MEDIASULUT.ID – Warga Desa Pindol, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), mengeluhkan amblasnya jalan penghubung Pinogaluman Dumoga yang menjadi jalur utama aktivitas harian dan distribusi hasil pertanian.
Kerusakan tersebut membuat akses jalan tidak dapat dilalui saat hujan dan debit air tinggi, sehingga mobilitas masyarakat terganggu.
Jalur ini menjadi akses vital menuju pusat pemerintahan di Lolak serta jalur utama pengangkutan hasil kebun dan pertanian warga dari wilayah Dumoga.
Akses Terputus Saat Hujan dan Debit Air Tinggi
Mobilitas Warga Sering Terhambat
Saat cuaca cerah dan debit air rendah, sebagian kendaraan masih dapat melintas dengan hati-hati. Namun, ketika hujan turun dan debit air meningkat, akses jalan langsung terputus sehingga warga tidak bisa melintas.
Kondisi tersebut memaksa warga menunda perjalanan, terutama petani yang hendak mengangkut hasil panen ke pasar maupun ASN yang menuju pusat pemerintahan di Lolak.
Seorang warga Desa Pindol menyampaikan kekhawatirannya terhadap keselamatan pengguna jalan.
“Kalau hujan dan air naik, kami tidak bisa lewat sama sekali. Ini jalur utama kami, jadi aktivitas sangat terganggu,” ujar warga setempat.
Warga menyebut kondisi ini sejalan dengan kerusakan jalan di sejumlah wilayah Sulawesi Utara yang makin parah akibat hujan.

Jalur Vital Bagi Petani dan ASN
Jalan penghubung Pinogaluman–Dumoga memiliki peran strategis sebagai jalur distribusi hasil pertanian, akses menuju pasar, serta jalur utama ASN dari wilayah Dumoga menuju pusat pemerintahan Kabupaten Bolaang Mongondow.
Terputusnya jalur ini berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga, terutama petani yang setiap hari mengandalkan jalur tersebut untuk mengangkut hasil kebun.
Kondisi serupa juga terjadi pada jalan rusak di Sangkilang Likupang Barat yang ikut mengganggu mobilitas warga di Minahasa Utara.
Warga berharap pemerintah segera menangani kondisi ini agar akses kembali normal dan risiko kecelakaan dapat diminimalkan.
UPTD PUPR Sulut Segera Bangun Jembatan Darurat
Penanganan Darurat Disiapkan Pemerintah
Menanggapi keluhan warga, UPTD Wilayah II Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Utara menyiapkan pembangunan jembatan darurat di lokasi jalan amblas di Desa Pindol.
Kepala UPTD Wilayah II PUPR Sulut, Lucky Sugeha, menyatakan pihaknya telah turun langsung meninjau kondisi lapangan.
“Kita sudah turun melihat kondisi dan secepatnya membangun jembatan darurat sementara,” ujar Lucky, Senin (21 Januari 2026).
Ia menegaskan pembangunan jembatan darurat menjadi solusi awal agar akses masyarakat segera pulih.
Koordinasi dengan Babinsa dan Masyarakat
Percepatan Penanganan di Lapangan
Untuk mempercepat penanganan, UPTD Wilayah II berkoordinasi dengan Babinsa setempat serta melibatkan masyarakat sekitar.
Langkah ini mempercepat proses pembangunan jembatan darurat sekaligus mendukung persiapan perbaikan permanen pada badan jalan yang amblas.
“Jalan ini menjadi akses utama masyarakat dan ASN, sehingga kami harus menanganinya dengan cepat,” jelas Lucky.

Anggaran Perbaikan Capai Ratusan Juta Rupiah
Perbaikan Permanen Menyusul
Tim teknis memperkirakan anggaran perbaikan jalan amblas mencapai ratusan juta rupiah. Pemerintah akan menggunakan dana tersebut untuk penanganan permanen setelah pembangunan jembatan darurat selesai.
Perbaikan akan fokus pada penguatan struktur badan jalan agar jalan tidak kembali amblas saat musim hujan dan debit air meningkat.
Harapan Warga Akses Segera Normal
Warga Desa Pindol berharap pembangunan jembatan darurat segera rampung agar aktivitas ekonomi dan mobilitas kembali berjalan lancar.
“Kami sangat berharap perbaikan cepat selesai, supaya jalur tidak lagi terputus saat hujan turun,” ungkap warga lainnya.
Kepastian perbaikan seperti yang dilakukan pada jalan Ir Soekarno di Minahasa Utara diharapkan juga terjadi pada jalur ini.
Penanganan darurat ini diharapkan membuat akses penghubung Pinogaluman–Dumoga kembali normal sehingga aktivitas masyarakat kembali lancar.
