SULUTVIRAL.INFO – Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar meresmikan Laboratorium Kesehatan Minsel di Desa Teep, Kecamatan Amurang Barat, Selasa, 24 Februari 2026. Peresmian ini menandai penguatan serius pemerintah daerah dalam membangun sistem kesehatan masyarakat yang lebih responsif dan berbasis data.
Bupati menandatangani prasasti dan menggunting pita sebagai tanda operasional resmi gedung tersebut. Setelah itu, ia meninjau setiap ruangan laboratorium bersama jajaran pemerintah daerah dan tenaga kesehatan. Ia memastikan seluruh fasilitas siap mendukung pelayanan cepat dan akurat bagi masyarakat.
Momentum ini sekaligus mempertegas arah pembangunan daerah yang menempatkan sektor kesehatan sebagai prioritas utama.

Perkuat Sistem Kesehatan Masyarakat
Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan membangun laboratorium ini untuk memperkuat deteksi dini penyakit, pemeriksaan sampel, dan sistem surveilans kesehatan. Dengan fasilitas tersebut, pemerintah mendorong peningkatan mutu layanan berbasis standar regulasi yang jelas.
“Kami ingin masyarakat Minahasa Selatan memperoleh pelayanan laboratorium yang cepat, tepat, dan terpercaya tanpa harus ke luar daerah,” ujar Franky Wongkar.
Selain itu, kehadiran laboratorium ini memperkuat jejaring 17 puskesmas dan 1 rumah sakit umum daerah. Dengan sistem yang terintegrasi, pemerintah dapat memetakan potensi penyakit lebih awal dan mengambil langkah penanganan lebih cepat.
Langkah ini melanjutkan komitmen peningkatan layanan kesehatan sebagaimana terlihat saat Bupati melakukan peninjauan puskesmas Motoling Barat.
Akses Layanan Lebih Dekat dan Cepat
Dengan beroperasinya Laboratorium Kesehatan Minsel, masyarakat kini tidak perlu lagi melakukan pemeriksaan ke luar daerah. Oleh karena itu, waktu tunggu hasil laboratorium menjadi lebih singkat dan proses penanganan medis dapat berlangsung lebih cepat.
Salah satu tokoh masyarakat yang hadir menyampaikan apresiasinya.
“Kami merasa sangat terbantu. Sekarang layanan kesehatan semakin dekat dan hasilnya bisa diperoleh lebih cepat,” ungkapnya.

Selain mempercepat akses, pemerintah juga menekankan pengelolaan yang profesional dan akuntabel. Tenaga kesehatan diminta menjaga standar pemeriksaan agar hasil tetap valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Fondasi Pembangunan Inklusif
Pemerintah daerah menilai kesehatan masyarakat sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan. Oleh sebab itu, laboratorium ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemeriksaan, tetapi juga sebagai pusat penguatan sistem surveilans kesehatan daerah.
Sejalan dengan itu, pemerintah terus memperkuat sinergi lintas sektor. Upaya tersebut tampak dalam program tekan angka stunting yang mendorong kolaborasi pusat dan daerah demi generasi yang lebih sehat.
Dengan data laboratorium yang lebih akurat, pemerintah dapat merancang kebijakan berbasis bukti. Selain itu, langkah ini mendukung amanat konstitusi dalam menjamin hak masyarakat atas pelayanan kesehatan yang layak.

Dukungan Forkopimda dan Pemangku Kepentingan
Peresmian laboratorium turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Minahasa Selatan. Kehadiran aparat kepolisian, kejaksaan, serta jajaran pemerintah daerah menunjukkan dukungan kuat terhadap penguatan sektor kesehatan.
Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD Amurang, Kepala Kantor BPJS, dan tokoh masyarakat ikut menyaksikan momen tersebut. Kolaborasi lintas sektor ini memperkuat komitmen bersama dalam membangun sistem kesehatan masyarakat yang tangguh.
Sebelumnya, pemerintah daerah juga memperkuat koordinasi melalui sinergi Forkopimda Minahasa Selatan demi menjaga stabilitas dan pelayanan publik yang optimal.
Dengan peresmian ini, Bupati Franky Wongkar menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik. Pemerintah berharap Laboratorium Kesehatan Minsel menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan warga Minahasa Selatan secara berkelanjutan.
