MEDIASULUT.ID – Kebakaran Singkil Manado meluluhlantakkan 14 rumah warga di Lorong KUA, Kelurahan Singkil I, Kecamatan Singkil, Kota Manado, pada Rabu, 25 Maret 2026. Peristiwa yang terjadi pada pagi menjelang siang itu meninggalkan duka mendalam karena api dengan cepat menghanguskan permukiman padat dalam waktu singkat.
Kebakaran Singkil Manado membuat warga panik seketika. Api menjalar cepat dari satu rumah ke rumah lain karena panas terik matahari dan hembusan angin kencang. Dalam hitungan menit, kobaran api membesar dan sulit dikendalikan. Warga tidak sempat menyelamatkan harta benda dan hanya fokus menyelamatkan diri dengan pakaian yang melekat di badan.
Suasana mencekam langsung menyelimuti lokasi kejadian. Warga berteriak meminta pertolongan sambil berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Asap hitam pekat membumbung tinggi dan menutup sebagian area permukiman. Api terus membesar dan memaksa warga mundur menjauh dari lokasi kebakaran.
14 Rumah Terdampak, Sebagian Besar Hangus Terbakar

Kebakaran Singkil Manado berdampak pada 14 rumah warga. Api menghanguskan sembilan rumah hingga rata dengan tanah dan merusak lima rumah lainnya dengan kondisi berat.
Rumah terdampak tersebar di Lingkungan VI dan Lingkungan VII, Kelurahan Singkil I. Di Lingkungan VII, kebakaran mengenai empat rumah milik keluarga Saku Abu Bakar, keluarga Haji Muhammad yang memiliki dua rumah, serta keluarga Lajib Lagata.
Di Lingkungan VI, api merusak sepuluh rumah warga. Kepadatan bangunan dan jarak antar rumah yang sangat dekat membuat api menjalar tanpa hambatan sejak awal kejadian.
Api juga melalap berbagai barang berharga milik warga. Banyak korban kehilangan dokumen penting, perabot rumah tangga, dan kebutuhan sehari-hari karena tidak sempat melakukan penyelamatan.
Kisah Korban: Selamatkan Anak, Rumah Tak Tersisa

Duka mendalam dirasakan para korban kebakaran Singkil Manado. Salah satu warga terdampak, Yunita Laheping, menceritakan langsung detik-detik saat kebakaran terjadi.
“Saya hanya bisa menggendong dua anak dan berlari, yang selamat hanya kami, bukan rumah,” ungkap Yunita dengan mata berkaca-kaca.
Yunita memilih menyelamatkan anak-anaknya saat api mulai membesar. Ia meninggalkan seluruh harta benda di dalam rumah tanpa sempat mengambil apapun. Ia menyadari keselamatan keluarga menjadi satu-satunya prioritas saat itu.
Setelah api padam, Yunita kembali ke lokasi dan melihat rumahnya sudah rata dengan tanah. Ia kini harus memulai kembali kehidupan dari nol bersama keluarganya.
Kisah Yunita menggambarkan kondisi mayoritas korban kebakaran Singkil Manado. Mereka kehilangan tempat tinggal dan seluruh harta benda dalam waktu singkat tanpa kesempatan menyelamatkan apapun.
Empat Balita Terdampak, Kebutuhan Mendesak
Kebakaran Singkil Manado tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kejadian ini berdampak besar terhadap warga, terutama kelompok rentan.
Sedikitnya empat balita terdampak dalam peristiwa ini. Para orang tua berhasil menyelamatkan anak-anak mereka, namun mereka kini menghadapi tekanan besar untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Para korban membutuhkan susu, makanan, dan tempat tinggal sementara. Mereka juga membutuhkan bantuan pakaian, perlengkapan bayi, serta kebutuhan harian lainnya.
Beberapa warga memilih mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Sebagian lainnya bertahan di sekitar lokasi dengan kondisi terbatas sambil menunggu bantuan datang.
Damkar Kerahkan 4 Armada, Akses Sempit Jadi Kendala

Petugas pemadam kebakaran langsung bergerak setelah menerima laporan warga. Tim mengerahkan empat armada damkar ke lokasi kejadian untuk mengendalikan api. Respons cepat ini menjadi kunci dalam mencegah kebakaran meluas, sebagaimana terlihat dalam berbagai penanganan darurat di daerah lain seperti dalam laporan kesiapan armada damkar yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan unit pemadam.
Kepala Seksi Pengendalian Operasi Damkar Manado, Raymond, menjelaskan bahwa tim menghadapi kendala besar saat melakukan pemadaman. Jalan sempit di kawasan padat membuat armada sulit menjangkau titik api dengan cepat.
Petugas harus masuk melalui lorong sempit sambil menarik selang air menuju titik kebakaran. Kepadatan bangunan juga membuat api terus merembet dan memperlambat proses pemadaman.
Tim damkar terus berupaya memutus penyebaran api dan akhirnya berhasil mengendalikan situasi setelah bekerja secara intensif.
Raymond juga menyampaikan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyiapkan posko bantuan dan dapur umum bagi para korban.
Penyebab Masih Diselidiki, Kerugian Capai Rp1 Miliar

Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab kebakaran Singkil Manado. Tim belum menemukan sumber pasti yang memicu api dalam kejadian tersebut.
Kepala Lingkungan VI, Meilyn Inkiriwang, menyampaikan bahwa pihaknya telah mendata seluruh warga terdampak, termasuk balita yang membutuhkan perhatian khusus.
“Kami sudah mendata seluruh warga terdampak, termasuk balita yang membutuhkan perhatian segera,” ujarnya.
Kebakaran ini menimbulkan kerugian yang ditaksir mencapai sekitar Rp1 miliar. Nilai tersebut mencerminkan besarnya kerusakan rumah dan hilangnya barang milik warga.
Pemerintah setempat mulai melakukan koordinasi untuk menyalurkan bantuan kepada para korban agar mereka dapat segera mendapatkan penanganan awal.
Warga Harapkan Bantuan Pemerintah, Harapan Tersisa di Tengah Puing
Para korban kini menggantungkan harapan pada bantuan pemerintah dan berbagai pihak. Salah satu warga terdampak menyampaikan harapan agar pemerintah segera membantu mereka.
Warga meminta perhatian dari Gubernur Sulawesi Utara dan Wali Kota Manado agar memberikan bantuan kepada korban yang kehilangan tempat tinggal.
Para korban hanya berharap mendapatkan tempat berteduh sementara dan bantuan kebutuhan dasar agar mereka bisa kembali menjalani kehidupan secara bertahap.
Kebakaran Singkil Manado menjadi pengingat nyata tentang risiko besar kebakaran di kawasan padat penduduk. Peristiwa ini juga membuka ruang solidaritas agar masyarakat dan pemerintah bersama-sama membantu para korban bangkit dari musibah ini.
Kebakaran Singkil Manado menjadi pengingat nyata tentang risiko bencana di kawasan padat penduduk. Selain kebakaran, ancaman lain seperti dalam laporan bencana longsor di Manado juga menunjukkan pentingnya kewaspadaan warga terhadap berbagai potensi risiko.
