MEDIASULUT.ID – WKI GMIM Imanuel Klabat Wilayah Tatelu menggelar Ibadah Hari Doa Sedunia (HDS) Tahun 2026 dengan khidmat pada Sabtu, 21 Maret 2026, di Gedung Gereja Imanuel Klabat. Ibadah HDS WKI GMIM Klabat ini menghadirkan nuansa budaya Nigeria yang kuat sehingga jemaat merasakan kebersamaan dan penguatan iman.
Ibadah HDS 2026 Berlangsung Khidmat dan Penuh Makna
Ketua BPMJ GMIM Imanuel Klabat, Pdt. Veiby Tumiwa, M.Th., memimpin ibadah dengan penuh penghayatan. Selain itu, jemaat mengikuti setiap rangkaian ibadah secara tertib sehingga suasana rohani terasa hangat dan mendalam.

Selanjutnya, Pdt. Veiby Tumiwa menyalakan lilin Advent minggu keempat sebagai simbol terang dan pengharapan dalam kehidupan iman jemaat. Dengan demikian, momen ini memperkuat pesan spiritual dalam ibadah.
“Hari Doa Sedunia bukan hanya ibadah, tetapi panggilan untuk saling mendoakan dan menguatkan perempuan di seluruh dunia, termasuk di Nigeria,” ujar Pdt. Veiby Tumiwa.
Sementara itu, salah satu anggota WKI menyampaikan pengalaman pribadinya. “Kami merasa lebih dekat dan saling menguatkan melalui ibadah ini,” ungkapnya.
Nuansa Budaya Nigeria Perkaya Makna Ibadah HDS
WKI GMIM Imanuel Klabat menghadirkan nuansa budaya perempuan Nigeria melalui busana dan atribut khas. Oleh karena itu, kaum ibu tampil dengan warna dan corak mencolok yang memperkaya suasana ibadah.
Selain menampilkan budaya, jemaat juga menghayati pesan global Hari Doa Sedunia. Tahun ini, jemaat mengangkat kehidupan dan pergumulan perempuan di Nigeria sehingga mereka turut memahami dan mendoakan kondisi tersebut.
Lebih lanjut, nilai ini memperkuat semangat jemaat yang terus diteguhkan dalam iman melalui pelayanan dan kehidupan bergereja.
Perkuat Iman dan Solidaritas Perempuan Jemaat
Ibadah HDS 2026 mendorong WKI GMIM Imanuel Klabat untuk mempererat kebersamaan lintas generasi. Di sisi lain, jemaat juga meningkatkan kepedulian sosial melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan ibadah.

Selanjutnya, semangat ini mendorong jemaat untuk terus jadi berkat bagi lingkungan sekitar serta memperluas dampak pelayanan gereja.
Selain itu, WKI GMIM Imanuel Klabat memperkuat komitmen perempuan gereja dalam membangun peran sosial jemaat di tengah masyarakat.
Pada akhirnya, ibadah ini memperkuat iman sekaligus menyatukan perempuan dalam doa lintas bangsa sehingga peran mereka semakin nyata dalam kehidupan bergereja dan sosial.
