langsung mempercepat penyelesaian persoalan di lapangan.
Menurutnya, sinergi pusat dan daerah menjadi kunci pemerataan layanan gizi nasional. BGN juga siap memberikan pendampingan teknis sesuai kebutuhan daerah.
“Wilayah 3T membutuhkan perhatian khusus dan kerja sama yang kuat,” kata Dadan Hindayana.
Upaya Pemkab Minahasa Utara ini sejalan dengan penguatan program gizi Sulut dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

