MEDIASULUT.ID – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak terhadap program sidak bibit kelapa Manado di Kelurahan Bengkol, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Jumat, 1 Mei 2026. Sidak ini langsung mengungkap temuan serius terkait selisih data dan kualitas bibit yang jauh dari standar program nasional.
Andi Amran Sulaiman turun langsung ke lokasi untuk memastikan program swasembada pangan berjalan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Namun, hasil di lapangan menunjukkan ketidaksesuaian mencolok antara laporan administratif dan kondisi nyata.
Temuan Selisih Bibit Kelapa di Manado

Tim Kementerian Pertanian mencatat laporan awal menyebutkan 48.000 bibit kelapa tersedia di lokasi. Namun, saat sidak berlangsung, petugas hanya menemukan sekitar 17.000 bibit di lapangan.
Selisih jumlah ini langsung menjadi perhatian utama Andi Amran Sulaiman. Ia menilai perbedaan tersebut tidak dapat ditoleransi karena menyangkut penggunaan anggaran negara dalam program strategis nasional.
Selain jumlah yang tidak sesuai, kondisi bibit juga menjadi sorotan. Banyak bibit terlihat kecil, tidak sehat, dan tidak layak tanam untuk mendukung produktivitas perkebunan.
Kondisi lahan pembibitan juga memprihatinkan. Rumput liar tumbuh tinggi hingga menutupi sebagian tanaman, yang menunjukkan lemahnya pemeliharaan dan pengawasan.
Respons Tegas Mentan Amran

Menanggapi temuan tersebut, Andi Amran Sulaiman langsung memerintahkan aparat kepolisian dan kejaksaan untuk melakukan pemeriksaan terbuka dan menyeluruh.
Ia menegaskan tidak ada kompromi terhadap penyimpangan dalam program bantuan pemerintah. “Kami datang bukan untuk mencari kesalahan, tetapi membenarkan yang salah,” tegasnya.
Amran juga menyatakan akan memecat pegawai Kementerian Pertanian yang terbukti terlibat. Ia tidak akan memberikan sanksi ringan berupa mutasi, melainkan tindakan tegas berupa pemberhentian.
Selain itu, rekanan yang terbukti melakukan praktik pungutan atau penyimpangan akan langsung masuk daftar hitam dan diproses secara hukum.
Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius menjaga integritas program swasembada pangan nasional.
Bagian dari Program Nasional Pertanian
Sidak ini menjadi bagian dari pengawasan program bantuan bibit gratis yang memiliki anggaran sekitar Rp9,95 hingga Rp10 triliun. Program ini menargetkan pengembangan perkebunan strategis hingga sekitar satu juta hektare di seluruh Indonesia.
Di Sulawesi Utara, program ini menjadi penting karena kebutuhan bibit kelapa terus meningkat untuk mendukung perluasan lahan perkebunan.
Pemerintah daerah juga memperkuat sinergi melalui berbagai program ketahanan pangan seperti dalam program pangan daerah yang terintegrasi.
Upaya peningkatan produksi juga terlihat melalui penguatan ekonomi desa di sektor pertanian.
Pemerintah juga menjaga stabilitas harga dan distribusi pangan melalui gerakan pangan murah di berbagai wilayah Sulawesi Utara.
Selain kelapa, Mentan Amran juga menyetujui tambahan bantuan bibit jagung untuk lahan sekitar 15.000 hektare di Sulawesi Utara guna memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dorongan Transparansi dan Pengawasan
Kasus ini menunjukkan pentingnya pengawasan ketat dalam setiap program bantuan pemerintah. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci agar anggaran besar benar-benar memberi manfaat bagi petani.
Andi Amran Sulaiman menekankan seluruh pihak harus bertanggung jawab menjaga kualitas program, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.
Hingga saat ini, proses investigasi masih berlangsung dan belum ada hasil resmi dari aparat penegak hukum. Pemerintah memastikan setiap temuan akan ditindaklanjuti secara serius.
Dengan langkah tegas ini, pemerintah berharap kepercayaan publik terhadap program pertanian nasional tetap terjaga dan tujuan swasembada pangan dapat tercapai secara optimal.
