MEDIASULUT.ID – Selebrasi paskah pemuda gmim 2026 di Kota Manado menghadirkan ribuan peserta dalam satu momentum iman terbesar di Sulawesi Utara. Perayaan satu abad Pemuda GMIM ini menegaskan kekuatan organisasi gereja sekaligus memperlihatkan dampak sosial, budaya, dan ekonomi yang nyata di tengah masyarakat.

Panitia menyelenggarakan kegiatan pada Senin, 6 April 2026 dengan melibatkan pemuda dari 147 wilayah pelayanan serta lebih dari 1.000 jemaat. Peserta datang dari berbagai daerah seperti Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Bitung, hingga wilayah lain dalam lingkup pelayanan GMIM. Mobilisasi besar ini langsung mengubah wajah Kota Manado dalam satu hari penuh aktivitas masif.
Selain itu, selebrasi paskah pemuda gmim juga menghadirkan ruang perjumpaan antara iman, budaya, dan kehidupan sosial dalam satu rangkaian kegiatan yang terstruktur dari ibadah hingga selebrasi terbuka.
Selebrasi Paskah Pemuda GMIM 2026 Dimulai dari Ibadah Agung
Panitia memusatkan kegiatan awal di Lapangan Sparta Tikala melalui ibadah agung yang diikuti ribuan pemuda. Pdt. Darwin Darmawan sebagai Sekretaris Umum PGI memimpin ibadah sekaligus menegaskan peran strategis pemuda dalam menjaga iman dan memperkuat persatuan gereja.
Peserta kemudian bergerak mengikuti pawai melalui jalur protokol Kota Manado yang menjadi pusat aktivitas publik. Arus massa yang besar menjadikan jalanan kota berubah menjadi ruang ekspresi iman yang terbuka dan dinamis.
Perjalanan berakhir di Lapangan Sindulang Mas sebagai titik selebrasi utama. Perpindahan ini tidak hanya bersifat geografis, tetapi juga mencerminkan transformasi iman dari ruang sakral menuju kehidupan sosial yang nyata dan berdampak.
Momentum besar ini juga selaras dengan berbagai persiapan menuju event yang lebih luas, seperti dalam agenda komitmen sukseskan Paskah Nasional 2026 yang melibatkan pemerintah dan Sinode GMIM.
Pawai Paskah Jadi Teologi Visual dan Festival Budaya

Pawai paskah pemuda gmim menghadirkan pertunjukan teatrikal yang menggambarkan kisah Via Dolorosa secara hidup. Para peserta menampilkan akting yang kuat dengan kostum yang detail sehingga menghadirkan pengalaman spiritual yang mendalam bagi masyarakat yang menyaksikan.
Selain itu, peserta menampilkan marching band, musik bambu khas Minahasa, serta kendaraan hias dengan berbagai tema Alkitab. Kombinasi ini menjadikan pawai tidak hanya sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga festival budaya yang menghidupkan ruang publik.

Panggung utama di Sindulang Mas menghadirkan artis nasional seperti Anggi Marito, Vicky Salamor, dan Anneth Delliecia yang memperkuat nuansa pujian modern dan menarik partisipasi generasi muda.
Kreativitas ini menunjukkan bahwa pemuda GMIM mampu mengemas pesan iman secara relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai teologisnya.
Pengamanan Terpadu Libatkan Panji Yosua dan Aparat
Panitia melibatkan organisasi Panji Yosua untuk menjaga ketertiban internal peserta. Anggota Panji Yosua aktif mengatur arus pergerakan massa serta memastikan disiplin selama kegiatan berlangsung.
Aparat dari Polda Sulawesi Utara dan Polresta Manado turut mengatur lalu lintas serta mengamankan jalur pawai. Koordinasi lintas sektor ini menjadi kunci utama dalam mengendalikan kegiatan yang melibatkan ribuan orang di pusat kota.
Pengamanan terpadu tersebut mampu mencegah potensi gangguan sekaligus menjaga kenyamanan masyarakat umum yang beraktivitas di sekitar lokasi kegiatan.

Kesiapan ini juga sejalan dengan berbagai langkah strategis GMIM dalam menyambut event besar, seperti yang terlihat dalam kesiapan GMIM gelar Paskah Nasional yang menuntut koordinasi lintas sektor.
Dampak Ekonomi Terasa hingga Pelaku UMKM
Kehadiran ribuan peserta memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Kota Manado. Hotel-hotel di kota dan wilayah penyangga mengalami lonjakan okupansi bahkan mencapai kondisi penuh sebelum hari pelaksanaan.
Peserta dari luar daerah seperti Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, dan Bitung turut meningkatkan kebutuhan transportasi dan konsumsi harian. Kondisi ini mendorong perputaran uang yang cepat di berbagai sektor ekonomi lokal.
Pelaku UMKM menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya. Pedagang makanan, jasa transportasi, hingga penjual atribut gereja mencatat peningkatan pendapatan yang signifikan selama kegiatan berlangsung.
Dampak ini menunjukkan bahwa selebrasi paskah pemuda gmim tidak hanya berperan dalam kehidupan spiritual, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat secara langsung.
Pesan Lingkungan dan Toleransi Jadi Bagian Penting
Panitia mengusung gerakan “Paskah Tanpa Sampah Plastik” sebagai komitmen menjaga lingkungan. Peserta secara aktif mengurangi penggunaan plastik sekali pakai selama kegiatan berlangsung.
Selain itu, kegiatan ini juga terhubung dengan program gereja seperti Obor Pembangunan yang mendorong aksi nyata, termasuk penanaman pohon sebagai bentuk tanggung jawab terhadap alam.
Kehadiran unsur lintas agama melalui Forum Kerukunan Umat Beragama memperkuat nilai toleransi dalam kegiatan ini. Momentum ini menunjukkan bahwa perayaan iman dapat berjalan seiring dengan semangat persaudaraan antarumat beragama.
Selebrasi Satu Abad Tegaskan Peran Strategis Pemuda GMIM
Perayaan satu abad ini menegaskan perjalanan panjang pemuda GMIM dalam menjaga iman dan berkontribusi bagi masyarakat. Pemuda tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga menjadi motor utama dalam pelaksanaan kegiatan berskala besar ini.
Pnt. Rio Dondokambey sebagai Ketua Komisi Pelayanan Pemuda Sinode GMIM menegaskan bahwa momentum ini harus menjadi titik kebangkitan generasi muda GMIM.
“Kami ingin pemuda GMIM tidak hanya kuat dalam iman, tetapi juga aktif dalam pelayanan dan mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Pnt. Rio Dondokambey.
Selain itu, kegiatan ini juga memperlihatkan kemampuan organisasi dalam mengelola event besar secara profesional. Hal ini memperkuat posisi GMIM sebagai kekuatan sosial yang berpengaruh di Sulawesi Utara.
Dengan demikian, selebrasi paskah pemuda gmim tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat solidaritas, kreativitas, dan tanggung jawab sosial generasi muda di tengah masyarakat.
Keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan gereja juga terlihat dalam pembinaan berkelanjutan, seperti dalam penguatan iman remaja GMIM yang menjadi fondasi penting bagi masa depan gereja.
