MEDIASULUT.ID – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud resmi mencanangkan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 dengan fokus awal pada dua desa pilot project, yakni Desa Mala dan Maredaren Kiama. Program ini menjadi langkah strategis daerah untuk memperkuat kualitas data pembangunan dari tingkat desa.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Kepulauan Talaud, Sthela F. Bentian, S.Si, M.Si mewakili pemerintah daerah dalam pencanangan yang berlangsung di BPM Desa Mala, Rabu, 6 Mei 2026. Pemerintah daerah menandai kegiatan tersebut melalui penandatanganan dokumen komitmen bersama.
Melalui program desa cinta statistik talaud, pemerintah daerah ingin memastikan seluruh kebijakan pembangunan berbasis data riil dan akurat. Pemerintah daerah juga mendorong aparatur desa agar semakin cakap mengelola dan memanfaatkan data statistik.
Desa Mala dan Maredaren Kiama Jadi Percontohan

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud menetapkan Desa Mala dan Maredaren Kiama sebagai desa percontohan program Desa Cantik Tahun 2026. Kedua desa tersebut akan menjadi model penguatan tata kelola data berbasis statistik di wilayah perdesaan.
Program ini menghadirkan kolaborasi antara pemerintah desa, pemerintah kabupaten, dan Badan Pusat Statistik (BPS). Karena itu, aparatur desa akan menerima pembinaan terkait pengumpulan, pengolahan, dan pemanfaatan data pembangunan.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menyusun pembangunan yang lebih tepat sasaran. Upaya itu juga terlihat dalam agenda Musrenbang RKPD Talaud 2027 yang menekankan sinkronisasi data pembangunan.
Data Akurat Jadi Dasar Kebijakan Pembangunan

Dalam sambutan Bupati Kepulauan Talaud yang dibacakan Sthela F. Bentian, pemerintah daerah menegaskan bahwa data akurat menjadi fondasi utama penyaluran bantuan dan penyusunan program pembangunan.
“Melalui Desa Cantik kita ingin memastikan setiap kebijakan yang diambil berbasis pada data riil di lapangan,” ujar Sthela saat membacakan sambutan Bupati Talaud.
Pemerintah daerah menilai kualitas data desa akan menentukan efektivitas program pembangunan. Penilaian itu mencakup sektor ekonomi, pelayanan publik, dan pemberdayaan masyarakat.
Penguatan data desa juga selaras dengan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Sitaro. Kedua program tersebut sama-sama menekankan pentingnya basis data akurat untuk pembangunan daerah.
Perkuat Literasi Statistik Desa di Talaud
Kegiatan pencanangan Desa Cantik 2026 turut menghadirkan unsur pemerintah kabupaten, kecamatan, pemerintah desa, BPS, tokoh adat, dan masyarakat. Panitia juga mengisi agenda tersebut dengan sosialisasi tentang pentingnya literasi statistik di tingkat desa.
Melalui sosialisasi tersebut, perangkat desa diharapkan mampu memahami pentingnya data dalam menentukan arah pembangunan. Dengan demikian, desa dapat menyusun program berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.
Program desa cinta statistik talaud juga diharapkan mampu menciptakan kemandirian data di tingkat desa. Pemerintah daerah ingin Desa Mala dan Maredaren Kiama menjadi contoh bagi desa lain dalam pengelolaan data pembangunan yang modern dan terukur.
Selain itu, penguatan kualitas data desa turut mendukung langkah pemerintah daerah dalam mendorong digitalisasi keuangan daerah dan tata kelola pemerintahan berbasis data.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud berharap program Desa Cantik dapat mempercepat pembangunan desa berbasis data. Pemerintah daerah juga ingin meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
