MEDIASULUT.ID – Kabar baik datang bagi calon jemaah haji asal Sulawesi Utara. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara resmi menaikkan subsidi haji Sulut 2026 menjadi Rp5 juta per jemaah. Kebijakan ini langsung memberi dampak karena membantu meringankan biaya perjalanan di tengah kenaikan ongkos penerbangan.
Pemprov Sulut Naikkan Subsidi Haji 2026

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengambil langkah konkret untuk membantu jemaah haji. Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menyetujui kenaikan subsidi biaya lokal dari Rp3,8 juta menjadi Rp5 juta per jemaah.
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menerima audiensi Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Utara, Wahyudin Ukoli, bersama jajaran di Wisma Negara, Manado, Jumat, 17 April 2026.
Pemerintah menetapkan kebijakan ini setelah melihat tekanan biaya transportasi yang terus meningkat. Kenaikan harga avtur mendorong lonjakan tiket pesawat, terutama untuk rute Manado menuju embarkasi Balikpapan.
Ia mengambil keputusan ini sebagai respons atas kenaikan biaya penerbangan akibat lonjakan harga avtur yang berdampak pada biaya perjalanan jemaah.
Dalam berbagai kesempatan, termasuk agenda pemerintahan yang juga dibahas dalam strategi 2026 Sulut, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga kesejahteraan masyarakat melalui kebijakan yang langsung menyentuh kebutuhan publik.
Gubernur Tegaskan Pemerintah Harus Hadir
Yulius Selvanus menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh tinggal diam menghadapi kenaikan biaya yang dirasakan masyarakat.
“Kita ingin pastikan ibadah haji tetap terjangkau meskipun ada tantangan eksternal,” ujar Yulius Selvanus.
Ia menekankan bahwa pemerintah harus hadir dan mengambil peran aktif untuk meringankan beban masyarakat, terutama dalam pelaksanaan ibadah.
Biaya Lokal Haji Sulut Capai Rp7,6 Juta

Jemaah haji juga menanggung biaya lokal selain biaya utama. Pemerintah menetapkan total biaya lokal haji Sulut 2026 sebesar Rp7.618.655 per orang.
Komponen biaya mencakup tiket pesawat pulang-pergi Manado–Balikpapan, konsumsi, akomodasi, serta operasional selama jemaah berada di asrama haji. Tanpa subsidi, biaya ini akan terasa lebih berat bagi jemaah.
Pemerintah provinsi menghadirkan subsidi sebagai penopang utama. Langkah ini sejalan dengan upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah, sebagaimana tercermin dalam laporan ekonomi Sulut 2026 yang menunjukkan arah kebijakan pro-rakyat.
Tambahan Bantuan dari Kabupaten dan Kota
Tidak hanya pemerintah provinsi, sejumlah pemerintah kabupaten dan kota di Sulawesi Utara juga memberikan bantuan tambahan kepada jemaah haji. Besaran bantuan bervariasi mulai dari Rp1 juta hingga Rp3,5 juta per jemaah.
Kota Kotamobagu menyalurkan bantuan tertinggi sebesar Rp3,5 juta, diikuti Kabupaten Bolaang Mongondow sebesar Rp3,2 juta. Pemerintah daerah lain seperti Manado dan Minahasa memberikan bantuan sekitar Rp1 juta.
Sinergi ini menunjukkan komitmen bersama pemerintah daerah untuk meringankan beban masyarakat. Komitmen tersebut juga terlihat dalam berbagai program pembangunan, seperti dalam program kerja pemuda Sulut yang terus berkembang.
Jumlah Jemaah dan Jadwal Keberangkatan
Jumlah jemaah haji asal Sulawesi Utara pada 2026 mencapai 394 orang, terdiri dari 390 jemaah dan 4 petugas. Angka ini sedikit di bawah kuota awal sebanyak 402 orang.
Jemaah akan masuk Asrama Haji Tuminting Manado pada 1 Mei 2026. Panitia memberangkatkan jemaah menuju embarkasi Balikpapan pada 2 Mei 2026 sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.
Pemerintah juga memberi perhatian khusus kepada jemaah lanjut usia dengan menyediakan sekitar 20 kursi prioritas.
Sinergi Pemprov dan Kemenag Sulut

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Utara, Wahyudin Ukoli, menyampaikan apresiasi atas keputusan tersebut.
Ia menilai langkah Pemprov Sulut sebagai bentuk sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan instansi vertikal dalam pelayanan masyarakat.
Pertemuan ini memperkuat kerja sama dalam memberikan solusi nyata dan pelayanan terbaik bagi masyarakat Sulawesi Utara.
Target Embarkasi Haji Mandiri di Sulut
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mendorong rencana pembangunan embarkasi haji mandiri di daerah. Gubernur Yulius Selvanus menyampaikan harapan agar Sulawesi Utara dapat memiliki embarkasi sendiri demi pelayanan yang lebih baik.
Embarkasi mandiri akan meningkatkan efisiensi perjalanan dan kenyamanan jemaah. Selain itu, langkah ini dapat menekan biaya perjalanan yang selama ini meningkat akibat keberangkatan melalui daerah lain.
Instruksi Tindak Lanjut Segera Dijalankan
Yulius Selvanus memerintahkan jajaran pemerintah daerah untuk segera menindaklanjuti kebijakan ini.
Ia meminta Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat bersama instansi terkait untuk mengoordinasikan langkah teknis agar kebijakan subsidi dapat segera direalisasikan.
Kebijakan subsidi haji Sulut 2026 ini menunjukkan kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Dukungan dari provinsi hingga kabupaten dan kota membuka peluang lebih besar bagi jemaah untuk menunaikan ibadah dengan lebih tenang.
