MEDIASULUT.ID – Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, melepas 394 jemaah haji Sulut 2026 dalam acara penuh haru di Manado. Momen ini menandai dimulainya perjalanan ibadah suci ke Tanah Suci bagi ratusan calon haji asal daerah ini.
Acara berlangsung di Gedung Serbaguna Asrama Haji Transit Tuminting pada Selasa, 28 April 2026. Sejak pagi, para jemaah datang bersama keluarga yang mengantar dan mengiringi dengan doa.
Sebanyak 394 jemaah haji Sulut 2026 terdiri dari 360 orang dalam Kloter 5 dan 34 orang dalam Kloter 6. Tujuh petugas mendampingi mereka dan memastikan seluruh proses ibadah berjalan lancar dan aman.
Pelepasan Resmi Jemaah Haji Sulut 2026 oleh Gubernur

Gubernur Yulius Selvanus memimpin langsung prosesi pelepasan jemaah haji Sulut 2026. Ia menegaskan bahwa ibadah haji merupakan panggilan suci yang tidak semua orang mendapat kesempatan.
Dalam sambutannya, Yulius Selvanus mengajak seluruh jemaah menjaga niat tulus dan menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan. Ia juga mengingatkan bahwa ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik sehingga setiap jemaah harus menjaga kesehatan secara serius.
“Tetap jaga kesehatan di tengah cuaca ekstrem, fokuslah beribadah dengan meninggalkan sejenak urusan duniawi, dan selalu bawa semangat Torang Samua Basudara dengan saling menjaga sesama jemaah. Jangan lupa, tetap disiplin mengikuti arahan petugas ya!,” ujar Yulius Selvanus.
Ia juga meminta seluruh jemaah menjaga kekompakan, tidak berjalan sendiri-sendiri, serta saling membantu selama menjalankan ibadah.
Selain itu, Yulius Selvanus menitipkan doa kepada para jemaah agar mereka mendoakan Sulawesi Utara tetap diberkahi, dijauhkan dari marabahaya, dan terus hidup dalam kerukunan.
Rincian Keberangkatan dan Alur Perjalanan Jemaah
Jemaah haji Sulut 2026 mulai masuk Asrama Haji pada 1 Mei 2026. Setelah itu, mereka berangkat menuju Embarkasi Balikpapan di Kalimantan Timur.
Dari Balikpapan, mereka melanjutkan perjalanan menuju Madinah sebelum menuju Mekkah untuk menjalankan rangkaian ibadah haji.
Pemerintah daerah menyiapkan seluruh proses keberangkatan secara terstruktur dan memastikan kenyamanan serta keselamatan jemaah. Pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi lintas sektor agar pelayanan berjalan optimal, sejalan dengan dorongan peningkatan kinerja aparatur dalam penguatan budaya kerja ASN.
Selain itu, tahun 2026 menjadi tonggak baru karena kementerian khusus kini mengelola penyelenggaraan haji dan umrah secara mandiri. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah Indonesia.
Bantuan Pemprov Sulut untuk Jemaah Haji

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memberikan bantuan tali asih sebesar Rp5 juta kepada setiap jemaah haji Sulut 2026. Nilai ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp3.849.000.
Total bantuan mencapai sekitar Rp1,97 miliar. Gubernur Yulius Selvanus menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis dalam acara pelepasan.
Kebijakan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung kelancaran ibadah masyarakat. Peningkatan bantuan ini juga menjadi bagian dari kebijakan yang telah disorot dalam kenaikan subsidi haji Sulut 2026 yang memberi dampak nyata bagi calon jemaah.
Pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan sosial kepada masyarakat melalui program bantuan untuk warga Bolsel sebagai bentuk perhatian berkelanjutan terhadap kesejahteraan warga.
Visi Embarkasi Haji Mandiri Sulut

Gubernur Yulius Selvanus menegaskan visi jangka panjang menjadikan Sulawesi Utara sebagai embarkasi haji mandiri di Indonesia Timur. Program ini telah masuk dalam dokumen RPJMD sebagai arah kebijakan strategis daerah.
Menurutnya, keberadaan embarkasi mandiri akan mempermudah jemaah dan keluarga dalam proses keberangkatan tanpa harus transit ke provinsi lain. Langkah ini juga meningkatkan efisiensi serta kenyamanan bagi masyarakat.
Pemerintah daerah akan terus memantau kondisi jemaah sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air. Pendekatan ini menjadi bagian dari tanggung jawab penuh pemerintah terhadap warganya.
Dengan pelepasan ini, perjalanan jemaah haji Sulut 2026 resmi dimulai. Harapan besar menyertai seluruh jemaah agar mereka menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.
