MEDIASULUT.ID – Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, S.H., bersama Wakil Bupati Brigjen TNI (Purn.) Theodorus Kawatu, S.I.P., menghadiri Rapat Paripurna DPRD dalam rangka Hari Jadi ke-23 Kabupaten Minahasa Selatan yang diperingati pada 27 Januari 2026..
Momentum hari jadi minahasa selatan 2026 ini tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi ruang evaluasi capaian sekaligus penegasan arah pembangunan daerah ke depan.
Rapat yang digelar di ruang paripurna DPRD ini menghadirkan unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, serta berbagai elemen masyarakat. Pemerintah daerah menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga kesinambungan pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Momentum ini juga memperlihatkan konsistensi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pembangunan di tengah dinamika ekonomi nasional dan global yang terus berubah.

Tema Hari Jadi ke-23 Minahasa Selatan
Peringatan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Minahasa Selatan mengusung tema “Minahasa Selatan Bersyukur, Semakin Maju dan Sejahtera.” Tema ini mencerminkan optimisme daerah setelah melewati berbagai tantangan pembangunan dalam beberapa tahun terakhir.
Subtema yang diangkat menitikberatkan pada kedaulatan pangan dan kelestarian lingkungan hidup. Pemerintah daerah menempatkan dua sektor ini sebagai fondasi utama pembangunan berkelanjutan.
Pendekatan ini sejalan dengan arah kebijakan nasional yang menempatkan ketahanan pangan dan isu lingkungan sebagai prioritas strategis dalam pembangunan jangka panjang.

Refleksi Pembangunan dan Capaian 2025
Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan terus mendorong pembangunan inklusif yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Program pembangunan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan, tetapi juga pemerataan.
Pemerintah daerah mengarahkan kebijakan pada sektor strategis seperti pertanian, pelayanan publik, serta penguatan ekonomi lokal. Langkah ini memperlihatkan pendekatan pembangunan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran 5 persen, capaian daerah menunjukkan daya tahan ekonomi yang cukup kuat. Hal ini menegaskan bahwa kebijakan pembangunan berjalan pada jalur yang tepat.
Sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas pembangunan di Minahasa Selatan.
“Marijo Batanam” Perkuat Ketahanan Pangan
Program Marijo Batanam menjadi salah satu inovasi unggulan dalam mendorong kedaulatan pangan. Program ini mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.
Pendekatan ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan kemandirian ekonomi rumah tangga. Program ini mendorong masyarakat untuk lebih produktif dalam memanfaatkan potensi lokal.
Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan nasional yang mendorong pemanfaatan lahan pekarangan sebagai solusi ketahanan pangan berbasis keluarga. Program ini juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara langsung.

JEMPOL HEBAT Dorong Transformasi Pelayanan Publik
Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan menghadirkan Program JEMPOL HEBAT sebagai inovasi pelayanan administrasi kependudukan. Program ini memberikan kemudahan akses layanan secara cepat dan efisien.
Melalui pendekatan jemput bola, layanan administrasi kini dapat menjangkau wilayah yang sebelumnya sulit diakses. Langkah ini mempercepat proses pelayanan sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik.
Program ini sejalan dengan arah kebijakan Ditjen Dukcapil Kemendagri yang mendorong digitalisasi dan perluasan akses layanan kependudukan di seluruh Indonesia.
Pemerintah daerah juga menghadirkan fasilitas layanan Dukcapil di wilayah atas Minahasa Selatan untuk memastikan pemerataan pelayanan.

Program Tabungan Sampah Perkuat Kepedulian Lingkungan
Pemerintah daerah menjalankan Program Tabungan Sampah sebagai langkah nyata menjaga kelestarian lingkungan. Program ini mendorong masyarakat untuk aktif dalam pengelolaan sampah.
Program ini berbasis partisipasi masyarakat dan memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional yang menargetkan pengurangan sampah secara signifikan melalui pendekatan berbasis komunitas.
ASN di lingkungan pemerintah daerah diharapkan menjadi contoh dalam membangun budaya hidup bersih dan peduli lingkungan.
Pertumbuhan Ekonomi Minahasa Selatan 2025
Berdasarkan data pemerintah daerah, pertumbuhan ekonomi triwulan III tahun 2025 mencapai 5,51 persen. Angka ini melampaui rata-rata nasional dan menunjukkan kinerja ekonomi yang stabil.
Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor-sektor produktif yang terus berkembang. Pemerintah daerah mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan.
Stabilitas ekonomi daerah menjadi indikator keberhasilan kebijakan pembangunan yang terarah dan konsisten.

Investasi Melonjak dan Inflasi Sangat Rendah
Realisasi investasi tahun 2025 mencapai sekitar 130,5 persen dari target. Capaian ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Minahasa Selatan.
Kinerja investasi ini melampaui standar pertumbuhan nasional, yang menandakan iklim usaha daerah semakin kondusif dan kompetitif.
Sementara itu, inflasi year on year Desember 2025 tercatat 0,46 persen. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang berada di kisaran 2 hingga 3 persen.
Inflasi yang rendah mencerminkan efektivitas pengendalian harga serta stabilitas pasokan barang di daerah.

Komitmen Pembangunan Berkelanjutan 2026
Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar menegaskan bahwa capaian pembangunan harus menjadi pijakan untuk langkah berikutnya.
“Momentum Hari Jadi ke-23 ini harus memperkuat komitmen kita untuk terus bersinergi dan menghadirkan pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Franky Wongkar.
Pemerintah daerah juga menyatakan kesiapan mendukung program nasional seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat ekonomi desa.
Melalui sinergi pusat dan daerah, Minahasa Selatan menargetkan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan sebagai bagian dari visi besar Indonesia Emas 2045.
