MEDIASULUT.ID – Pemerintah Kabupaten Minahasa langsung mengakselerasi strategi ekonomi minahasa melalui sinkronisasi kebijakan dengan pemerintah pusat. Langkah ini menjadi fondasi penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat arah pembangunan daerah.
Bupati Robby Dondokambey bersama Wakil Bupati Vanda Sarundajang menghadiri Rapat Koordinasi Nasional 2026 di Sentul International Convention Center, Bogor, Senin, 2 Februari 2026. Kehadiran keduanya menegaskan komitmen kuat dalam mengawal visi Indonesia Emas 2045.
Selain itu, forum ini membuka ruang koordinasi agar kebijakan pusat dapat langsung diterjemahkan secara efektif di tingkat daerah tanpa hambatan birokrasi.
Sinkronisasi Kebijakan Jadi Fondasi Arah Ekonomi

Bupati Robby Dondokambey menegaskan bahwa strategi ekonomi minahasa harus berjalan selaras dengan kebijakan nasional. Ia memastikan tidak ada lagi celah antara instruksi pusat dan implementasi di daerah.
Ia menilai percepatan pembangunan hanya tercapai jika seluruh kebijakan bergerak dalam satu irama. Oleh karena itu, Pemkab Minahasa langsung menyelaraskan program prioritas, terutama pada sektor ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Pendekatan ini memperkuat arah pembangunan ekonomi daerah berbasis kebutuhan riil masyarakat. Dengan demikian, setiap program tidak hanya berjalan cepat, tetapi juga tepat sasaran.
Program Prioritas Difokuskan untuk Dampak Nyata
Pemkab Minahasa memastikan seluruh program strategis memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Pemerintah daerah kini mengarahkan kebijakan pada hasil konkret, bukan sekadar rutinitas administratif.
“Kami menyatukan pemahaman agar program yang bersentuhan langsung dengan rakyat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” ujar Bupati Robby.
Langkah ini memperkuat efektivitas implementasi kebijakan sekaligus mempercepat dampak ekonomi di tingkat lokal. Selain itu, pemerintah terus meningkatkan kapasitas aparatur untuk mendukung percepatan ekonomi daerah.
Dalam konteks ini, penguatan kualitas program berjalan seiring dengan peningkatan akuntabilitas dan transparansi kebijakan.
Deregulasi dan Investasi Jadi Pengungkit Pertumbuhan

Wakil Bupati Vanda Sarundajang langsung menyisir regulasi yang menghambat investasi. Ia menilai penyederhanaan aturan menjadi kunci utama untuk membuka peluang ekonomi yang lebih luas.
Selain itu, Pemkab Minahasa mendorong percepatan perizinan agar investasi dapat masuk lebih cepat. Langkah ini bertujuan memperluas lapangan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai bagian dari penguatan kebijakan, pendekatan ini sejalan dengan penguatan sektor ekonomi daerah yang menitikberatkan pada potensi unggulan Minahasa.
Dengan demikian, investasi tidak hanya tumbuh, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi Minahasa.
Hilirisasi Desa Perkuat Struktur Ekonomi Lokal

Strategi ekonomi minahasa juga diarahkan pada penguatan ekonomi berbasis desa melalui hilirisasi. Pemerintah daerah mendorong pengolahan potensi lokal agar memiliki nilai tambah sebelum masuk ke pasar.
“Hambatan aturan akan dipangkas agar investasi masuk dan lapangan kerja bagi warga Minahasa terbuka luas,” tegas Vanda Sarundajang.
Selain memperkuat ekonomi akar rumput, langkah ini juga menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih mandiri. Desa mulai berkembang sebagai pusat ekonomi baru yang produktif.
Lebih lanjut, pendekatan ini terhubung dengan transformasi digital daerah yang membuka akses pasar lebih luas bagi produk lokal.
Sebagai hasilnya, struktur ekonomi daerah menjadi lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan. Strategi ini sekaligus menempatkan Minahasa sebagai bagian penting dalam mendukung pertumbuhan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
