MEDIASULUT.ID – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 Provinsi Sulawesi Utara digelar di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulut, Manado, Kamis, 09 April 2026. Forum ini menetapkan arah kebijakan pembangunan daerah dengan fokus pada transformasi ekonomi.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2027 berada pada kisaran 6,7 hingga 7,7 persen. Target ini meningkat dari capaian sebelumnya sekitar 5,66 persen, sehingga pemerintah daerah mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor produktif.
Musrenbang RKPD 2027 Tetapkan Target Ekonomi Sulut
Musrenbang RKPD 2027 menetapkan sejumlah indikator makro pembangunan daerah. Pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan berada pada kisaran 5,02 hingga 5,42 persen.
Pemerintah juga menetapkan tingkat pengangguran terbuka pada kisaran 4,71 hingga 5,50 persen. Selain itu, pemerintah menargetkan produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita mencapai Rp87 juta hingga Rp92 juta.
Pemerintah daerah menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing sebagai bagian dari strategi pembangunan yang terintegrasi.
Transformasi Ekonomi Jadi Fokus Utama

Musrenbang RKPD 2027 mengusung tema percepatan peletakan fondasi transformasi menuju Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. Pemerintah daerah mengarahkan kebijakan pada penguatan sektor ekonomi produktif.
Strategi pembangunan mencakup pengembangan sektor maritim, hilirisasi produk perikanan, serta penguatan sektor pariwisata unggulan. Pemerintah juga mendorong efisiensi fiskal mengingat keterbatasan ruang anggaran pada periode mendatang.
Pemerintah membuka peluang pembiayaan alternatif melalui kerja sama pemerintah dan badan usaha serta pemanfaatan sumber pendanaan lain seperti CSR dan hibah.
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menegaskan pentingnya tahap pembangunan ini. “Kita tidak hanya membangun hari ini, tetapi menyiapkan masa depan Sulut yang lebih maju. Tahun 2027 adalah fase krusial bagi transformasi kita,” ujarnya.
Program Manado Dorong Digitalisasi Ekonomi
Pemerintah Kota Manado menyesuaikan program pembangunan daerah dengan arah kebijakan provinsi. Penyesuaian ini mencakup penguatan sektor ekonomi berbasis digital dan inovasi.
Upaya pengembangan UMKM di Manado terus dilakukan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas akses pasar. Program ini menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi lokal.
Selain itu, digitalisasi ekonomi di Manado menjadi fokus untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. Pemerintah kota mendorong pemanfaatan teknologi dalam pengembangan sektor usaha.
Infrastruktur Perkuat Konektivitas Daerah

Pembangunan infrastruktur menjadi bagian penting dalam mendukung target ekonomi daerah. Salah satu proyek yang berjalan adalah Manado Outer Ring Road (MORR) III yang ditujukan untuk meningkatkan konektivitas wilayah.
Proyek ini mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa serta aktivitas ekonomi di wilayah Manado dan sekitarnya. Infrastruktur yang memadai menjadi faktor pendukung dalam pencapaian target pembangunan.
Pemerintah juga menekankan pentingnya sinkronisasi antara program daerah dan kebijakan nasional. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyatakan bahwa keselarasan perencanaan menjadi kunci efektivitas anggaran. “Sinkronisasi antara RKPD dan RKP adalah kunci agar anggaran tepat sasaran,” katanya.
Target 2027 Jadi Bagian Peta Jalan Ekonomi
Target pembangunan tahun 2027 menjadi bagian dari peta jalan jangka panjang pemerintah daerah. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen pada 2029.
Pencapaian target tersebut memerlukan konsistensi pelaksanaan program, penguatan sektor produktif, serta dukungan seluruh pemerintah daerah di kabupaten dan kota.
Melalui Musrenbang RKPD 2027, pemerintah menegaskan komitmen untuk memperkuat fondasi transformasi ekonomi daerah secara bertahap dan terukur.
