MEDIASULUT.ID – Di tengah puing kanopi Gedung Olahraga KONI Sario yang ambruk akibat gempa, Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menangkap pelajaran penting tentang keselamatan. Ia menegaskan bahwa edukasi kebencanaan harus dimulai dari sekolah agar anak-anak siap menghadapi situasi darurat dalam menghadapi gempa Sulawesi Utara.
Gempa berkekuatan Magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Kamis, 2 April 2026. Guncangan kuat yang mengguncang Manado pada pagi hari tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan, termasuk Gedung KONI Sario di Manado.
Dalam peristiwa itu, seorang lansia berusia 69 tahun meninggal dunia setelah reruntuhan kanopi menimpanya. Tragedi ini menunjukkan bahwa bencana bisa merenggut nyawa bahkan di fasilitas publik di pusat kota, sebagaimana guncangan gempa yang dirasakan warga sejak pagi.
Belajar dari Tragedi di GOR KONI

Gubernur Yulius Selvanus langsung meninjau lokasi kejadian untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat pasca gempa. Ia juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas korban yang jatuh akibat gempa tersebut.
Selain itu, Yulius Selvanus melihat kejadian ini sebagai peringatan serius bagi seluruh masyarakat. Ia menilai bahwa risiko bencana tidak hanya mengancam rumah warga, tetapi juga fasilitas umum seperti gedung olahraga dan sekolah dalam situasi gempa.
“Jika di gedung publik saja bisa terjadi fatalitas, maka kesiapan anak-anak di sekolah harus menjadi prioritas,” tegas Yulius Selvanus.
Edukasi Bencana Harus Dimulai dari Sekolah
Yulius Selvanus mendorong penguatan edukasi kebencanaan di lingkungan sekolah. Ia meminta sekolah menggelar simulasi gempa dan evakuasi secara rutin agar siswa tetap tenang saat menghadapi situasi darurat akibat gempa Sulawesi Utara.
Ia menegaskan bahwa edukasi tidak cukup hanya menyampaikan teori. Sebaliknya, sekolah harus melatih siswa secara berulang agar siswa membangun refleks atau muscle memory saat bencana terjadi.
Ia juga menginstruksikan dinas terkait untuk berkoordinasi dengan pihak sekolah dalam menyusun standar prosedur evakuasi yang jelas dan mudah dipahami siswa.
Pemprov Sulut Perkuat Simulasi dan Kesiapan Sekolah
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara membangun kesiapsiagaan melalui latihan yang konsisten dalam menghadapi gempa Sulawesi Utara. Oleh karena itu, setiap sekolah perlu menyiapkan jalur evakuasi yang jelas serta menentukan titik kumpul yang aman.
Selain itu, guru juga memegang peran penting dalam memastikan siswa memahami langkah-langkah penyelamatan diri saat gempa terjadi. Dengan demikian, setiap elemen di sekolah dapat bergerak cepat dan terkoordinasi saat gempa terjadi.
Yulius Selvanus menegaskan bahwa keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pendidikan, terutama di wilayah rawan bencana seperti Sulawesi Utara.
Ancaman Tsunami Akibat Gempa Sulawesi Utara Perkuat Urgensi Edukasi
Gempa yang terjadi juga sempat memicu peringatan dini tsunami dengan potensi ketinggian hingga 0,75 meter di wilayah Minahasa Utara. Kondisi ini semakin menegaskan pentingnya edukasi kebencanaan, khususnya bagi sekolah di daerah pesisir yang rentan terhadap dampak gempa sulut.
Gubernur Yulius mendorong sekolah untuk menyiapkan skenario evakuasi yang terlatih, termasuk jalur menuju tempat yang lebih tinggi. Dengan kesiapan itu, pemerintah dapat menekan risiko korban jiwa secara signifikan, seiring dengan penanganan pascagempa yang ditinjau langsung pemerintah pusat.
Yulius Selvanus memanfaatkan momentum gempa Sulawesi Utara untuk memperkuat kesadaran kolektif tentang pentingnya kesiapsiagaan sejak usia dini.
Dari Puing, Yulius Selvanus Bangun Kesadaran Kesiapsiagaan Gempa Sulawesi Utara

Dari reruntuhan Gedung KONI Sario, pesan itu kini semakin jelas. Yulius Selvanus melihat bencana bukan sekadar peristiwa alam, tetapi juga pengingat tentang pentingnya kesiapan manusia dalam menghadapi gempa Sulawesi Utara.
Ia menegaskan bahwa keselamatan tidak boleh bergantung pada keberuntungan. Sebaliknya, pemerintah membangun keselamatan melalui edukasi, latihan, dan kesiapan sejak sekolah.
Dengan langkah ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berharap generasi muda dapat tumbuh sebagai masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi berbagai risiko bencana di masa depan, termasuk risiko gempa Sulawesi Utara.
